Beda Bentuk Beda Fungsi, Kenali Jenis Gula dan Kegunaannya


Ada beragam jenis gula yang beredar di pasaran. Selain gula pasir, Anda mungkin pernah mendengar gula aren, gula jagung, hingga gula rafinasi.

(0)
03 Mar 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Jenis gula yang berbeda memiliki citarasa dan kegunaan yang berbedaGula batu, brown sugar, gula pasir, merupakan jenis gula yang paling umum digunakan
Kebiasaan menambahkan gula pada makanan dan minuman merupakan hal biasa. Bukan hanya gula pasir biasa, kopi susu yang sekarang digemari banyak sudah dilengkapi dengan gula aren untuk tambahan rasanya. Namun, apa Anda tahu ada berapa banyak jenis gula yang biasa digunakan sehari-hari?

Jenis gula dan kegunaannya

Setiap jenis gula memiliki bentuk dan kegunaan yang berbeda. Berikut jenis-jenis gula yang sebaiknya Anda ketahui:

1. Gula pasir

Jenis gula yang satu ini paling banyak digunakan dalam rumah tangga. Gula pasir terbuat dari air tebu yang mengalami proses pengkristalan hingga menjadi butiran kasar. Gula pasir biasanya hadir dalam warna putih cerah atau sedikit kecokelatan. Gula pasir dapat digunakan sebagai pemanis teh, kopi, atau bahkan dalam masakan. Gula pasir merupakan gula sederhana sehingga tidak cocok dikonsumsi oleh orang yang mengalami diabetes melitus.

2. Gula aren

Jenis gula aren terbuat dari nira pohon enau
Gula aren terbuat dari nira pohon enau
Kepopuleran gula aren semakin tinggi setelah jenis gula yang satu ini digunakan dalam minuman kopi kekinian. Gula aren dibuat dari nira pohon enau yang yang direbus hingga berubah warna. Gula aren hadir dalam bentuk silinder atau bulat pipih dengan warna cokelat cerah. Gula aren banyak digunakan dalam makanan khas Indonesia seperti klepon, kue cucur, hingga putu mayang. Gula aren memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding gula pasir, namun tetap tidak boleh berlebihan dalam mengonsumsinya.

3. Brown sugar

Banyak orang mengira brown sugar ini adalah gula aren atau bahkan gula merah. Sebenarnya, gula ini adalah jenis gula yang berbeda. Brown sugar sebenarnya berasal dari gula putih yang diberi tambahan molases sehingga warnanya berubah menjadi kecokelatan.Brown sugar mengandung kalori yang lebih sedikit dibandingkan dengan gula pasir biasa. Di sisi lain, jenis gula yang satu ini punya kalsium, potasium, dan zat besi yang lebih tinggi.Brown sugar memiliki sedikit aroma karamel sehingga lebih sedap saat dicampurkan sebagai pemanis minuman dan makanan.

4. Gula palem (palm sugar)

Masyarakat Indonesia mengenal jenis gula yang satu ini karena dianggap lebih sehat dibandingkan dengan gula putih. Gula palem memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis gula lainnya. Gula palem terbuat dari nira pohon palem yang dikristalisasi hingga menjadi layaknya gula pasir yang lebih kasar dan kecil. Gula palem sering dimanfaatkan sebagai campuran membuat kue kering dan bolu. 

5. Gula batu (rock sugar)

Gula batu dibuat dari gula putih atau gula cokelat biasa yang dilarutkan, lalu dikristalkan menjadi layaknya batu. Karena rasanya yang tidak terlalu manis, gula batu menjadi bahan yang cocok untuk berbagai jenis makanan dan minuman karena menghasilkan rasa yang pas.Jenis gula yang satu ini mengandung 6,5 gram karbohidrat dan 25 kalori dalam setiap 1 satu sendok makannya. Anda bisa memanfaatkan gula batu sebagai sumber energi saat dibutuhkan karena mengandung karbohidrat yang mudah dicerna oleh tubuh.

6. Gula merah/gula jawa

Jenis gula jawa terbuat dari nira pohon kelapa yang dipadatkan menjadi bentuk silinder
Gula jawa biasanya diolah dan dipadatkan menjadi bentuk silinder
Orang Indonesia juga mengenal jenis gula jawa sebagai bahan pemanis makanan ringan dan kue basah. Namun, gula jawa sering dianggap sama dengan gula aren. Bila gula aren terbuat dari nira pohon enau, maka gula jawa terbuat dari nira pohon kelapa yang diolah dan dipadatkan berbentuk silinder.

7. Gula jagung

Jenis gula yang satu ini biasanya digunakan sebagai pengganti gula pasir biasa. Bukan tanpa alasan, gula jagung memiliki rasa manis yang mirip dengan gula putih. Pengolahannya dibuat dari jagung giling yang diubah menjadi sirup.Faktanya, gula jagung tidak menimbulkan efek kesehatan yang berbeda dibandingkan dengan gula pasir biasanya. Baik gula jagung maupun gula biasa berisiko untuk tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.

8. Gula karamel

Karamel merupakan jenis pemanis yang dihasilkan dari pengentalan gula dengan cara dipanaskan. Pemanis jenis ini digunakan sebagai perasa dan pemberi warna pada kue. Selain itu, karamel juga dapat digunakan sebagai penambah rasa makanan gurih, seperti popcorn.

9. Gula rafinasi (granulated sugar)

Berbeda dari jenis gula lain yang bisa langsung digunakan sebagai campuran makanan dan minuman, gula rafinasi biasanya dijadikan bahan baku dalam industri makanan dan minuman. Biarpun bentuknya mirip dengan gula pasir biasa, gula rafinasi bukanlah bahan pemanis yang bisa dikonsumsi langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu. Gula yang berasal dari olahan gula bit dan gula tebu ini disebut tidak memiliki kalori yang bermanfaat bagi tubuh.

10. Pemanis  buatan (artificial sweetener)

Pemanis buatan adalah jenis gula yang diolah melalui proses kimiawi
Pemanis buatan memiliki kalori yang lebih kecil
Pemanis buatan adalah pengganti gula yang diolah dengan proses kimiawi. Gula ini memiliki kalori yang kecil sehingga sering menjadi gula pengganti bagi penderita diabetes. Pemanis buatan yang banyak dijual di pasaran adalah sakarin, aspartam, acesulfame potassium, sukralosa, dan neotam.

Bahaya mengonsumsi gula berlebihan

Menambahkan gula atau pemanis lainnya memang menyenangkan. Pasalnya, rasa manis yang dihasilkan akan membuat Anda lebih nikmat menyantap makanan atau minuman.Di sisi lain, ada bahaya yang akan mengintai kesehatan. Berikut bahaya dari mengonsumsi gula berlebihan:
  • Kelebihan berat badan yang memicu obesitas
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung
  • Meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2
  • Meningkatkan risiko penyakit kanker
  • Meningkatkan risiko hati berlemak
  • Mempercepat penuaan pada kulit
  • Membuat cepat lelah
  • Mempercepat penuaan sel-sel tubuh
  • Meningkatkan risiko depresi
  • Buat wajah berjerawat
Kementerian Kesehatan RI menyarankan batas konsumsi gula per orang per hari yaitu 50 gram (4 sendok makan) gula.

Catatan dari SehatQ

Berbagai jenis gula menghasilkan rasa manis yang beragam. Di sisi lain, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi setiap jenis gula. Apabila terlalu banyak, tentunya berisiko bagi kesehatan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar nutrisi bahan makanan lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
nutrisigula darahkopiteh
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/too-much-sugar#
Diakses pada 10 Februari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/diet/health-benefits-brown-sugar#1
Diakses pada 10 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/high-fructose-corn-syrup-vs-sugar#production
Diakses pada 10 Februari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/diet/palm-sugar-health-benefits#1
Diakses pada 10 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/brown-sugar-vs-white-sugar#production
Diakses pada 10 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-much-sugar-per-day
Diakses pada 10 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait