Apa Itu Kolagen dan Manfaatnya untuk Kesehatan Kulit?


Kolagen adalah protein dalam tubuh yang berperan sebagai zat pembangun utama kulit hingga tulang. Meski diproduksi secara alami oleh tubuh, kolagen dapat menurun seiring bertambahnya usia. Padahal, manfaat kolagen sangat penting untuk membuat kulit terasa kenyal dan tampak awet muda.

0,0
17 Nov 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen semakin menurun sehingga mengalami pengeriputan kulit.Suplemen kolagen dapat mencegah penuaan dini, dan mengurangi keriput di kulit
Produksi kolagen dapat menurun seiring bertambahnya usia. Padahal, manfaat kolagen sangat penting untuk membuat kulit terasa kenyal dan tampak awet muda. Sebenarnya, apa itu kolagen dan manfaat lainnya untuk kulit? Cari tahu jawaban selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Apa itu kolagen?

Collagen atau kolagen adalah jenis protein terbesar dalam tubuh yang terbuat dari asam amino, bersifat keras, dan tidak larut dalam air.Protein ini menjadi salah satu zat pembangun utama tulang, kulit, rambut, kuku, otot, tendon, dan ligamen. Kolagen juga terdapat pada bagian tubuh lainnya, seperti pembuluh darah, kornea mata, dan gigi.Jika dianalogikan, kolagen adalah lem yang berperan untuk merekatkan seluruh tubuh menjadi satu kesatuan. Tak heran bila kata “collagen” berasal dari bahasa Yunani, yakni “kólla” yang berarti lem.Melansir dari publikasi Molecular Cell Biology, setidaknya terdapat 16 jenis kolagen. Namun, yang paling utama terdapat pada tipe 1, 2, dan 3. Berbeda tipe maka berbeda pula struktur dan fungsinya. Berikut penjelasannya.
  • Tipe 1: Jenis kolagen ini terbuat dari serat padat yang membentuk 90% dari kolagen alami. Kolagen tipe 1 membangun struktur pada kulit, tulang, tendon, tulang rawan, jaringan ikat, dan gigi.
  • Tipe 2: Kolagen tipe 2 terbuat dari serat yang lebih longgar. Tipe ini ditemukan pada tulang rawan elastis yang berperan sebagai bantalan sendi.
  • Tipe 3: Kolagen tipe ini mendukung struktur otot, berbagai organ tubuh, dan pembuluh darah.
  • Tipe 4: Kolagen tipe 4 yang ditemukan pada lapisan kulit ini dapat membantu ginjal menyaring racun.

Bagaimana kolagen dapat terbentuk dalam tubuh?

Lapisan kulit memiliki sejumlah sel khusus yang bekerja menghasilkan molekul mini yang dikenal dengan prokolagen. Prokolagen terbentuk dari gabungan dua jenis asam amino bernama glycine dan proline, dengan melibatkan vitamin C.Pada lapisan kulit kedua (dermis) kolagen membentuk jaringan fibrosa sel yang disebut fibroblas. Fibroblas berperan untuk menumbuhkan sel-sel baru dan menggantikan sel-sel kulit mati agar kulit tampak lebih bersih, cerah, dan kenyal.Secara alami, tubuh dapat memproduksi kolagen sendiri. Namun seiring bertambahnya usia, produksi kolagen bisa semakin menurun. Selain itu, paparan sinar matahari, zat dari polusi, kebiasaan merokok, serta konsumsi makanan tinggi gula dapat menghambat produksi kolagen.Jika tubuh kekurangan kolagen, tampilan kulit bisa tampak kendur serta muncul garis-garis halus dan keriput.Tak hanya orang lanjut usia, orang-orang usia pertengahan 20 tahun juga dapat mengalami kondisi ini. Pada wanita yang mengalami menopause, kekurangan produksi kolagen bisa mencapai 30% pada 5 tahun pertama. Jumlah kolagen yang menipis juga sering kali dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan tertentu. Misalnya, otot melemah, nyeri sendi (osteoarthritis), tendon dan ligamen kaku, hingga masalah gastrointestinal karena penipisan lapisan saluran pencernaan.BACA JUGA: Rekomendasi Minuman Collagen agar Kulit Sehat dan Tampak Awet Muda

Apa fungsi kolagen untuk kesehatan kulit?

Ada berbagai macam manfaat kolagen. Selain meredakan nyeri sendi, meningkatkan massa otot, hingga memperkuat tulang, berikut manfaat kolagen untuk kesehatan kulit selengkapnya.

1. Mengurangi keriput dan garis-garis halus

Kolagen merupakan komponen penting bagi kulit. Semakin sedikit produksi kolagen dalam tubuh, bisa membuat kulit terasa kering hingga timbul tanda-tanda penuaan dini, seperti keriput dan garis-garis halus.Untuk itu, fungsi kolagen penting guna menjaga elastisitas dan hidrasi kulit serta mengurangi tampilan keriput.Anda bisa memperoleh manfaat kolagen untuk kulit melalui konsumsi suplemen. Dalam sebuah studi yang dimuat dalam Skin Pharmacology and Physiology, wanita yang mengonsumsi 2.5-5 gram suplemen kolagen selama 8 minggu berturut-turut terbukti dapat meningkatkan elastisitas kulit dibandingkan dengan orang-orang yang tidak minum suplemen.
Manfaat kolagen untuk mengurangi keriput
Kulit yang kekurangan kolagen akan muncul keriput dan garis halus
Kolagen juga bisa diperoleh melalui suntikan filler untuk memperbaiki kulit wajah yang kendur dan mengurangi keriput agar tampak lebih muda. Suntik filler mengandung kolagen pun dapat memperbaiki bekas luka yang tidak terlalu dalam akibat bekas jerawat.Penggunaan krim anti-aging pun disebut dapat memperbaiki tampilan kulit dengan mengurangi keriput dan garis halus.Meski begitu, sebenarnya molekul kolagen dalam krim terlalu besar bila diserap kulit sehingga hanya bekerja pada permukaan kulit. Namun, penggunaan krim tersebut cukup efektif untuk menjaga kelembapan dan kekenyalan kulit.

2. Menyembuhkan luka

Fungsi kolagen berfungsi untuk membantu menyembuhkan luka dengan menarik sel-sel kulit baru ke area kulit yang mengalami luka. Dengan begitu, jaringan kulit yang baru bisa lebih cepat pulih dan kuat.Manfaat kolagen juga baik untuk membangun jaringan beberapa bagian tubuh lain, termasuk otot, tendon, dan ligamen sehingga membantu Anda pulih dari cedera yang dialami.

3. Menebalkan rambut

Rambut tebal berkat manfaat kolagen
Konsumsi suplemen kolagen bisa membuat rambut tebal
Seiring bertambahnya usia, wanita yang kekurangan kolagen dalam tubuh mungkin mengalami penipisan rambut atau rambut rontok. Sedangkan, pria mengalami kebotakan.Nah, fungsi kolagen disebut dapat menebalkan rambut. Sebuah studi menyebutkan manfaat yang didapat melalui konsumsi suplemen kolagen secara rutin dapat membuat rambut lebih tebal.

4. Menyehatkan kuku

Tak hanya untuk kulit dan rambut, manfaat kolagen ternyata baik untuk menyehatkan kuku. Sebuah penelitian yang melibatkan partisipan wanita membuktikan, konsumsi suplemen kolagen berturut-turut selama 4 minggu dapat mempercepat pertumbuhan kuku.BACA JUGA: Manfaat Suplemen Kolagen untuk Kesehatan Kulit

Cara menjaga dan meningkatkan produksi kolagen

Penurunan kolagen dapat memicu tanda-tanda penuaan serta menyebabkan masalah pada kesehatan. Untuk mencegahnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar produksi kolagen tetap terjaga, seperti:

1. Konsumsi makanan sehat

Selain makan makanan yang mengandung kolagen, cara meningkatkan produksi kolagen yang ampuh bisa melalui konsumsi makanan yang sehat, seperti mengandung:
  • Vitamin C, contohnya jeruk, stroberi, paprika, dan brokoli.
  • Vitamin A terdapat pada salmon, produk olahan susu, telur, ikan, wortel, tomat, dan sayuran hijau.
  • Proline, terdapat dalam putih telur, gandum, produk susu, kol, asparagus, dan jamur.
  • Antosianin, terkandung dalam buah-buah beri, seperti raspberry, blueberry, blackberry, dan ceri.
  • Mineral tembaga, bisa didapat dengan mengonsumsi makanan seperti kerang, kacang-kacangan, dan daging merah.
Konsumsi makanan sehat untuk menjaga kolagen
Makan makanan sehat membantu meningkatkan kolagen dalam tubuh
Selain itu, tubuh juga membutuhkan protein berkualitas tinggi yang mengandung asam amino untuk menghasilkan protein baru.Agar tubuh mendapatkan asam amino, Anda bisa mengonsumsi daging, hidangan laut, susu, kacang-kacangan, dan tahu.Cilantro (daun ketumbar) juga bisa membantu meningkatkan produksi kolagen. Pasalnya, cilantro mengandung vitamin C yang dipercaya dapat merangsang tubuh memproduksi kolagen.Menurut sebuah riset dalam Journal of Medicinal Food, cilantro mengandung asam linolenat, yakni senyawa anti-penuaan (anti-aging) yang baik untuk kulit.Tak hanya cilantro, rempah-rempahan lain yang bisa dikonsumsi sebagai cara meningkatkan kolagen ialah ginseng.Menurut studi yang dimuat dalam Journal of Ethnopharmacology, ginseng mampu merangsang tubuh untuk memproduksi kolagen.

2. Konsumsi suplemen kolagen

Mengonsumsi makanan sehat sebenarnya cukup untuk membentuk kolagen dalam tubuh. Sayangnya, beberapa kondisi tertentu dapat menyebabkan seseorang membutuhkan asupan suplemen kesehatan mengandung kolagen.Konsumsi suplemen kolagen dapat menjaga dan meningkatkan produksi kolagen. Kendati demikian, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu guna mendapatkan rekomendasi suplemen kolagen yang tepat sesuai kondisi kesehatan yang dialami.

3. Cegah kerusakan kolagen alami

Gaya hidup yang tidak sehat berpotensi menurunkan produksi kolagen, bahkan merusaknya. Nah, lakukan cara berikut ini untuk mencegah kerusakan dan penurunan produksi kolagen.
  • Kurangi konsumsi gula dan karbohidrat sederhana. Pola makan tinggi gula dapat meningkatkan glikasi, yakni proses ketika gula darah menempel pada protein untuk membentuk molekul baru yang disebut AGEs (advanced glycation end products). AGEs dapat merusak protein di sekitarnya dan membuat kolagen menjadi kering, rapuh, dan lemah.
  • Hindari paparan sinar matahari berlebihan. Paparan sinar matahari dapat memecah kolagen dengan cepat sehingga merusak serat dan pembentukan elastin secara berlebih. Sinar matahari merusak kolagen pada lapisan dermis.
  • Hindari kebiasaan merokok. Rokok menjadi biang keladi untuk semua masala kesehatan, termasuk menurunkan produksi kolagen. Selain itu, rokok juga dapat menghambat proses penyembuhan luka dan menyebabkan kerutan.
Kolagen adalah protein penting yang membentuk berbagai jaringan tubuh Anda. Pola makan yang tepat, gaya hidup sehat, dan penggunaan produk perawatan tertentu dapat meningkatkan produksi kolagen sehingga kesehatan kulit senantiasa terjaga.Jika masih punya pertanyaan seputar fungsi kolagen dan cara meningkatkan produksinya dalam tubuh, tak ada salahnya bertanya dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya, unduh aplikasi sekarang melalui App Store dan Google Play.
kulit sehatperawatan kulitkesehatan kulitkulit dan kecantikankulit keriputpenuaan
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/collagen
Diakses pada 21 Agustus 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/262881.php
Diakses pada 21 Agustus 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK21582/
Diakses pada 16 November 2021
Journal of Ethnopharmacology. https://www.researchgate.net/publication/6897251_Panax_ginseng_induces_human_Type_I_collagen_synthesis_through_activation_of_Smad_signaling
Diakses pada 16 November 2021
Journal of Medicinal Food. https://www.liebertpub.com/doi/10.1089/jmf.2013.2999
Diakses pada 16 November 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/the-best-way-you-can-get-more-collagen/
Diakses pada 16 November 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/collagen-benefits#_noHeaderPrefixedContent
Diakses pada 16 November 2021
Skin Pharmacology and Physiology. https://www.karger.com/Article/Abstract/351376
Diakses pada 16 November 2021
Web MD. https://www.webmd.com/diet/collagen-health-benefits#1
Diakses pada 16 November 2021
Cedars Sinai. https://www.cedars-sinai.org/blog/collagen-supplements.html
Diakses pada 16 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait