Asam D-Aspartat untuk Testosteron, Tidak Semua Pria Bisa Merasakan Manfaatnya


Asam D-aspartat merupakan asam amino yang diyakini dapat meningkatkan kadar testosteron. Namun, efek peningkatan testosteron tersebut hanya dirasakan oleh beberapa pria.

0,0
09 Mar 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Asam D-aspartat merupakan asam amino yang diyakini dapat meningkatkan kadar testosteronPara pria biasanya mengonsumsi suplemen asam D-aspartat untuk meningkatkan kadar testosteron
Testosteron merupakan “hormon pria” yang bertanggung jawab dalam mekanisme pembangunan otot dan gairah seks. Berbagai cara pun dilakukan oleh pria untuk meningkatkan kadar hormon testosteron, termasuk dengan mengonsumsi suplemen asam D-aspartat (D-aspartic acid). Bagaimana sebenarnya efektivitas asam D-aspartat untuk testosteron?

Mengenal apa itu asam D-aspartat

Asam D-aspartat adalah salah satu dari dua bentuk asam amino yang disebut asam aspartat. Asam D-aspartat memiliki rumus kimia yang sama dengan saudaranya, yakni asam L-aspartat. Perbedaannya ada pada struktur molekulnya, yakni kedua asam aspartat ini saling membentuk bayangan cermin.Asam L-aspartat diproduksi secara alami di dalam tubuh. Jenis asam aspartat ini digunakan tubuh untuk menyusun proteinSebaliknya, asam D-aspartat tidak berperan dalam pembangunan protein. Melainkan, asam amino ini terlibat dalam produksi dan pelepasan hormon di dalam tubuh. Asam D-aspartat dilaporkan dapat meningkatkan pelepasan hormon di otak yang kemudian merangsang produksi testosteron. Asam amino ini juga berperan dalam pelepasan testosteron di dalam testis.Karena memengaruhi produksi testosteron, banyak pria kemudian mengonsumsi suplemen asam D-aspartat demi meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh mereka. Namun tampaknya, tidak semua pria bisa merasakan efek asam D-aspartat terhadap testosteron.

Potensi manfaat asam D-aspartat

Berikut ini potensi manfaat yang ditawarkan asam D-aspartat yang sudah dilaporkan beberapa riset:

1. Berpotensi meningkatkan testosteron pada kelompok pria tertentu

Riset yang sudah ada melaporkan bahwa tidak semua pria mengalami peningkatan kadar testosteron dari konsumsi asam D-aspartat.Menurut sebuah studi pada pria dengan berat badan berlebih, mengonsumsi asam D-aspartat selama 28 hari dapat meningkatkan kadar hormon testosteron. Namun sayangnya, beberapa responden lain tidak mengalami peningkatan hormon pria ini.Selain riset di atas, beberapa studi lain sebenarnya juga menemukan adanya peningkatan testosteron pada sebagian pria. Namun, manfaat ini tidak dirasakan oleh pria yang sudah aktif secara fisik.Menurut sebuah riset, melakukan latihan angkat beban dan mengonsumsi suplemen asam D-aspartat tidak berefek pada kenaikan hormon testosteron. Bahkan, riset lain melaporkan bahwa pria yang aktif melakukan latihan beban diiringi dengan suplementasi asam aspartat mengalami penurunan dalam kadar testosteron mereka. Karena riset-riset di atas memberikan hasil yang berbeda, maka efek asam D-aspartat untuk testosteron pria masih memerlukan studi lebih lanjut. Manfaat asam D-aspartat terhadap testosteron dilaporkan tidak berefek pada pria yang sudah aktif melakukan latihan fisik.

2. Berpotensi untuk meningkatkan kesuburan kelompok pria tertentu

Asam D-aspartat juga berpotensi bermanfaat untuk membantu pria yang mengalami masalah kesuburan, walau riset untuk menyokong manfaat ini masih terbatas.Menurut studi dalam jurnal Advances in Sexual Medicine, konsumsi suplemen asam D-aspartat selama tiga bulan dilaporkan dapat meningkatkan jumlah sperma pada 60 pria. Peneliti juga melaporkan adanya peningkatan angka kehamilan yang dialami pasangan dari responden riset ini.

Efek samping dan keamanan penggunaan asam D-aspartat

Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi asam D-aspartat. Pasalnya, riset terkait keamanan dan dosis aman suplemen ini masih diperlukan.Studi yang mengkaji suplementasi asam D-aspartat tidak melaporkan adanya efek samping tertentu. Namun, beberapa pria lain melaporkan kemunculan efek samping dari konsumsi asam D-aspartat, seperti efek lekas marah, sakit kepala, dan rasa gugup. Karena belum jelas apakah asam D-aspartat benar-benar aman untuk dikonsumsi semua pria, Anda tentu harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. Dokter dapat memberikan dosis aman maupun durasi penggunaan yang sesuai dengan kesehatan Anda.

Catatan dari SehatQ

Asam D-aspartat merupakan asam amino yang diyakini dapat berefek pada peningkatan produksi testosteron. Namun, efek tersebut dilaporkan hanya dialami oleh sebagian pria. Pria yang sudah aktif berolahraga disebutkan tidak mengalami perubahan kadar testosteron walau sudah mengonsumsi asam D-aspartat.Apabila masih memiliki pertanyaan terkait asam D-aspartat, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya
hormon seksproteinmeningkatkan kesuburanhormon
Bentham Open. https://benthamopen.com/ABSTRACT/TONUTRAJ-8-43
Diakses pada 22 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/d-aspartic-acid-and-testosterone
Diakses pada 22 Februari 2021
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25844073
Diakses pada 22 Februari 2021
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24074738
Diakses pada 22 Februari 2021
News-Medical. https://www.news-medical.net/health/What-is-Aspartic-Acid.aspx
Diakses pada 22 Februari 2021
Scientific Research Publishing. https://www.scirp.org/journal/PaperInformation.aspx?paperID=24016
Diakses pada 22 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait