8 Macam Bentuk Penis, Seperti Apa yang Normal dan yang Perlu Diperiksa Dokter?

(0)
29 Jan 2020|Azelia Trifiana
Arti dari macam-macam bentuk penis priaAda berbagai macam bentuk penis, Anda yang mana?
Mengenal lebih jauh bentuk penis diri sendiri tak hanya sekadar menambah wawasan saja. Mengamati rupa dan ukuran alat kelamin sendiri dapat membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan tubuh. Selain itu, tahu bentuk penis sendiri dapat membantu Anda mengetahui posisi terbaik dan paling nyaman saat berhubungan seksual. Pasalnya, ada juga rupa penis yang cukup langka sehingga membuat ereksi terasa menyakitkan. Yuk, berkenalan dengan macam-macam bentuk penis!

Apa saja macam-macam bentuk penis?

Berikut ini macam-macam bentuk penis yang umum dimiliki pria:
bentuk penis lurus seperti churros
Bentuk penis yang lurus seperti churros harus disiasati dengan posisi bercinta tertentu

1. Lurus dan kurus

Salah satu bentuk penis yang umum dimiliki pria adalah tegak lurus saat ereksi, dari pangkal hingga batangnya.Umumnya bentuk penis ini lebih kurus sehingga perlu menyiasati dengan posisi bercinta tertentu. Sebisa mungkin, cari posisi yang memungkinkan paha pasangan berada cukup dekat.

2. Besar dan panjang

Banyak yang menyebut bentuk penis besar dan panjang paling disukai wanita.Meski demikian, belum tentu begitu ketika bercinta. Dalam sebuah penelitian bahkan terkuak fakta bahwa perempuan lebih memilih pasangan dengan ukuran penis tidak terlalu besar untuk komitmen jangka panjang.Bagi mereka yang memiliki bentuk penis besar dan panjang, sebaiknya memilih posisi bercinta yang memberi pasangan kendali lebih. Entah itu kedalaman atau kemiringan untuk menghindari rasa tidak nyaman.
Bentuk penis seperti timun menjadikan pengalaman bercinta lebih nyaman
Beruntunglah jika Anda memiliki bentuk penis seperti timun

3. Bentuk seperti timun

Selanjutnya ada juga bentuk penis seperti timun.Bentuk penis ini dikatakan sebagai yang paling normal dan umum ditemukan.Bentuk ini membuat pria lebih leluasa mengeksplorasi berbagai gaya karena cocok dengan sebagian besar bentuk vagina. Dengan begitu, pengalaman bercinta jadi lebih nyaman.

4. Mikropenis

Ada sebagian orang yang secara medis diklasifikasikan memiliki penis berukuran mikro atau kecil. Ketika ereksi, panjangnya tidak lebih dari 7-8 cm. Diduga, salah satu penyebab mikropenis adalah rendahnya kadar testosteron seseorang saat perkembangan dalam kandungan.Meski demikian, bentuk penis mikro bukan berarti tidak bisa merasakan kepuasan bercinta. Pilih posisi yang memungkinkan penetrasi mendalam, seperti meletakkan bantal di bawah bokong pasangan.

5. Mengecil di ujung seperti roket

Bentuk penis lain adalah seperti roket, lebar di bagian pangkal namun semakin mengecil di kepalanya. Selama perbedaan ukuran ini tidak drastis, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan.

6. Tebal seperti sosis

Bentuk penis yang tebal juga dimiliki sebagian besar pria. Tak perlu panjang, namun bentuk penis yang tebal sangat mungkin memuaskan pasangan. Untuk dapat mencapai G-spot, coba posisi misionaris atau spooning sehingga kontak bisa lebih dalam.

7. Melengkung seperti pisang

Penis tak selalu berbentuk lurus. Ada juga yang melengkung layaknya pisang. Bentuk ini dikatakan normal dan paling umum juga selain yang berbentuk seperti timun.Bentuk seperti ini berkembang saat masa pubertas. Untuk menghindari rasa tidak nyaman ketika berhubungan seksual, cari posisi berhadapan sehingga vagina pasangan bisa memberi ruang yang cukup untuk penis.

8. Sangat melengkung, terlihat bengkok

Bentuk penis yang melengkung sekitar 10 hingga 25 derajat adalah contoh langka yang cukup mengkhawatirkan.Penis yang sangat melengkung hingga tampak bengkok adalah akibat dari Peyronie’s Disease. Konsekuensinya, pria berpenis bengkok bisa merasa kesulitan – bahkan kesakitan – saat bercinta.Penyebabnya bisa terjadi karena trauma pada penis yang menyebabkan cedera. Selain itu, faktor genetik dan usia juga turut menjadi faktor risiko terjadinya Peyronie’s Disease. Kondisi ini bisa diobati dengan pengobatan atau operasi.

Masalah pada penis yang perlu diwaspadai

Pada beberapa orang, ada kemungkinan penis menjadi melengkung seiring dengan pertambahan usia. Perbedaan bentuk penis antara satu pria dan lainnya adalah hal yang sangat wajar.Namun, satu hal yang perlu diwaspadai adalah penyakit yang menyerang kesehatan serta bentuk penis. Selain Peyronie's disease yang membuat penis bengkok tidak lazim, berikut beberapa lainnya:

1. Priapismus

Priapismus merupakan kondisi dimana penis mengalami ereksi yang berkepanjangan lebih dari empat jam. Priapismus biasanya terjadi pada laki-laki dengan kelompok usia 30 tahun keatas.Dalam kondisi ini, ereksi penis dapat bertahan hingga berjam-jam dan bukan disebabkan karena adanya rangsangan seksual untuk mempertahankannya.

2. Parafimosis

Parafimosis merupakan kondisi ketidakmampuan mengembalikan kulup atau kulit sunat ke posisinya semula sehingga menutup kepala penis. Kondisi ini kerap terjadi pada laki-laki yang tidak melakukan sunat.Kulup yang terjebak membentuk suatu lingkaran yang menjepit area batang penis. Hal ini menimbulkan bengkak pada kepala penis yang membuat kulup semakin sulit dikembalikan.Semakin lama proses ini terjadi, pembuluh darah arteri pun akan terganggu dan dapat menyebabkan kematian sel pada kepala penis.

3. Trauma penis

Trauma pada penis, terjepit, atau adanya benda asing di dalam penis akan menimbulkan rasa nyeri dan sangat mengkhawatirkan jika tidak segera ditangani. Perlu diingat bahwa macam-macam bentuk penis bisa berubah seiring dengan bertambahnya usia karena peran kadar testosteron dalam tubuh. Perkembangan bentuk alat kelamin pria dimulai sejak usia 9 tahun, saat kelenjar pituitari memerintah tubuh untuk memproduksi testosteron.Apabila bentuk dan kondisi penis Anda terasa mengganggu aktivitas atau dirasa kurang normal, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter. Ada banyak pilihan pengobatan yang bisa dicoba.
kesehatan organ intimkelamin laki-lakipeyroniekulup penismembesarkan penis
WebMD. https://www.webmd.com/men/penis-changes-age#1
Diakses 28 Januari 2020
Greatist. https://greatist.com/play/sex-positions-for-different-penis-sizes-shapes#bottom-line
Diakses 28 Januari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peyronies-disease/symptoms-causes/syc-20353468
Diakses 28 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction/peyronies-disease#risk-factors
Diakses 28 Januari 2020
PLOS. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0133079
Diakses 28 Januari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/priapism/symptoms-causes/syc-20352005Diakses 27 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait