7 Alasan Mengapa Banyak Orang Senang Membicarakan Keburukan Orang Lain

0,0
22 Jan 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Seseorang senang membicarakan keburukan orang lain untuk mendapat perhatianSupaya diterima dalam pergaulan seseorang senang membicarakan keburukan orang lain
Membicarakan keburukan orang lain adalah salah satu aktivitas yang digemari oleh banyak orang. Sebuah tim peneliti dari University of Amsterdam bahkan mengungkapkan bahwa 90 persen dari total obrolan kantor cenderung mengarah pada gosip. Kebiasaan membicarakan keburukan orang lain ternyata dapat didasari oleh berbagai alasan. Apa saja?

Alasan-alasan membicarakan keburukan orang lain

Membicarakan orang lain menjadi salah satu cara untuk terhubung dengan sesama. Apalagi manusia memiliki dorongan yang kuat untuk mengetahui tentang kehidupan orang lain. Adapun beberapa alasan kenapa kita membicarakan keburukan orang lain, yaitu:

1. Untuk menghidupkan suasana obrolan

Membicarakan keburukan orang lain dianggap seru dalam obrolan
Kehabisan topik obrolan sering kali membuat pertemuan terasa hambar. Agar suasana obrolan lebih hidup dan tidak membosankan, terkadang membicarakan keburukan orang lain dianggap lebih seru dan membuat penasaran. 

2. Supaya diterima dalam pergaulan

Ada pula yang menganggap bahwa membicarakan keburukan orang lain dapat membuat mereka diterima dalam pergaulan. Apalagi jika lingkaran pergaulan tersebut menggemari gosip. 

3. Untuk membuat diri sendiri terlihat lebih baik

Menjadikan keburukan orang lain sebagai objek pembicaraan dianggap dapat membuat sebagian orang terlihat lebih baik. Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang sering membicarakan keburukan orang lain.

4. Ingin balas dendam

Membicarakan keburukan orang lain dilatarbelakangi dendam
Saat merasa iri atau dendam terhadap orang lain, seseorang dapat membicarakan keburukan orang tersebut secara sadar atau tidak. Apa pun yang dilakukannya akan selalu salah di mata mereka. Kebiasaan ini bisa menjadi kepuasan tersendiri bagi diri orang yang memiliki dendam atau iri ini.

5. Untuk mengajak lawan bicara membenci orang itu

Alasan berikutnya mengapa banyak orang gemar membicarakan keburukan orang lain adalah untuk mengajak lawan bicara membenci orang tersebut. Jika lawan bicaranya ikut membenci orang itu, maka mereka akan merasa puas dan didukung.

6. Supaya mendapatkan perhatian

Ada pula yang menginginkan atau haus perhatian sehingga mereka kerap membicarakan keburukan orang lain. Apalagi kalau hanya mereka yang mengetahui keburukan tersebut sehingga menjadikannya bahan untuk menjadi pusat perhatian.

7. Untuk bisa berkuasa

Agar bisa memegang kendali dan berkuasa, terkadang seseorang harus menjatuhkan orang lain. Hal itu mungkin dilakukan dengan membicarakan keburukannya. Alhasil, orang-orang yang terhasut akan mempercayainya.Terkadang, membicarakan keburukan orang lain mungkin hanya sebatas obrolan biasa saja. Akan tetapi, kalau didasarkan oleh niat yang tidak baik, jangan sampai hal ini meracuni hati dan pikiran Anda.Kebiasaan bergosip atau membicarakan keburukan orang lain identik dengan wanita. Namun, tahukah Anda kalau pria juga melakukannya? Hanya saja, pria mungkin jarang mengakui hal tersebut. Sebuah studi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Masalah Sosial yang berbasis di Inggris, menemukan bahwa 33 persen pria membicarakan orang lain, terutama lewat percakapan di ponsel setiap harinya.

Sebaiknya Anda jangan membicarakan keburukan orang lain

Usahakan menjadi pribadi yang menyenangkan
Hampir setiap orang pasti pernah membicarakan keburukan orang lain. Namun, kalau hal itu sampai terdengar ke orang yang menjadi bahan pembicaraan, maka bisa merusak hubungan dan menciptakan permusuhan. Apalagi jika masalah ini menjadi konflik yang berlarut-larut, terutama di tempat kerja atau sekolah. Kondisi ini bisa menurunkan produktivitas dan konsentrasi Anda. Oleh sebab itu, Anda tidak disarankan untuk membicarakan keburukan orang lain. Nah, apabila memiliki masalah pribadi dengan orang tersebut, segera selesaikan urusan Anda dengannya. Jadilah pribadi yang menyenangkan dan senang bergaul daripada harus menjelekkan orang lain. Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar masalah kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mental
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/our-gender-ourselves/201408/why-we-love-gossip
Diakses pada 08 Januari 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/understanding-the-impact-of-rumors-and-gossip-460625
Diakses pada 08 Januari 2021
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/healthy-living/women-vs-men-who-gossips-more/
Diakses pada 08 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait