Risiko Efek Samping Metformin yang Perlu Diwaspadai Penderita Diabetes


Efek samping metformin jangka panjang bagi penderita diabetes salah satunya adalah asidosis laktat. Efek samping ini dapat membahayakan nyawa, maka Anda perlu berhati-hati dalam menakar dosis dan meminumnya.

(0)
04 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Efek samping metformin jangka panjang yang serius bagi penderita diabetesMetformin dapat menimbulkan efek samping tertentu, mulai dari yang ringan hingga yang serius
Metformin adalah sala satu jenis obat yang digunakan penderita diabetes tipe 2 untuk mengendalikan kadar gula darah mereka. Namun sama seperti obat lainnya, metformin memiliki efek samping tertentu yang perlu diwaspadai. Beberapa efek samping metformin bahkan dapat berlangsung dalam angka panjang dan bersifat serius.

Efek samping metformin yang paling umum

Efek samping metformin muntah
Muntah adalah efek samping metformin yang umum
Pengobatan gula darah tinggi dengan metformin pada umumnya dimulai dengan dosis terendah 500 mg untuk orang dewasa, dan dikonsumsi 2-3 kali sehari. Beberapa orang mungkin juga diresepkan 850 mg obat yang diminum 1-2 kali sehari.Dosis pada orang dewasa dapat ditingkatkan 2000-3000 mg setiap hari secara bertahap dengan interval waktu minimal 1 minggu. Mengutip Medline Plus, selama menggunakan metformin, Anda mungkin dapat merasakan efek samping yang umum seperti:
  • Heartburn (sensasi terbakar dan panas pada ulu hati)
  • Sakit perut
  • Mual atau muntah
  • Perut kembung dan bergas
  • Diare
  • Sembelit
  • Penurunan berat badan
  • Sakit kepala
  • Rasa logam yang tidak enak di mulut
Mual, muntah, dan diare adalah beberapa efek samping yang paling umum dialami orang ketika mereka pertama kali menggunakan metformin. Anda dapat mengurangi efek samping ini dengan mengonsumsi metformin setelah makan. Efek samping tersebut juga cenderung hilang setelah beberapa waktu.Untuk membantu menurunkan risiko diare yang parah, dokter biasanya menganjurkan agar konsumsi metformin dimulai dengan dosis rendah,dan kemudian meningkatkannya perlahan-lahan.

Efek samping metformin jangka panjang yang jarang tapi bersifat serius

Di samping efek samping ringan, metformin juga dapat menimbulkan efek samping dalam jangka panjang yang sifatnya serius. Efek samping serius tersebut, termasuk:

1. Asidosis laktat

Asidosis laktat terjadi ketika adanya penumpukan asam laktat di tubuh. Asidosis laktat sendiri merupakan sebuah kondisi medis yang juga menimbulkan beberapa gejala, misalnya:
  • Rasa lelah yang berlebihan dan lemas
  • Nafsu makan yang menurun
  • Mual dan muntah
  • Sulit bernapas
  • Pusing
  • Detak jantung yang cepat atau lambat
  • Menggigil
  • Nyeri otot
  • Kulit yang tiba-tiba memerah dan menghangat
  • Sakit perut
Efek samping ini cenderung jarang terjadi. Namun, jika Anda merasakan gejala di atas, Anda harus segera mendapatkan penanganan gawat darurat.

2. Anemia

Menurut Medline Plus, metformin dapat menurunkan kadar vitamin B12. Pada kasus yang jarang terjadi, kondisi tersebut dapat menyebab anemia atau rendahnya kadar sel darah merah. Rasa lelah dan pusing merupakan gejala dari anemia.Apabila dokter menyimpulkan konsumsi metformin memicu anemia, dokter mungkin menawarkan obat diabetes lain atau menyarankan konsumsi vitamin B12.

3. Hipoglikemia

Konsumsi kombinasi metformin dengan obat diabetes lain kadang menimbulkan efek samping hipoglikemia atau rendahnya kadar gula darah. Efek samping ini juga berisiko terjadi pada penderita yang mengonsumsi metformin namun berolahraga berlebihan, mengonsumsi alkohol, atau tidak mendapatkan asupan sehat.Beberapa gejala dari hipoglikemia sebagai efek samping metformin jangka panjang, yaitu:
  • Lelah dan lemas
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Pusing
  • Detak jantung tidak normal, seperti terlalu cepat atau terlalu lambat
Efek samping metformin berupa sakit perut
Sakit perut dapat menjadi efek samping metformin
Untuk mencegah hipoglikemia, pasien yang mengonsumsi metformin harus senantiasa mengonsumsi makanan sehat. Konsultasikan pula dengan dokter terkait olahraga yang bisa Anda jalani, serta patuhi konsumsi obat yang diberikan.

Siapa yang paling berisiko mengalami efek samping serius dari obat metformin?

Efek samping yang lebih serius setelah mengonsumsi obat metformin umumnya terjadi pada beberapa orang yang memiliki kategori berikut:
  • Pernah mengalami reaksi alergi terhadap metformin atau obat lain
  • Menderita diabetes yang tidak terkendali
  • Memiliki masalah hati atau ginjal
  • Menderita infeksi yang parah
  • Baru mengalami serangan jantung atau gagal jantung dalam
  • Memiliki masalah pernapasan atau aliran darah
  • Minum banyak alkohol

Peringatan sebelum konsumsi metformin

Selalu terbuka dengan dokter terkait riwayat medis dan konsumsi obat yang Anda jalani. Jika memiliki kondisi medis berikut ini, Anda mungkin tak bisa mengonsumsi metformin.
  • Mengalami gangguan ginjal, jantung, dan hati, karena dapat meningkatkan risiko asidosis laktat.
  • Mengonsumsi alkohol, karena meningkatkan risiko asidosis laktat dan hipoglikemia.
  • Hendak menjalani tindakan operasi dan radiasi, karena juga menaikkan risiko asidosis laktat.

Catatan dari SehatQ

Bagaimanapun, setiap obat berisiko menimbulkan efek samping tertentu, termasuk metformin. Apabila dokter meresepkan metformin, Anda disarankan untuk menanyakan pada dokter terkait efek samping yang mungkin akan timbul.Anda juga harus senantiasa melaporkan kondisi medis yang pernah dialami, serta obat lain yang tengah dikonsumsi.
diabetes melitus tipe 2obat antidiabetesminum obatkomplikasi diabetesgula darah
Healthline. https://www.healthline.com/health/diabetes/metformin-side-effects
Diakses pada 22 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/lactic-acidosis
Diakses pada 22 Januari 2020
Web MD. https://www.webmd.com/diabetes/metformin-side-effects#2-6
Diakses pada 4 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait