Apa Perbedaan Antara Hipertensi dan Hipotensi? Ini Penjelasannya


Apa perbedaan antara hipertensi dan hipotensi, yaitu hipotensi adalah kondisi di mana tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg. Sedangkan, hipertensi terjadi ketika tekanan darah melebihi angka 130/80 mmHg.

0,0
30 Aug 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Apa perbedaan antara hipertensi dan hipotensi terletak pada berbagai aspekPenting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah
Supaya tidak keliru, penting untuk memahami apa perbedaan antara hipertensi dan hipotensi. Hipertensi dan hipotensi merupakan kondisi yang berkaitan dengan tekanan darah tidak normal, tetapi keduanya berlawanan. 
Kedua gangguan tekanan darah ini dapat menimbulkan masalah kesehatan yang harus diwaspadai. Mari kita kenali lebih lanjut seputar perbedaan hipertensi dan hipotensi dari berbagai aspek, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Apa perbedaan antara hipertensi dan hipotensi?

Berbicara mengenai apa perbedaan antara hipertensi dan hipotensi, pertama-tama Anda dapat melihatnya dari definisi masing-masing kondisi. Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah kondisi di mana tekanan darah Anda berada di bawah 90/60 mmHg.Sementara itu, hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi di mana tekanan darah Anda meningkat melebihi angka 130/80 mmHg. Padahal tekanan darah normal berada dalam kisaran 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHG.Selain itu, ada beberapa perbedaan hipertensi dan hipotensi berdasarkan karakteristiknya, yaitu:

1. Kemungkinan penyebabnya

Perbedaan hipertensi dan hipotensi dapat diketahui dari penyebab kedua kondisi tersebut. Menurut WHO diperkirakan sekitar 1,13 miliar orang di seluruh dunia menderita hipertensi. Kondisi tekanan darah tinggi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetik, gaya hidup tidak sehat, kondisi kesehatan tertentu (misalnya diabetes atau penyakit ginjal), kurang aktivitas fisik, kelebihan berat badan atau obesitas, serta kebiasaan merokok atau minum-minuman beralkohol.Sementara itu, hipotensi sebetulnya lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan hipertensi. Tekanan darah rendah atau hipotensi dapat dipicu oleh kehamilan, masalah hormon, efek samping obat-obatan, berolahraga berat, aktivitas fisik tinggi, heat stroke, masalah jantung (misalnya aritmia dan gagal jantung), atau penyakit hati.

2. Gejala yang muncul

hipotensi menyebabkan pusing
Hipotensi menyebabkan pusing dan pandangan kabur
Selanjutnya, perbedaan hipertensi dan hipotensi terletak pada gejalanya. Hipertensi termasuk salah satu penyakit silent killer yang bisa menyebabkan kematian secara diam-diam karena sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun.Ketika Anda mengalami tekanan darah tinggi, gejala yang timbul dapat berupa sakit kepala, jantung berdebar-debar, pandangan kabur, lemas, mual dan muntah, kecemasan, nyeri dada, hingga sesak napas.Hipotensi juga terkadang tidak menimbulkan gejala. Namun, Anda juga bisa merasaan sejumlah tanda-tanda, seperti pusing, pandangan kabur atau buram, kulit pucat dan dingin, mual, lemas, kurang konsentrasi, denyut nadi lemah, hilang keseimbangan, atau napas cepat dan pendek.

3. Komplikasi yang ditimbulkan

Perbedaan hipertensi dan hipotensi juga dapat dilihat dari komplikasi yang ditimbulkan. Jika tidak terkontrol, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, dan retinopati hipertensi di mata yang bisa memicu kebutaan.Sedangkan, hipotensi yang tidak ditangani dapat menyebabkan syok. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah sangat rendah sehingga membuat tubuh kekurangan oksigen untuk menjalankan fungsinya. Sebagai konsekuensinya, Anda dapat mengalami kerusakan jantung, otak, dan berbagai organ lainnya.

4. Cara mengatasinya

mengonsumsi obat penurun hipertensi
Konsumsi obat penurun hipertensi sesuai resep dokter
Perbedaan hipertensi dan hipotensi bisa Anda amati dari cara mengatasinya. Hipertensi bisa ditangani dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti berolahraga secara teratur, membatasi asupan tinggi garam, mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah, mengendalikan berat badan, dan mengurangi stres. Anda juga bisa mengonsumsi obat penurun hipertensi yang diresepkan oleh dokter.Sementara itu, hipotensi dapat diatasi dengan cara mengonsumsi lebih banyak cairan, meningkatkan asupan garam sesuai rekomendasi dari dokter, mengubah atau menghentikan konsumsi obat yang menyebabkan hipotensi, serta mengobati kondisi yang mendasarinya.Mengetahui apa perbedaan antara hipertensi dan hipotensi dapat membantu Anda memahami kedua gangguan tekanan darah ini. Jangan sampai Anda menderita salah satu kondisi tersebut dan tidak menanganinya dengan tepat sehingga menyebabkan masalah kesehatan yang berbahaya.

Cara mencegah hipertensi dan hipotensi

Selain perbedaan hipertensi dan hipotensi, Anda juga perlu mengetahui cara mencegah kedua kondisi ini. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari hipertensi dan hipotensi.
  • Menjaga berat badan dalam kisaran yang sehat
  • Berolahraga secara teratur setidaknya 30 menit setiap hari
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
  • Minum cukup air putih minimal 8 gelas setiap hari
  • Berhenti merokok dan konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Kurangi stres, misalnya dengan beristirahat dengan cukup atau melakukan meditasi
  • Pantau tekanan darah secara rutin.
Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar apa perbedaan antara hipertensi dan hipotensi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. 
penyakit jantunghipertensihipotensitekanan darah tinggistroketekanan darah rendah
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Diakses pada 16 Agustus 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/150109#management-and-treatment
Diakses pada 16 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20355465
Diakses pada 16 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure/diagnosis-treatment/drc-20355470
Diakses pada 16 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20046974
Diakses pada 16 Agustus 2021
Web MD. https://www.webmd.com/heart/understanding-low-blood-pressure-basics
Diakses pada 16 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait