Berbagai Tanda Bayi Kurang ASI dan Cara Mengatasinya

0,0
16 Feb 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tidur terus-menerus dapat menjadi tanda bayi kurang ASISalah satu tanda bayi kurang ASI adalah tidur terus-menerus
ASI memiliki peran penting bagi tumbuh kembang bayi yang baru lahir. Namun, beberapa kondisi tertentu dapat menyebabkan bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Jika bayi mengalami hal ini, ada beberapa tanda bayi kurang ASI yang bisa mereka tunjukkan.
Kondisi bayi kurang ASI dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya bayi kurang lama diberi ASI, bayi tidak mampu menyusu lama, bayi tidak dapat mengisap ASI dengan baik, atau bayi memiliki kondisi yang membuatnya kesulitan minum ASI.

Berbagai tanda bayi kurang ASI

Tanda bayi kurang ASI harus diwaspadai karena kondisi ini dapat sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan tumbuh kembangnya. Berikut ini adalah tanda-tanda buah hati Anda tidak mendapatkan cukup ASI:

1. Berat badan bayi tidak naik

Pada beberapa hari pertama, bayi dapat kehilangan 5-7 persen berat lahir mereka. Bahkan, ada juga kasus bayi kehilangan 10 persen berat lahirnya. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini masih normal dan bukan termasuk tanda bayi kurang ASI.Setelah mengalami penurunan, berat badan bayi diharapkan mengalami kenaikan setidaknya 20-30 gram per harinya dan kembali pada berat lahirnya pada hari ke-10 hingga 14 setelah kelahiran.Jika berat bayi belum juga bertambah pada hari kelima sampai keenam, kondisi ini dapat mengindikasikan tanda bayi kurang ASI. Anda pun disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter guna menghindari berbagai potensi masalah yang bisa terjadi.

2. Jumlah popok kotor yang berkurang

Tanda bayi kurang ASI juga dapat dilihat dari jumlah popok kotor setiap harinya sebagai indikator. Jarang atau seringnya bayi buang air besar atau pipis memang bisa berbeda-beda pada setiap bayi.Biasanya, semakin banyak ASI yang dikonsumsi, semakin sering popoknya kotor. Pada umumnya, bayi akan buang air besar sebanyak 3-4 kali sehari saat berusia 4 hari. Pada hari kelima kehidupannya, popok bayi akan basah sebanyak 6-8 kali per hari.Salah satu tanda bayi kurang ASI adalah berkurangnya jumlah popok kotor karena intensitas buang air besar dan buang air kecil bayi yang sedikit. Jika hal ini terjadi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Mengalami dehidrasi

Tanda bayi kurang ASI yang perlu diwaspadai adalah dehidrasi. Gejala dehidrasi yang dapat terjadi pada bayi, di antaranya:
  • Urine bayi berwarna gelap
  • Mulut kering
  • Penyakit kuning (mata dan kulit kuning)
  • Lesu dan enggan menyusu
  • Demam
  • Diare
  • Muntah
  • Kepanasan.
Jika bayi enggan menyusu dan disertai dengan tanda-tanda dehidrasi di atas, segera bawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

4. Bayi terlihat lesu

Selalu lesu dan mengantuk juga bisa menjadi tanda bayi kurang ASI. Biasanya, bayi yang kurang ASI juga sering tertidur sejak awal sesi menyusu, sehingga tidak mendapatkan cukup ASI.

Mencegah bayi kurang ASI

Frekuensi bayi menyusui dapat berbeda-beda. Beberapa bayi mungkin lebih banyak tidur, sementara yang lainnya sangat sering dan banyak menyusu. Untuk mencegah bayi kurang ASI, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan:
  • Segera berikan ASI dalam satu jam pertama sejak dilahirkan untuk mengaktifkan sel-sel di payudara dalam menyuplai ASI.
  • Pastikan posisi menyusui tepat agar Anda dan bayi merasa nyaman. Arahkan puting susu ke arah langit-langit mulut bayi dan bukan lidahnya.
  • Tidak perlu membuat jadwal khusus menyusui. Segera berikan ASI setiap kali bayi memperlihatkan tanda-tanda lapar.
  • Lakukan lebih banyak kontak dengan bayi untuk meningkatkan hormon oksitoksin yang dapat membantu meningkatkan jumlah ASI.
  • Apabila jumlah ASI tidak mencukupi, konsultasikan ke konselor laktasi.

Mengatasi bayi kurang ASI

Pompa ASI
Memompa ASI dapat membantu memenuhi kebutuhan ASI bayi
Bayi yang menunjukkan tanda-tanda kurang ASI perlu segera mendapatkan penanganan. Berikut adalah beberapa tindakan yang bisa dilakukan.

1. Memerah atau memompa ASI

Jika bayi kesulitan untuk meminum ASI langsung, cobalah untuk memerah atau memompa ASi terlebih dahulu. Lalu, berikan ASI perah dengan botol susu ke dalam mulut bayi.

2. Hubungi konselor laktasi

Anda juga dapat mengunjungi konselor laktasi yang dapat membantu mengatasi tanda bayi kurang ASI. Para ahli akan membantu memberikan saran mengenai cara memberikan ASI sesuai kebutuhan bayi.Konselor laktasi dapat menilai jika ada kondisi yang harus ditangani dalam sesi menyusui.  Misalnya, apakah posisi saat menyusui membuat bayi nyaman atau dirasa masih kurang tepat. Mereka juga dapat melakukan pemeriksaan penyebab bayi mengalami kesulitan mengisap atau meminum ASI.Jadi, selain mencari tahu masalah atau penyebab tanda bayi kurang ASI, Anda juga akan mendapatkan saran-saran untuk meningkatkan kualitas ASI bagi Anda dan bayi.

3. Hubungi dokter jika ada gejala gangguan kesehatan

Jika tanda bayi kurang ASI disertai gejala gangguan kesehatan, seperti sakit kuning atau dehidrasi, segera bawa Si Kecil ke rumah sakit. Anda juga mungkin disarankan untuk melakukan beberapa perawatan di rumah yang dapat membantu meningkatkan kondisi bayi.Jika Anda punya pertanyaan seputar ASI, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
produksi asibayi dehidrasibayi baru lahir
Medela India. https://www.medela.in/breastfeeding/mums-journey/low-milk-supply
Diakses 3 Februari 2021
Medela India. https://www.medela.in/breastfeeding/mums-journey/support-newborn
Diakses 3 Februari 2021
La Leche League International. https://www.llli.org/breastfeeding-info/is-baby-getting-enough/
Diakses 3 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait