Benarkah Thermo Gun Atau Termometer Tembak di Dahi Bisa Merusak Otak?

(0)
Informasi yang menyatakan thermo gun atau termometer tembak di dahi dapat merusak otak adalah hoaxTermometer tembak kini banyak ditemukan di berbagai pintu masuk ruang publik
Thermo gun atau termometer tembak adalah salah satu benda yang cukup populer sejak pandemi virus corona. Bagaimana tidak, alat pengukur suhu ini sudah banyak digunakan di berbagai pintu masuk ruang publik, seperti pusat perbelanjaan dan perkantoran, guna memastikan suhu tubuh para pengunjung sebagai skrining awal Covid-19.Namun, baru-baru ini beredar kabar bahwa alat pengukur suhu berbentuk pistol yang kerap ditembakkan ke dahi ini dapat merusak jaringan otak.Hal tersebut bermula dari sebuah unggahan video yang disampaikan oleh ekonom Ichsanuddin Noorsy. Dalam video ini, dikatakan bahwa radiasi laser yang berasal dari thermo gun dapat menjadi penyebab kerusakan otak. Lantas, benarkah demikian?

Benarkah thermo gun bisa menyebabkan kerusakan otak?

Beredar kabar thermo gun atau termometer tembak yang disebut-sebut dapat merusak otak tentu sangat meresahkan masyarakat di tengah pandemi virus corona.Menanggapi kabar ini, SehatQ mengonfirmasi kepada Medical Editor SehatQ, dr. Karlina Lestari. Menurutnya, informasi yang mengatakan thermo gun dapat merusak jaringan otak akibat radiasi laser yang dipancarkan adalah tidak benar alias hoax.“Informasi tersebut tidak benar ya, karena thermo gun tidak punya radiasi seperti halnya handphone. Cara kerja thermo gun adalah memantulkan gelombang inframerah dari tubuh,” ujar dr Karlina Lestari.Dokter Karlina juga menambahkan bahwa penggunaan thermo gun di dahi sudah lulus uji keamanan sehingga penggunaannya tidak perlu dikhawatirkan.Dengan demikian, kini Anda tidak perlu mengkhawatirkan informasi yang mengatakan termometer tembak bisa menjadi penyebab kerusakan otak, ya.

Sebenarnya, bagaimana cara kerja termometer tembak?

Cara kerja thermo gun atau termometer tembak adalah termometer inframerah
Termometer tembak tidak memancarkan sinar laser
Mengutip dari laman resmi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Departemen Fisika Kedokteran/Klaster Medical Technology IMERI mengungkapkan bahwa thermo gun adalah salah satu jenis termometer inframerah yang bekerja dengan menerima pancaran inframerah dari benda bukan memancarkan radiasi, apalagi laser.Ketika sinar inframerah ditembakkan ke daerah objek, dalam hal ini adalah dahi manusia, sinar tersebut akan mengumpulkan energi yang ada pada objek.Energi radiasi dari permukaan tubuh ditangkap kemudian diubah menjadi energi listrik dan muncul dalam angka digital temperatur derajat Celsius yang ditampilkan pada layar belakang thermo gun

Bolehkah menggunakan thermo gun tidak di dahi?

Menurut dokter Karlina, thermo gun tidak dianjurkan digunakan di daerah selain di dahi.Hal ini karena hasil deteksi suhu tubuh menjadi tidak akan efektif dan tidak akurat.Maka, apabila ada yang menggunakan thermo gun tidak di dahi, misalnya di tangan, baik punggung tangan atau telapak tangan, hasil deteksi suhu tubuhnya tentu akan meleset alias tidak akurat.Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah akurasi pengukuran temperatur bergantung pada jarak dan sudut alat thermo gun terhadap objek yang diukur.Maka dari itu, jangan heran jika hasil pengukuran suhu tubuh dapat berubah-ubah.

Apakah penggunaan thermo gun benar-benar efektif untuk mengukur suhu tubuh?

Dokter Karlina menyampaikan bahwa pengukuran suhu tubuh yang benar-benar efektif bisa dilakukan di mulut, ketiak, anus, dan dahi.Nah, termometer dahi adalah salah satu jenis termometer inframerah yang tersedia di pasaran guna mendeteksi temperatur dahi. Alih-alih termometer konvensional yang menggunakan medium cairan, termometer inframerah dapat mengukur suhu tubuh melalui deteksi temperatur arteri temporal pada dahi dengan hanya mengarahkannya ke objek yang bersangkutan.
Thermo gun atau termometer tembak sudah cukup akurat mengukur suhu tubuh
Termometer tembak cocok digunakan sebagai skrining awal gejala Covid-19
Mengingat pengecekan suhu selama pandemi Covid-19 dilakukan di tempat umum maka tidak mungkin menggunakan termometer digital dengan bergantian sebagai cara mengukur suhu tubuh banyak orang.Oleh karena itu, penggunaan thermo gun sudah cukup efektif dan akurat dalam mengukur suhu tubuh banyak orang di tempat publik.“Penggunaan thermo gun di dahi akurat karena hasilnya sangat mendekati derajat suhu tubuh yang sebenarnya. Jika ada selisih hanya sekitar 0.3 derajat,” tambahnya.Pemindaian suhu dengan termometer tembak juga lebih cepat dibandingkan termometer konvensional. Sebab, termometer inframerah dapat mendeteksi suhu tubuh hanya dalam hitungan detik.Selain itu, termometer dahi lebih cocok untuk skrining awal demam sebagai gejala coronavirus. Pasalnya, hanya perlu “ditembak” ke arah dahi tanpa perlu kontak atau bersentuhan langsung dengan kulit seseorang.“Karena pengecekan suhu selama pandemi Covid-19 ini dilakukan di tempat umum, di mana jumlah orang yang diukur suhunya banyak sehingga dibutuhkan waktu pengecekan yang cepat. Nah, penggunaan thermo gun di dahi sudah cukup akurat untuk pengecekan suhu tubuh tanpa perlu melibatkan kontak langsung dengan orang lain,” terang dr. Karlina.Akan tetapi, sebagai alat pengukur suhu untuk indikator kesehatan, penggunaan thermo gun direkomendasikan untuk dikalibrasi minimal 1 tahun sekali.Kalibrasi diperlukan agar skrining suhu tubuh dapat terjaga akurasinya. Sebab, informasi yang salah bisa membuat gagal skrining suhu (positif palsu dan negatif palsu) sehingga membahayakan banyak orang.
informasi seputar virus corona

Catatan dari SehatQ

Informasi yang mengatakan thermo gun atau termometer tembak dapat merusak jaringan otak hanyalah hoax semata.Jadi, Anda tak perlu panik berlebihan sekaligus menyebarkan informasi kesehatan yang belum tentu benar adanya mengenai penyebaran virus corona, ya.Faktanya, penggunaan thermo gun atau termometer inframerah bekerja dengan menerima pancaran inframerah dari benda bukan memancarkan radiasi, apalagi laser.Penggunaan thermo gun atau termometer tembak di dahi sudah sangat aman dan akurat dilakukan sebagai skrining awal gejala demam akibat Covid-19.
coronavirus
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. https://fk.ui.ac.id/berita/penjelasan-ilmiah-fkui-terkait-keamanan-penggunaan-termometer-tembak-thermogun-inframerah-pada-masa-adaptasi-kebiasaan-baru-pandemi-covid-19.html
Diakses pada 23 Juli 2020
Buy Thermo Pro. https://buythermopro.com/guides/how-to-choose-infrared-thermometer/
Diakses pada 23 Juli 2020
Kompas. https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/20/132800023/-hoaks-thermo-gun-disebut-berbahaya-untuk-otak-begini-faktanya?page=all
Diakses pada 23 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait