Apa itu Melioidosis? Kenali Lebih Jauh Infeksi Mematikan di Daerah Tropis Ini


Melioidosis adalah penyakit di wilayah tropis yang disebabkan oleh bakteri Burkholderia pseudomallei. Penyakit ini bisa menyerang seseorang jika terpapar tanah atau air yang terkontaminasi.

0,0
11 Jan 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu jenis melioidosis yang paling terjadi yaitu infeksi paru-paruInfeksi di paru-paru akibat melioidosis bisa bersifat ringan, namun juga bisa berat
Melioidosis adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Burkholderia pseudomallei. Melioidosis berisiko menjadi infeksi yang fatal dan menjadi masalah kesehatan di wilayah tropis, termasuk di Asia Tenggara dan Australia bagian utara. Ketahui lebih jauh terkait melioidosis, penularannya, serta ragam gejalanya.

Bagaimana penularan melioidosis?

Bakteri penyebab melioidosis terdapat di air dan tanah yang terkontaminasi. Manusia dan hewan dapat tertular bila menghirup debu atau tetesan air yang terkontaminasi, menelan air yang terkontaminasi, atau terpapar tanah yang terkontaminasi (terutama melalui luka di kulit).Penularan melioidosis jarang terjadi antara satu orang ke orang lain. Kendati beberapa kasus penularan orang ke orang telah dilaporkan, tanah dan air yang terkontaminasi tetap menjadi media utama infeksi bakteri ini.Selain manusia, hewan yang rentan terhadap melioidosis antara lain:
  • Domba
  • Kambing
  • Babi
  • Kuda
  • Kucing
  • Anjing
  • Sapi

Jenis-jenis infeksi melioidosis

Fakta yang mengkhawatirkan dari melioidosis adalah penyakit ini terdiri atas beberapa jenis. Jenis-jenis infeksi akibat melioidosis, yaitu:

1. Infeksi di paru-paru

Jenis melioidosis yang paling sering terjadi yaitu infeksi pada paru-paru. Masalah di paru-paru tersebut bisa terjadi dengan sendirinya atau berasal dari infeksi di aliran darah. Infeksi di paru-paru akibat melioidosis bisa bersifat ringan seperti bronkitis, namun juga bisa berat seperti pneumonia dan syok septik.

2. Infeksi di darah

Infeksi melioidosis di paru-paru yang tidak cepat ditangani dapat menjelma menjadi septikemia, yakni infeksi di aliran darah. Septikemia, atau disebut juga dengan syok septik, merupakan infeksi paling serius dan dapat mengancam nyawa. 

3. Infeksi lokal

Infeksi lokal melioidosis dapat terjadi di area kulit serta organ yang berada di bawah kulit. Infeksi lokal dapat menyebar ke aliran darah. Sebaliknya, infeksi di aliran darah juga dapat menimbulkan infeksi lokal.

4. Infeksi diseminata

Pada jenis melioidosis ini, pasien dapat mengalami luka di lebih dari satu organ di tubuhnya. Luka tersebut bisa berkaitan dengan syok septik atau tidak berhubungan sama sekali. Luka akibat infeksi bisa berlokasi di hati, paru-paru, prostat, dan limpa. Pada kasus yang jarang terjadi, infeksi juga bisa menyerang sendi, tulang, nodus limfa, dan otak.

Ragam gejala melioidosis

Gejala saat seseorang terserang melioidosis dapat bergantung pada jenis infeksi di atas, termasuk:

1. Gejala infeksi di paru-paru

  • Batuk berdahak normal atau malah tidak berdahak
  • Nyeri dada saat bernapas
  • Demam tinggi
  • Sakit kepala dan nyeri otot 
  • Penurunan berat badan

2. Gejala infeksi di aliran darah

  • Demam, yang bisa diiringi dengan menggigil dan berkeringat
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Masalah pernapasan, termasuk sesak napas
  • Sakit perut bagian atas
  • Diare
  • Nyeri sendi dan nyeri otot
  • Disorientasi
  • Luka dengan nanah di kulit atau di bagian dalam hati, limpa, otot, atau prostat

3. Gejala infeksi lokal

  • Nyeri atau bengkak di area yang terlokalisasi
  • Demam
  • Ulkus atau abses pada kulit atau di bawahnya

4. Gejala infeksi diseminata

  • Demam
  • Penurunan berat badan
  • Sakit perut atau dada
  • Nyeri otot atau sendi
  • Sakit kepala
  • Kejang
Secara umum, gejala bisa muncul dalam kurun 2-4 minggu setelah pasien terpapar bakteri. Namun, beberapa orang bisa menunjukkan gejala setelah bertahun-tahun atau mungkin tidak menunjukkan gejala walau sudah tertular.

Penanganan untuk melioidosis

Penanganan untuk melioidosis dapat berbeda-beda tergantung pada jenis melioidosis yang dialami pasien.  Namun, secara umum, pasien akan memerlukan antibiotik yang diberikan melalui dua tahap:

1. Penanganan melioidosis tahap pertama

Tahap pertama pengobatan untuk melioidosis adalah antibiotik yang diberikan secara intravena (IV). Durasi pemberian antibiotik harus minimal 10-14 hari dan bisa berlangsung selama 8 minggu. Antibiotik yang diberikan dapat berupa:
  • Ceftazidime, diberikan setiap enam sampai delapan jam
  • Meropenem, diberikan setiap delapan jam

2. Penanganan melioidosis tahap kedua

Tahap kedua penanganan melioidosis adalah pemberian antibiotik oral selama tiga hingga enam bulan. Antibiotik yang diberikan dapat berupa:
  • Sulfamethoxazole-trimethoprim, diminum setiap 12 jam
  • Doksisiklin, diminum setiap 12 jam

Catatan dari SehatQ

Melioidosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Burkholderia pseudomallei. Penyakit ini utamanya terjadi di area tropis, termasuk Asia Tenggara dan Australia bagian utara. Jika masih memiliki pertanyaan terkait melioidosis, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi tentang penyakit nan terpercaya.
infeksi bakteriinfeksi kulitinfeksi paru-paru
Healthline. https://www.healthline.com/health/melioidosis
Diakses pada 29 Desember 2020
CDC. https://www.cdc.gov/melioidosis/index.html
Diakses pada 29 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait