Kenali Fakta Dampak, Penyebab, dan Gejala Virus Corona yang Wajib Diketahui

(0)
27 Jan 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Virus corona pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok.Penyebaran virus corona sudah semakin parah dan terjadi di berbagai negara
Penyakit yang tadinya disebut sebagai wabah misterius dari kota Wuhan, Tiongkok, telah diidentifikasi sebagai virus corona jenis baru. Badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), telah menetapkan nama sementara penyakit ini, yaitu novel coronavirus atau 2019-nCOV.Tidak hanya di negara asalnya, penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini sekarang sudah menyebar ke berbagai negara, seperti Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, hingga Prancis dan Amerika Serikat. Total jumlah penderita yang terinfeksi saat ini tercatat ada sekitar 2.700 orang dan 80 orang meninggal dunia. 

Kenali apa itu virus corona beserta penyebabnya

Virus corona adalah virus penyebab berbagai gangguan pernapasan, mulai dari SARS, MERS, hingga novel coronavirus
Virus corona jenis baru jadi penyebab wabah mematikan di Tiongkok
Virus corona sebenarnya merupakan penyebab umum gangguan pernapasan, seperti pilek dan infeksi saluran pernapasan. Virus corona sendiri terdiri dari berbagai jenis seperti SARS-cov yang menyebabkan severe acute respiratory syndrome (SARS) dan MERS-cov yang menyebabkan Middle-east respiratory syndrome (MERS). Beberapa tahun yang lalu, kedua penyakit ini juga sempat menjadi wabah yang menyerang banyak orang.Jadi, virus corona yang saat ini sedang mewabah di seluruh dunia, SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19, hanyalah salah satu dari sekian banyak jenis virus corona yang saat ini sudah ditemukan. Virus ini bersifat zoonosis. Artinya, virus corona ini sebenarnya diidap oleh binatang tertentu lalu selanjutnya virus ini bisa menular dari hewan ke manusia. Virus corona bisa menyebabkan penyakit ke manusia apabila ada kontak antara binatang yang terinfeksi dengan individu tersebut. Saat ini, penyebarannya juga diketahui bisa terjadi antarmanusia, apabila ada individu yang melakukan kontak secara langsung dengan penderita virus corona.Hingga saat ini, diketahui sudah ada satu orang dokter di Tiongkok yang meninggal dunia akibat tertular virus corona dari pasien yang ditanganinya.

Penularan virus corona

Virus corona 2019-nCOV diduga berasal dari ular
Virus corona 2019-nCOV diduga berasal dari ular
Penyakit novel coronavirus diduga muncul pertama kali pada orang-orang yang telah mengunjungi pasar hewan setempat. Pasar tersebut menjual berbagai daging hewan, mulai dari seafood hingga kelelawar dan ular.Menurut penelitian awal saat virus ini pertama kali ditemukan, para ahli menganggap virus corona jenis ini pertama kali dibawa oleh ular. Meski begitu, karena ini penyakit baru, perlu dilakukan berbagai penelitian lebih lanjut untuk memastikan alur penularannya. Sejauh ini, menurut data terbaru ada juga dugaan bahwa virus corona pertama kali berasal dari kelelawar. Awalnya, infeksi ini diduga ditularkan dari hewan liar ke manusia. Maka dari itu dugaan awal penyebaran penyakit ini terjadi pada orang-orang yang telah mengunjungi pasar hewan liar di kota Wuhan, China. Namun, seperti yang kita tahu, saat ini penularan bisa terjadi antarmanusia dan bisa terjadi dengan sangat mudah, yaitu:
  • Melalui cairan tubuh individu yang terinfeksi, seperti cipratan air liur yang keluar melalui bersin atau batuk
  • Melalui kontak secara langsung dengan penderita, seperti berjabat tangan atau menyentuh tubuh penderita
  • Menyentuh benda dengan partikel virus corona pada permukaanya, lalu langsung menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan
  • Pada kasus virus corona lain, penularan diketahui juga bisa terjadi melalui paparan kotoran atau tinja. Namun, hal ini jarang terjadi.

Ciri terinfeksi virus corona berdasarkan gejalanya

Batuk-batuk, ciri terinfeksi virus corona
Batuk dan mual bisa jadi gejala infeksi virus corona
Pada kasus penderita yang positif terinfeksi virus corona alias Covid-19, ada berbagai gejala yang terjadi. Sebagian besar orang dilaporkan hanya mengalami gejala awal yang ringan atau bahkan tidak merasakan gejala berarti. Namun pada kasus lainnya, ada penderita yang dilaporkan mengalami gejala sangat parah.Gejala yang bisa timbul pada infeksi novel coronavirus antara lain:
  • Demam
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
Gejala bisa reda dalam beberapa hari, tapi dapat juga berkembang menjadi parah, terutama pada anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem imun yang lemah. Pada kelompok individu yang rentan tersebut, gejala bisa berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia.Saat ini, para ahli meyakini bahwa gejala infeksi virus corona jenis ini bisa muncul 2 sampai 14 hari sejak infeksi pertama kali terjadi. Masa antara awal infeksi dengan munculnya gejala dinamakan masa inkubasi. Pada masa inkubasi ini, virus corona sudah bisa menular.Sehingga, bisa saja ada satu individu yang baru kembali dari area wabah atau berkontak dengan penderita, tapi merasa baik-baik saja dan dua minggu kemudian baru merasakan munculnya gejala virus corona.Meskipun demikian, gejala yang muncul bisa jadi sangat parah sehingga membutuhkan Anda segera menghubungi tenaga kesehatan setempat. Ciri dan tanda kondisi parah, meliputi:
  • Sesak napas
  • Nyeri terus-menerus atau rasa seperti tertekan di dada
  • Kebingungan atau tidak bertenaga
  • Bibir atau wajah yang membiru

Situasi seputar virus corona di Indonesia

Di Indonesia sendiri saat ini penularan virus corona atau Covid-19 telah terjadi secara masif. Puluhan ribu orang telah terjangkit dan ribuan nyawa sudah terenggut karena penyakit ini. Berbagai langkah telah dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama menekan penyebaran virus corona mulai dari berdiam diri di rumah selama kurang lebih dua bulan terakhir, hingga pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.Sayangnya, langkah ini belum juga menunjukkan hasil yang signifikan karena angka kasus positif corona di Indonesia terus meningkat. Sebagian masyarakat pun masih tidak mengindahkan anjuran yang diberikan oleh para ahli kesehatan untuk berpartisipasi dalam mencegah penularan virus ini dengan menahan diri untuk bepergian ke tempat umum. Belum lagi wacana pelaksanaan pembukaan kembali berbagai fasilitas umum seperti mall, sekolah, hingga yang sudah terjadi, pembukaan kembali transportasi yang membuat virus ini dikhawatirkan makin mudah menyebar. Saat kehidupan normal perlahan-lahan sudah kembali berjalan, maka yang bisa dilakukan masyarakat adalah melindungi diri semaksimal mungkin untuk mencegah tertular dan menularkan. 

Langkah pencegahan penularan virus corona

Cuci tangan untuk cegah penularan virus corona
Rutin cuci tangan dengan benar penting untuk cegah infeksi virus corona
Karena masih baru, belum ada vaksin yang bisa mencegah terjadinya penularan 2019-nCOV ini. Namun, berbagai lembaga kesehatan mulai dari WHO hingga Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan imbauan mengenai sejumlah untuk membantu agar Anda terhindar dari penularan virus corona, seperti:
  • Rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer yang mengandung alkohol, terutama setelah bersin, batuk, atau menyentuh benda-benda di tempat umum.
  • Saat batuk atau bersin, jangan tutup mulut dengan telapak tangan. Gunakanlah lengan bagian atas atau tisu sekali pakai. Setelah itu, lanjutkan dengan cuci tangan.
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang flu dan demam.
  • Apabila Anda mengalami demam dan flu, segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Saat perjalanan ke luar rumah menuju fasilitas kesehatan, jangan lupa menggunakan masker untuk mencegah penularan ke orang lain.
  • Untuk sementara waktu, jangan mengunjungi pasar hewan.
  • Jangan mengonsumsi makanan yang mentah. Pastikan makanan yang bersumber dari hewan, dimasak sempurna hingga matang.
  • Gunakan masker saat sedang berada di tempat umum.
  • Setelah bepergian, segera ganti pakaian dan mandi.
  • Jangan bepergian ke daerah yang sedang diserang wabah virus corona.

Lakukan physical distancing sesuai anjuran WHO

Physical distancing perlu dilakukan sesuai dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada seluruh masyarakat dunia. Physical distancing merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus corona penyebab Covid-19. Physical distancing tidak berarti memutuskan kegiatan sehari-hari Anda dari rumah. Anda masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari seperti bekerja dari rumah, bertukar kabar dengan teman melalui media sosial, ataupun melakukan pertemuan pekerjaan melalui video call. Hal ini dilakukan untuk memperlambat penyebaran virus corona.Hingga saat ini laporan mengenai pasien positif infeksi virus korona di Indonesia terus meningkat. Oleh karena itu sebaiknya Anda terus menerapkan physical distancing dan tetap menjaga kesehatan dari rumah. Apabila Anda merasakan gejala yang mengkuatirkan dan mencurigai paparan virus corona, maka segeralah menghubungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengecekan. Jangan lupa untuk menggunakan masker apabila merasakan gejala batuk dan bersin, agar mengurangi risiko menularkan virus ke orang lain.
infeksi saluran pernapasaninfeksi virusinfeksi paru-parusindrom merscoronavirus
CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/index.html
Diakses pada 27 Januari 2020
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/blog/the-new-coronavirus-what-we-do-and-dont-know-2020012518747
Diakses pada 27 Januari 2020
Live Science. https://www.livescience.com/new-china-coronavirus-faq.html
Diakses pada 27 Januari 2020
WHO. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
Diakses pada 27 Januari 2020
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/article/view/20012600003/sumber-ncov-belum-diketahui.html
Diakses pada 27 Januari 2020
SehatQ. https://www.sehatq.com/artikel/virus-korona-penyebab-sakit-misterius-di-tiongkok-bisa-menular-antarmanusia
Diakses 27 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait