Bahaya Kol Goreng bisa Timbulkan Kanker? Ini Penjelasannya

(0)
08 Jan 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bahaya kol goreng bisa menyebabkan berbagai penyakitKol goreng digemari oleh sebagian masyarakat
Bagi sebagian pecinta kuliner, menikmati pecel ayam atau pecel lele tidak lengkap rasanya tanpa kehadiran kol goreng. Namun di balik kelezatannya, Anda harus waspada terhadap bahaya kol goreng yang tidak main-main bagi kesehatan, salah satunya adalah menyebabkan kanker.Kol dapat berwarna putih, hijau, merah, hingga ungu. Kol juga sebetulnya memiliki manfaat kesehatan yang mirip dengan kale atau brokoli, yakni sama-sama bagus dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.Berdasarkan studi, kol terbukti memiliki manfaat sebagai penangkal radiasi, mencegah munculnya sel-sel kanker di dalam tubuh, serta menurunkan risiko penyakit jantung. Namun, kol dapat berbalik membahayakan kesehatan Anda jika tidak diolah dengan tepat.

Bahaya kol goreng dan kanker

Salah satu cara pemasakan yang dinilai tidak sehat, apapun jenis bahan makanannya, ialah digoreng. Bahkan minyak goreng yang dipanaskan saja sudah mungkin mengandung zat-zat yang bersifat memicu kanker alias karsinogen.Ketika sayuran (termasuk kol) digoreng, maka akan mengeluarkan karsinogen berupa acrylamide. Acrylamide terbentuk karena adanya reaksi antara kandungan gula dan asam amino pada tumbuhan yang disebut asparagine.Konsumsi makanan yang mengandung acrylamide secara konstan dalam jangka waktu tertentu disebut-sebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker. Bahaya kol goreng yang satu ini berhubungan dengan sifat acrylamide yang menyebabkan peradangan di dalam tubuh.Beberapa jenis kanker yang disebabkan oleh paparan acrylamide, yakni:Badan Makanan dan Obat-Obatan Amerika Serikat (FDA) membenarkan bahwa acrylamide memang dapat menyebabkan kanker. Klaim ini pun sudah dibuktikan dalam penelitian di laboratorium dengan menggunakan hewan sebagai subjek percobaan.Namun, FDA menambahkan, penelitian tersebut dilakukan dengan menyuntikkan acrylamide dengan dosis tinggi pada hewan. Di sisi lain, kandungan acrylamide pada sayuran yang digoreng sebetulnya tidak terlalu signifikan.Dengan kata lain, bahaya kol goreng yang digadang-gadang menyebabkan kanker mungkin tidak akan Anda rasakan bila Anda tidak berlebihan dalam mengonsumsinya.Penelitian lain menyebutkan, cara paling baik memakan kol adalah dalam kondisi mentah sebagai lalapan atau dimasak namun jangan dengan suhutinggi, karena jika kol digoreng dalam suhu tinggi, ia akan menghancurkan enzim myrosinase yang justru dibutuhkan untuk mencegah kanker

Bahaya kol goreng selain kanker

Selain risiko kanker, mengonsumsi kol goreng juga bisa picu berbagai efek negatif lain bagi tubuh. Berikut ini bahaya kol goreng yang juga perlu diwaspadai

1. Kol goreng bisa tidak memiliki nutrisi yang berguna untuk tubuh

Gizi pada kol yang mungkin hilang adalah vitamin E, vitamin A, dan beta karoten. Vitamin B1, B2, B6, dan vitamin C pada kol juga bisa berkurang karena proses pemasakan dengan cara digoreng. Namun, seberapa banyak kandungan yang hilang ini juga tergantung dari penggunaan minyak yang Anda gunakan, suhu panas minyak tersebut, hingga lamanya waktu memasak.Berkurangnya kandungan nutrisi pada kol yang digoreng memang tidak secara langsung membahayakan kesehatan Anda. Namun, Anda pun jadi tidak bisa memaksimalkan manfaat kol untuk tubuh, misalnya mengurangi sakit perut, mengatasi asam lambung (GERD), hingga menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

2. Picu penyakit jantung

Bahaya kol goreng yang satu ini tentu tidak boleh diabaikan. Mengonsumsi makanan yang digoreng, meski itu adalah sayuran seperti kol, tetap bisa memicu terjadinya tekanan darah tinggi dan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kedua kondisi tersebut merupakan faktor pemicu penyakit jantung yang utama.

3. Tingkatkan risiko diabetes tipe 2

Bahaya kol goreng yang terakhir adalah dapat memicu terjadinya diabetes tipe 2. Para ahli menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi banyak makanan yang digoreng berisiko lebih besar mengalami penyakit ini.

4. Buat berat badan meningkat

Makanan yang digoreng mengandung kalori yang tinggi, sehingga bisa picu kenaikan berat badan apabila dikonsumsi secara berlebihan. Tidak hanya soal kalori, makanan yang digoreng juga dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan kemampuan tubuh dalam menyimpan lemak.

Bagaimana cara menghindari bahaya kol goreng

Untuk mendapatkan manfaat sayur kol sekaligus menghindari bahaya kol goreng, Anda sebaiknya mengubah cara memasak kol. Sebisa mungkin, konsumsi kol dalam kondisi mentah atau dikukus setengah matang.Bila Anda ingin menggoreng kol, gunakan minyak baru (bukan jelantah) dan terbuat dari minyak zaitun atau bunga matahari. Jenis minyak ini disebut-sebut tidak membuat kol banyak membuang nutrisi berharganya selama proses pemasakan berlangsung.Saat Anda makan kol goreng, imbangi juga dengan memakan kol mentah atau sayuran mentah lainnya yang telah dipastikan kebersihannya. Bila Anda khawatir dengan kondisi kesehatan selepas mengonsumsi kol goreng, periksakan diri ke dokter.
makanan tidak sehatkankerbuah dan sayuran
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/284823.php
Diakses pada 8 Januari 2020
Nutrition Facts. https://nutritionfacts.org/2015/07/21/why-deep-fried-foods-may-cause-cancer/
Diakses pada 8 Januari 2020
FDA. https://www.fda.gov/food/chemicals/survey-data-acrylamide-food
Diakses pada 8 Januari 2020
Livestrong. https://www.livestrong.com/article/545378-nutritional-value-of-fried-vegetables/
Diakses pada 8 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-171/cabbage
Diakses pada 8 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/frying-vegetables-versus-boiling
Diakses pada 8 Januari 2020
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/8164597_Glucosinolates_and_Myrosinase_Activity_in_Red_Cabbage_Brassica_oleracea_L_Var_Capitata_f_rubra_DC_after_Various_Microwave_Treatments
Diakses pada 8 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/why-fried-foods-are-bad
Diakses pada 30 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait