Biji Aprikot untuk Menangani Kanker, Waspadai Risiko Keracunan


Biji aprikot dan kandungannya belum disetujui ahli untuk menangani kanker. Zat kimia dalam biji aprikot juga dilaporkan berbahaya dan dapat menimbulkan keracunan.

(0)
21 Feb 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Biji aprikot dan kandungannya belum disetujui ahli untuk menangani kankerAmygdalin dalam biji aprikot dapat berubah menjadi sianida dan memicu keracunan
Kanker masih menjadi penyakit yang mengancam masyarakat di muka bumi. Berbagai formula pun berusaha dikembangkan untuk bisa menghambat dan menghentikan penyebaran sel kanker di dalam tubuh. Sejak satu abad yang lalu, biji aprikot mulai dikaji untuk menjadi obat antikanker. Benarkah biji aprikot bisa menangani kanker?

Sejarah biji aprikot diklaim dapat menangani kanker

Awal penggunaan biji aprikot untuk menangani kanker sudah dimulai sejak tahun 1920an. Klaim tersebut awalnya dikembangkan oleh ahli bernama Dr. Ernst T. Krebs, Sr. – yang menyebutkan bahwa ia telah memanfaatkan minyak dari biji aprikot untuk bisa dipertimbangkan sebagai formula untuk menangani kanker. Hanya saja, formula tersebut dinyatakan terlalu beracun untuk bisa digunakan oleh masyarakat. Kemudian, pada tahun 1950an, anak dari Dr. Ernst T. Krebs, Sr. menemukan formula untuk kanker yang diklaim lebih aman dan tidak beracun. Formula tersebut juga diekstraksi dari biji aprikot. Namun, hingga saat ini, klaim tersebut masih memerlukan studi lebih lanjut.

Klaim biji aprikot untuk menangani kanker

Mengapa biji aprikot diyakini dapat menjadi formula untuk kanker? Berikut ini klaimnya:

1. Amygdalin dalam biji aprikot diklaim dapat menghentikan penyebaran sel kanker 

Biji aprikot mengandung zat kimia yang disebut amygdalin. Amygdalin diklaim dan dikaitkan sebagai zat kimia yang dapat melawan kanker. Amygdalin pun dipatenkan dalam sebuah merek obat dan dijuluki dengan sebutan “vitamin B17”. Defisiensi “vitamin B17” di dalam tubuh diklaim dapat menjadi penyebab kanker. Pemberian suplementasi obat yang mengandung amygdalin tersebut juga diklaim dapat menghentikan perkembangan sel kanker. Hingga saat ini, amygdalin masih dikaitkan sebagai zat yang dapat melawan kanker. Namun sayangnya, klaim tersebut masih memerlukan konfirmasi klinis lebih lanjut. Klaim yang sudah ada juga masih bersandar pada testimoni pribadi penderita kanker.

2. Amygdalin disebutkan dapat diubah menjadi sianida

Teori lain yang mencoba mendukung klaim amygdalin untuk menangani kanker adalah konversinya menjadi sianida. Amydgalin dapat diubah menjadi sianida saat masuk ke dalam tubuh dan diklaim dapat menghancurkan sel kanker. Namun, tetap saja, klaim ini masih memerlukan uji klinis lebih lanjut. Konversi amygdalin menjadi sianida juga dilaporkan amat berbahaya bagi tubuh.

Peringatan bahaya keracunan zat dalam biji aprikot 

Seperti yang disampaikan di atas, konversi amygdalin menjadi sianida dapat berbahaya dan bersifat beracun bagi manusia. Beberapa kasus sudah merebak ke permukaan bahwa konsumsi biji aprikot dengan kadar tinggi dapat menimbulkan gejala seperti muntah, berkeringat, pusing, dan hilang kesadaran. Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat juga tidak menyetujui amygdalin (atau vitamin B17) sebagai formula untuk menangani kanker. Pada tahun 2018, National Cancer Institute juga menyebutkan bahwa konsumsi obat paten amygdalin dapat memicu produksi sianida. Keracunan sianida akibat konsumsi biji aprikot dapat menimbulkan keracunan yang membutuhkan perawatan intensif, terutama bagi anak-anak.

Jadi, apakah biji aprikot bisa untuk menangani kanker?

Klaim biji aprikot untuk menangani kanker belum didukung oleh bukti ilmiah. Malah sebaliknya, amygdalin dalam biji aprikot dapat berubah menjadi sianida dan memicu keracunan bagi manusia. Hal ini juga berlaku terhadap obat yang mengandung amygdalin. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba obat alternatif apa pun yang diklaim dapat menangani kanker.

Catatan dari SehatQ

Biji aprikot dan kandungannya belum disetujui ahli untuk menangani kanker. Konsumsi zat dalam biji aprikot secara berlebihan juga dilaporkan berbahaya dan dapat menimbulkan keracunan sianida.Apabila masih memiliki pertanyaan terkait biji aprikot untuk kanker, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya.
kankerkeracunankeracunan sianida
Healthline. https://www.healthline.com/health/can-apricot-seeds-treat-cancer
Diakses pada 9 Februari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314337
Diakses pada 9 Februari 2021
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29308747
Diakses pada 9 Februari 2021
Web MD. https://www.webmd.com/cancer/cancer-apricot-seeds
Diakses pada 9 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait