8 Cara Pencegahan Virus Corona (COVID-19) Rekomendasi Kemenkes RI dan WHO

(0)
langkah pencegahan peyebaran dan penularan virus corona di IndonesiaMenjaga jarak dan sering-sering cuci tangan adalah cara pencegahan virus corona yang ampuh
Sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020, laju penambahan orang-orang yang positif terinfeksi virus corona (COVID-19) di Indonesia tampak tidak melambat. Maka, tak ayal apabila Indonesia mungkin dapat dinobatkan menjadi salah satu zona merah penyebaran virus corona di dunia. Penting untuk masing-masing dari kita menerapkan langkah pencegahan dengan seksama demi mencegah pandemi virus Corona makin mengganas.Tidak cuma di Indonesia. Angka kejadian infeksi virus Corona di berbagai belahan dunia pun masih tampak tinggi. Sebut saja Amerika Serikat dan India. Di Korea Selatan, kasus infeksi kembali naik selama new normal berjalan, meski sebelumnya sempat berhasil ditanggulangi dengan baik. 

Panduan pencegahan virus Corona dari Kemenkes RI dan WHO

Guna menekan pandemi, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun secara resmi mengeluarkan panduan mengenai cara pencegahan virus Corona yang telah diamini oleh Kemenkes RI.Berikut lebih jelasnya:

1. Menerapkan pola hidup sehat dan bersih

COVID-19 adalah infeksi mematikan akibat virus corona (SARS-CoV-2) yang belum ada obat atau vaksinnya. Virus ini sangat rentan menular lewat droplet liur yang menyembur dari orang yang terinfeksi saat ia batuk dan bersin tanpa menutup mulut. Virus dapat terhirup langsung oleh orang-orang sekitar, atau mendarat di permukaan benda yang keumudian sering digunakan.Bahkan, informasi terkini dari WHO menyebutkan virus ini dapat bertahan di udara (airborne) dalam beberapa jam setelahnya.Maka itu, salah satu langkah pencegahan penyebaran virus corona yang paling utama adalah dengan menjaga kebersihan diri dan menerapkan perilaku hidup sehat setiap hari.Berikut adalah beberapa cara yang ditekankan:
  • Selalu cuci tangan dengan bersih menggunakan air mengalir dan sabun selama 20 detik lalu bilas. Jika tidak ada akses air bersih, hand sanitizer atau tisu basah beralkohol bisa jadi alternatif darurat.
  • Infeksi virus corona sangat mungkin tidak memunculkan gejala sama sekali. Maka, terapkan etika batuk dan bersin yang baik dengan menutup hidung dan mulut pakai tisu (langsung buang di tempat sampah) atau lengan baju bagian dalam sehingga droplet tidak menyebar dan berpindah ke orang lain.
  • Jaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi seimbang, serta perbanyak buah-buahan dan sayuran.
  • Rutin olahraga minimal 30 menit setiap hari.
  • Cukup istirahat.
  • Hindari menyentuh bagian wajah, terutama mata, hidung, dan mulut. Tangan menyentuh banyak permukaan yang mungkin terkontaminasi virus. Akibatnya, virus dapat berpindah ke tangan dan masuk ke selaput lendir mata, hidung, atau mulut.

2. Pakai masker

Ketika menunjukkan gejala batuk, bersin, pilek, pakai masker untuk menghindari penyebaran droplet di lingkungan terbuka.Orang yang sehat juga dianjurkan untuk memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Kenakan masker juga selama berolahraga.Masker bertujuan sebagai perlindungan tambahan untuk meminimalisir risiko paparan dari penyebaran lewat udara.Pastikan Anda mengetahui cara memakai masker yang benar agar malah tidak membuka peluang paparan.

3. Jaga jarak dan hindari kerumunan (social distancing)

Istilah social distancing alias jaga jarak mungkin sudah jadi jargon yang tidak asing lagi di telinga dalam beberapa bulan ini.Menjaga jarak setidaknya 1-2 meter dengan orang lain yang batuk atau bersin dapat membantu Anda secara tidak sengaja menghirup uap atau tetesan liur yang mungkin mengandung virus Corona.Setiap orang dapat menjadi carrier virus corona dan tidak menunjukkan gejala sakit yang khas. Dalam ruang publik, kita tidak bisa tahu pasti siapa saja orang yang sudah positif terinfeksi, apalagi jika tanpa gejala.Maka itu, Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan langkah pencegahan penyebaran virus Corona yang bisa dilakukan adalah menghindari kerumunan.
Di Indonesia, pencegahan virus corona dengan gerakan social distancing sempat digalakkan secara resmi oleh pemerintah lewat program PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di berbagai wilayah.
Menghindari kerumunan juga dapat melindungi orang rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit kronis. Sebab jika orang rentan tersebut tertular virus corona, dampaknya akan berakibat fatal.
 
Tak hanya itu. Menghindari kerumunan juga harus diiringi dengan jaga jarak saat bertemu orang lain, memakai masker saat keluar rumah, dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun.
 

4. Memperbanyak fasilitas pelayanan kesehatan dan tes tracing

Sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran infeksi virus corona, pemerintah Indonesia telah menunjuk 100 rumah sakit sebagai rujukan untuk COVID-19.Keseratus fasilitas medis tersebut sebelumnya pernah menangani wabah flu burung dan telah lolos evaluasi terbaru.Lewat evaluasi tersebut, dipastikan semua faskes rujukan sudah memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap. Salah satunya ruang isolasi dengan teknologi tekanan negatif.Selain itu, pemerintah juga terus memperbanyak jumlah skrining COVID-19 lewat tes PCR (Swab test) secara massal.

5. Perbanyak informasi terbaru dan jangan percaya hoax

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) terus memastikan masyarakat dunia mendapat informasi terbaru dan terpercaya. Mereka secara teratur memperbaharui informasi terkait epidemik COVID-19 di dunia.WHO pun ikut merangkum jumlah kasus yang sudah dilaporkan dan memberikan kebebasan akses untuk masyarakat dunia. Temukan update terbaru corona di dunia di link berikut.Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Anung Sugihantono juga menyatakan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi penyebaran wabah virus corona.Terus mengikuti perkembangan informasi terkait COVID-19 akan membuat Anda semakin wawas diri untuk terlibat dalam pencegahan pandemi virus Corona makin meluas.Membekali diri dengan informasi yang tepat dan akurat membantu Anda mengetahui anjuran kesehatan terbaru dari tenaga kesehatan dan otoritas pemerintahan setempat.Dirjen Anung meminta agar masyarakat tidak mempercayai kabar burung (hoax) dan tetap mengacu pada informasi yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan setempat dan Kementerian Kesehatan RI.

6. Berobat ketika sakit

Segera berobat ketika menunjukkan gejala sakit. Terutama jika merasa demam, batuk, dan sesak napas yang tidak membaik ata semakin parah. Begitu pula jika kerabat Anda merasakan gejala umum dari pneumonia, seperti demam, batuk, dan sulit bernapas. Baiknya anjurkan mereka konsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat dengan segera.Orang yang terinfeksi virus corona disebut mengalami serangkaian gejala mirip pneumonia, seperti batuk, demam, sesak napas, dan gangguan pernapasan lainnya. Pada kasus yang parah, infeksi virus dapat menyebabkan pneumonia, SARS, gagal ginjal, bahkan kematian.Akan tetapi, akan lebih bijak jika kita tidak sembarangan dan terburu-buru pergi ke rumah sakit guna menghindari risiko paparan. Cari bantuan medis dengan lebih dulu menelepon faskes terkait, dan ikuti arahan dari tenaga medis.WHO juga mengedukasi penderita terinfeksi untuk menjauhi mereka yang masih sehat, mengingat mereka yang terinfeksi mungkin hanya menunjukkan gejala ringan dan cepat sembuh. Namun, kondisi ini bisa jadi parah pada orang lain.

7. Batasi akses keluar-masuk wilayah

Cara pencegahan virus corona yang telah dilakukan Kemenkes RI sejak lama adalah meningkatkan penjagaan di setiap perbatasan wilayah domestik, serta pembatasan akses keluar-masuk Indonesia bagi warga negara dan non-WNI.Melalui surat nomor PM.04.02/III/43/2020, tanggal 5 Januari 2020, Dirjen Anung telah mengimbau beberapa instansi pemerintah terkait pedoman cara mencegah penyebaran COVID-19.Mulai dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Rumah Sakit TNI/Polri, hingga seluruh rumah sakit provinsi di Indonesia, diimbau untuk melakukan cara mencegah virus corona sebagai berikut:
  1. Melakukan deteksi, pencegahan, respon apabila menemukan pasien dengan gejala pneumonia berat, seperti yang terjadi di Wuhan, Tiongkok.
  2. Melakukan perawatan, pengobatan, isolasi, dan investigasi guna mencegah penyebaran penyakit meluas dan berpotensi menjadi kejadian luar biasa atau wabah.
  3. Melakukan deteksi, pencegahan, dan respon terhadap kemungkinan masuknya pasien pneumonia berat dari luar negeri, termasuk dari Tiongkok, ke Indonesia melalui bandara, pelabuhan, dan batas negara yang mencakup langkah aktivasi alat thermal scanner.
  4. Memantau kemungkinan penemuan virus atau mikroorganisme baru dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien pneumonia berat
  5. Memantau perkembangan penyakit pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya di dunia agar dapat segera dilakukan langkah untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona baru di Indonesia.
Peralatan logistik, seperti alat skrining, alat pelindung diri, dan masker sudah disiapkan di seluruh pintu masuk Indonesia, terutama di 19 daerah yang menerima penerbangan langsung dari Tiongkok.Sejumlah wilayah tersebut, termasuk Jakarta, Tangerang, Bandar Lampung, Padang, Tarakan, Balikpapan, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balai Karimun, Samarinda, Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya, Batam, Belitung, dan Manado.

8. Meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat yang ingin bepergian ke luar negeri

Dirjen Anung mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama Tiongkok, termasuk Hongkong, Wuhan, atau Beijing agar memperhatikan perkembangan penyebaran infeksi virus corona di wilayah tersebut.Ia juga mengimbau agar selama di Tiongkok menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup. Termasuk untuk menghindari konsumsi makanan laut sementara.Jika dalam perjalanan Anda berinteraksi dengan orang yang mengalami gejala demam, batuk, sulit bernapas, atau mungkin jatuh sakit dengan gejala yang sama, agar segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Infeksi virus corona disebabkan oleh strain virus baru

Infeksi virus korona disebabkan oleh strain virus yang baru
Orang yang terkena virus korona disebut mengalami serangkaian gejala mirip pneumonia
Menurut seorang peneliti asal Tiongkok bernama Xu Jianguo, wabah COVID-19 disebabkan oleh jenis virus baru yang termasuk dalam kelompok virus corona tipe 2019-nCoV (kini bernama SARS-COV-2).Kemunculan pandemi virus corona tentu membuat banyak orang menjadi resah. Pasalnya, tidak hanya kemunculannya yang tergolong cepat dan tiba-tiba, penyakit ini belum diketahui obat dan vaksinnya.
informasi selengkapnya mengenai virus corona
Kendati demikian, pihak WHO mengingatkan bahwa masih dibutuhkan investigasi lebih lanjut guna mengetahui sumber virus, cara penularan, tingkat infeksi, hingga cara mencegah penyebaran virus corona.Kini saat Tiongkok sudah mulai bangkit dan kembali ke sehariannya, Indonesia dan negara lain justru sedang berusaha melawan penyebaran virus corona.
infeksi saluran pernapasanpneumoniapenyakit mersgangguan pernapasancoronavirus
World Health Organization. https://www.who.int/health-topics/coronavirus
Diakses pada 24 Januari 2020
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/article/view/20010700001/penyakit-pnemonia-berat-yang-belum-diketahui-penyebabnya-muncul-di-tiongkok.html
Diakses pada 24 Januari 2020
Medical Xpress. https://medicalxpress.com/news/2020-01-china-believes-virus-mystery-pneumonia.html
Diakses pada 24 Januari 2020
BBC Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-51214664
Diakses pada 24 Januari 2020
WHO. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
Diakses pada 24 Maret 2020
Kemenkes RI. https://www.kemkes.go.id/article/view/20042500002/tips-cegah-penularan-covid-19-hindari-kerumunan.html
Diakses 27 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait