Apa Bahayanya Pilih Kasih pada Anak?


Sikap pilih kasih pada salah satu anak akan meningkatkan risiko konflik di antara saudara kandung, munculnya kemarahan, hingga tidak bisa menjadi pasangan yang baik saat anak sudah dewasa. Oleh karena itu, sebaiknya sikap ini dihindari.

0,0
13 Aug 2021|Azelia Trifiana
Ibu bersikap pilih kasih dengan anakIbu bersikap pilih kasih dengan anak
Bagi orangtua yang memiliki anak lebih dari satu, ada aturan main yang wajib dijadikan acuan, yaitu: Jangan pilih kasih. Sebab, memposisikan salah satu dari mereka sebagai anak emas akan berdampak pada psikologi anak kurang kasih sayang.
Hal semacam ini akan berpengaruh terhadap inner child mereka. Pastinya ada dampak secara psikologis akibat orangtua pilih kasih pada anak. Ketika mereka kelak menjadi orangtua pun, siklus ini bisa berulang.

Pilih kasih bisa terjadi tanpa disadari

Terkadang, bisa saja orangtua cenderung pilih kasih atau condong lebih favorit ke satu anak. Pertama-tama, ingat bahwa ini adalah hal yang alami. Bahkan, bisa terjadi tanpa disadari jika sudah menjadi kebiasaan.Belum lagi kebiasaan membandingkan. Mungkin orangtua bukan bermaksud menonjolkan si kakak atau si adik lebih dari yang lain, namun ini bisa terjadi tanpa maksud.Sebut saja ketika orangtua menyebut kakak lebih baik atau adik lebih pintar dibandingkan dengan saudaranya. Faktanya, tidak ada manfaat dari hal semacam ini. Justru, studi dari Journal of Family Psychology membuktikan risiko konflik lebih tinggi jika orangtua pilih kasih.Ingat bahwa setiap anak unik. Ketika akan memberi konsekuensi, sesuaikan dengan perilakunya. Bukan siapa yang lebih tua dan muda.

Akibat orangtua pilih kasih pada anak

anak berkelahi
Anak berkelahi
Sayangnya, kebiasaan orangtua memposisikan salah satu anak sebagai anak emas ini akan berdampak pada psikologi anak kurang kasih sayang. Bahkan, hal ini dapat tertanam seumur hidupnya.Memberi label kepada anak, meskipun bernada positif sekalipun, bisa memantik sikap orangtua pilih kasih. Lebih jauh lagi, beberapa akibat orangtua pilih kasih pada anak adalah:

1. Rusaknya hubungan saudara

Bukan hanya memicu konflik antara anak dan orangtua, kebiasaan pilih kasih juga berdampak pada hubungan di antara kakak beradik. Bahkan, hal ini akan berlangsung hingga mereka dewasa kelak.Jadi, orangtua perlu paham betul bahwa kebiasaan pilih kasih hanya akan merusak hubungan dalam keluarga. Bahkan, besar kemungkinan anak akan menarik diri dari keluarganya apabila orangtua cenderung memposisikan salah satu dari mereka sebagai anak emas.

2. Memupuk kemarahan

Mungkin anak terkesan baik-baik saja ketika orangtua sesekali bersikap pilih kasih. Padahal, ini akan memupuk kemarahan dan kebencian dalam hati mereka. Komentar-komentar yang bernada membandingkan pencapaian salah satu dari mereka juga hanya akan membuat konflik rentan terjadi.

3. Bisa berdampak jangka panjang

Bukan hanya terjadi ketika anak-anak masih kecil dan tinggal bersama orangtua saja. Akibat orangtua pilih kasih pada anak ini bisa terus berlanjut hingga mereka semua sudah dewasa kelak.Ada banyak sekali orangtua yang cenderung memilih salah satu anak karena ada kedekatan tersendiri. Tidak mengejutkan pula ketika orangtua menempatkan salah satu sebagai anak emas karena memberikan dukungan finansial dan emosional lebih besar.

4. Permusuhan

Pilih kasih kepada salah satu anak hanya akan membuat anak rentan bermusuhan. Mereka bisa lebih mudah bergesekan, bertengkar, dan konflik semakin sering terjadi. Biasanya, anak yang kurang kasih sayang akan cenderung marah kepada anak emas. Ini membuat hubungan persaudaraan terancam berantakan.

5. Berdampak pada kondisi mental

Psikologi anak kurang kasih sayang bisa menjadi lebih rentan depresi, agresif, dan kurang percaya diri. Bahkan, hal ini juga akan berdampak pada kemampuan mereka mengambil keputusan. Tidak mengherankan pula jika kemudian anak menjadi kurang bagus performanya baik secara akademis maupun non-akademis.Sayangnya, performa yang kurang bagus ini bisa membuat orangtua tanpa sadar kembali membandingkan dengan si anak emas. Sebagai contoh, orangtua cenderung membandingkan nilai anak dengan saudaranya yang lebih cemerlang secara akademis.

6. Sulit jadi pasangan yang baik

Anak yang diperlakukan kurang favorit oleh orangtua mereka juga nantinya akan merasakan dampaknya saat sudah menjadi pasangan. Mereka tidak akan lupa bagaimana orangtua lebih condong ke anak emas. Ketika sudah mulai membangun hubungan dan menjadi pasangan pun, ini akan berdampak pada kemampuan mereka mengambil keputusan.

Catatan dari SehatQ

Menjadikan salah satu anak sebagai anak emas lebih rentan terjadi ketika orangtua merasa stres. Contohnya saat menghadapi kesulitan finansial atau ada masalah dalam pernikahan.Sebab, orangtua dalam kondisi ini tidak bisa memantau seberapa adil mereka berlaku kepada anak-anak. Ketika hal ini terjadi, ada kecenderungan orangtua pilih kasih terhadap anak dengan potensi bertahan paling besar.Jadi, benar adanya bahwa untuk menjadi orangtua yang baik, harus merasa utuh dulu terhadap dirinya. Harus merasa tenang, bisa mengendalikan stres, serta komunikasi yang apik bersama pasangan.Ketika sudah fulfilled dan merasa utuh, maka akan lebih mudah menjalankan peran sebagai orangtua tanpa terjebak dalam kecenderungan pilih kasih tanpa sadar.Untuk berdiskusi lebih lanjut psikologi anak kurang kasih sayang dan cara berhenti pilih kasih, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingparenting stressgaya parenting
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/how-to-create-stronger-bonds-among-siblings-4778201
Diakses pada 31 Juli 2021
Journal of Family Psychology. https://doi.apa.org/doiLanding?doi=10.1037%2Ffam0000586
Diakses pada 31 Juli 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-narcissus-in-all-us/200901/when-parents-play-favorites
Diakses pada 31 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/what-happens-to-kids-when-parents-play-favorites#The-negative-effects
Diakses pada 31 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait