Apa Saja Bagian-Bagian Usus Halus?

(0)
27 Jan 2020|Anita Djie
Ini bagian dari usus halus yang penting dalam proses pencernaanKenali berbagai bagian usus halus yang penting dalam pencernaan makanan
Pencernaan tidak hanya terdiri dari tenggorokan dan perut, tetapi juga terdapat usus besar dan usus halus. Sebelum sisa makanan masuk ke usus besar, makanan akan diserap terlebih dahulu di usus halus.Namun, tahukah Anda bahwa terdapat bagian-bagian usus kecil yang berbeda-beda? Usus halus merupakan bagian pencernaan yang terdiri dari beberapa bagian yang menjadi satu kesatuan.

Bagian-bagian usus halus

Usus halus atau usus kecil adalah salah satu organ pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Dari segi diameter, usus halus memiliki lingkar yang lebih kecil daripada usus besar, tetapi dari segi panjang, usus halus lebih panjang dari usus besar.Bagian dinding usus halus dilapisi dengan jaringan yang bertekstur mirip dengan jari atau disebut vili. Jaringan vili sangat berperan untuk menambah luas permukaan dari usus halus agar dapat menyerap nutrisi dari makanan. Kerusakan vili di usus halus akan menimbulkan gejala diare pada seseorang.Dalam usus halus, makanan akan dicerna oleh enzim dalam usus halus dan nutrisinya diserap ke dalam tubuh. Makanan akan bergerak menuju usus besar melalui gerakan peristaltik atau kontraksi dari dinding usus halus.Fungsi utama dari usus halus adalah sebagai tempat terjadinya penyerapan serta sekresi enzim pencernaan. Pada dasarnya, usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Ketiganya memiliki peran yang berbeda-beda.
  • Duodenum

Duodenum atau usus dua belas jari adalah bagian pertama dari usus halus dan terdiri dari empat bagian. Umumnya, bagian usus halus yang satu ini berperan dalam proses penyerapan air, elektrolit, protein dan karbohidrat.
  • Jejunum

Bagian usus halus yang kedua adalah jejunum. Jejunum memiliki dinding usus yang lebih tebal dan lebar daripada bagian usus halus ileum.Senyawa karbohidrat, air, elektrolit, dan protein juga diserap di jejunum, tetapi bagian usus halus ini lebih banyak menyerap nutrisi lemak dari makanan yang dicerna.
  • Ileum

Bagian usus halus yang ketiga atau terakhir adalah ileum yang merupakan bagian terpanjang dari usus kecil. Pada bagian ujung ileum terdapat katup yang berfungsi untuk mengendalikan pengeluaran isi dari ileum ke usus besar.Pada bagian usus halus ileum akan terjadi penyerapan garam empedu, air, elektrolit, vitamin B12, dan nutrisi lain yang tidak diserap di duodenum dan jejunum.

Gangguan yang dapat terjadi pada usus halus

Tidak hanya usus besar, bagian-bagian usus halus juga bisa mengalami masalah medis. Usus halus bisa mengalami pendarahan atau terjangkit berbagai infeksi. Berikut adalah beberapa gangguan yang dapat dirasakan oleh usus kecil.
  • Penyumbatan usus halus

Masalah ini dapat timbul ketika makanan atau tinja tidak bisa melewati usus halus dan terjebak di dalamnya.Gejala yang dapat dialami bisa berupa sembelit, muntah, kesulitan buang angin, kembung, bunyi usus yang keras, kram atau nyeri perut yang parah, dan pembengkakan pada perut.
  • Irritable bowel syndrome

Irritable bowel syndrome atau IBS biasanya mengganggu usus besar, tetapi tidak jarang kondisi ini dapat terjadi di usus halus. Penderitanya dapat mengalami kembung, perubahan pada pola buang air besar, kram perut, sembelit, dan diare.
  • Penyakit Crohn

Penyakit Crohn memicu peradangan pada bagian usus halus, khususnya bagian ileum. Umumnya, gejala yang dialami adalah diare dan sakit perut, tetapi penderitanya juga bisa mengalami demam, pendarahan dari dubur, dan penurunan berat badan.
  • Penyakit Celiac

Penyakit Celiac adalah salah satu penyakit autoimun yang diturunkan secara genetik yang menyebabkan kerusakan pada bagian usus halus ketika penderitanya mengonsumsi gluten. Indikasi umum dari gangguan ini adalah diare dan sakit perut.
  • Kanker usus

Meskipun jarang terjadi, kanker usus dapat menyerang Anda! Beberapa indikasinya adalah adanya darah di tinja, sakit perut, penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, dan terdapat benjolan di perut.

Catatan dari SehatQ

Jika terdapat gangguan atau masalah menyangkut perut Anda yang tidak kunjung reda atau makin parah meskipun sudah mengonsumsi obat dari apotek, segera konsultasikan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
usushidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/small-intestine#1
Diakses pada 27 Januari 2020
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/smallintestinedisorders.html
Diakses pada 27 Januari 2020
 MedlinePlus. https://medlineplus.gov/intestinalobstruction.html
Diakses pada 27 Januari 2020
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/crohnsdisease.html
Diakses pada 27 Januari 2020
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/celiacdisease.html
Diakses pada 27 Januari 2020
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/irritablebowelsyndrome.html
Diakses pada 27 Januari 2020
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/intestinalcancer.html
Diakses pada 27 Januari 2020
Kenhub. https://www.kenhub.com/en/library/anatomy/the-small-intestine
Diakses pada 27 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait