Bisa Picu Infeksi, Ini Pelumas Vagina yang Tidak Aman tapi Sering Digunakan


Penggunaan pelumas vagina yang tidak aman seperti hand body lotion dapat berdampak buruk bagi kesehatan organ kewanitaan. Dampak yang dapat ditimbulkan seperti reaksi alergi hingga iritasi.

(0)
Penggunaan pelumas vagina yang tidak aman seperti hand body lotion dapat berdampak buruk untuk kesehatan organ kewanitaanPenggunaan handbody sebagai pelumas dapat menyebabkan iritasi pada vagina
Vagina umumnya mampu untuk memproduksi cairan lubrikasi sendiri secara alami. Namun, beberapa wanita memiliki masalah vagina kering, yang kemudian menyebabkan rasa tidak nyaman ketika berhubungan seks dengan pasangan. Untuk mengatasi masalah tersebut, penggunaan pelumas pada vagina menjadi salah satu cara yang cukup sering dipilih. Meski begitu, pemilihan bahan yang dipakai sebagai pelumas vagina sering kurang tepat. Banyak pasangan yang selama ini menggunakan pelumas seadanya untuk melumaskan vagina Penggunaan pelumas vagina yang tidak aman tentunya bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan organ kewanitaan Anda.

Pelumas vagina yang tidak aman, tetapi sering digunakan

Banyak bahan yang selama ini dianggap aman untuk dipakai sebagai pelumas vagina, padahal sebenarnya tidak. Bukannya mengatasi kekeringan pada vagina, pemakaian bahan yang tidak aman malah berpotensi memicu alergi, ruam, kemerahan, dan masalah organ kewanitaan lainnya.Berikut ini beberapa pelumas vagina yang tidak aman tetapi sering digunakan:

1. Air liur atau ludah

Banyak pria yang menggunakan air ludah untuk membasahi vagina pasangan mereka. Padahal ludah merupakan pelumas vagina yang tidak aman. Di dalamnya, ada banyak bakteri yang bisa meningkatkan risiko infeksi pada organ kewanitaan Anda. Dalam sebuah jurnal disebutkan bahwa penggunaan kondom saat berhubungan seks memang dapat menurunkan risiko infeksi, tetapi justru air liur yang dipakai sebagai pelumas vagina justru meningkatkan risiko vaginosis bakteri. 

2. Petroleum jelly

Jangan gunakan petroleum jelly sebagai pelumas vagina
Petroleum jelly yang digunakan sebagai pelumas menyebabkan keputihan
Menurut sebuah studi yang dirilis dalam jurnal Obstetric & Gynecology, penggunaan bahan ini dapat meningkatkan risiko Anda terinfeksi vaginosis bakteri. Akibatnya, Anda akan menjadi lebih sering mengalami keputihan. Pemilihan petroleum jelly sebagai pelumas juga berpotensi menggagalkan program hamil Anda karena mengandung senyawa yang membunuh sperma.

3. Baby oil

Baby oil adalah pengganti pelumas yang paling sering digunakan untuk membasahi vagina. Padahal, penggunaan bahan ini sebenarnya tidak aman karena dapat memicu infeksi jamur pada organ kewanitaan Anda. Selain itu, baby oil juga mengandung pewangi dan pengawet yang bisa memicu reaksi alergi pada beberapa orang.

4. Gel lidah buaya

Gel lidah buaya tidak aman digunakan sebagai pelumas vagina
Gel lidah buaya berpotensi menyebabkan vagina gatal bila digunakan sebagai pelumas
Dianggap aman karena merupakan bahan alami, penggunaan gel lidah buaya sebagai pelumas berpotensi memicu masalah pada miss V. Jika Anda punya kulit yang sangat sensitif, bahan ini dapat menyebabkan iritasi dan gatal-gatal di dalam vagina.

5. Mentega

Mentega umumnya memiliki kandungan garam yang tentunya tidak baik saat diaplikasikan ke dalam vagina Anda. Bahan ini dapat mengganggu keseimbangan pH dalam miss V. Selain itu, penggunaannya juga bisa memicu iritasi pada organ kewanitaan Anda.

Amankah menggunakan handbody sebagai pelumas?

Tidak aman bila menggunakan handbody sebagai pelumas vagina
Handbody mengandung pewangi dan pengawet sehingga dapat menyebabkan iritasi vagina
Banyak orang yang selama ini menggunakan handbody sebagai pelumas ketika berhubungan seks. Beberapa produk losion yang beredar umumnya mengandung bahan kimia seperti pewangi dan pengawet. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi pada vagina.Meski begitu, Anda bisa menggunakan produk handbody lotion yang lembut dan bebas pewangi dan pengawet sebagai pelumas. Namun, pemakaiannya tetap tidak disarankan karena kandungan kimia di dalamnya dapat memberi efek buruk bagi kesehatan miss V.

Pelumas vagina yang aman untuk digunakan

Untuk mengatasi masalah kering pada vagina, selalu gunakan pelumas yang aman agar kesehatan organ kewanitaan Anda tetap terjaga. Berikut ini beberapa pelumas vagina yang aman untuk digunakan:
  • Pelumas yang dijual di apotik atau toko obat

Anda bisa menemukan banyak produk yang memang sengaja dibuat untuk melumasi vagina di apotik atau toko obat. Produk-produk tersebut bisa membantu memberikan kelembapan jangka pendek pada bagian dalam vagina Anda, sehingga berhubungan seks menjadi lebih nyaman untuk dilakukan.
  • Pelembap vagina

Pelembap vagina bisa membantu mengatasi masalah kering pada vagina dalam jangka panjang. Efek lubrikasi yang diperoleh pada organ kewanitaan Anda dapat berlangsung selama beberapa hari.
  • Krim estrogen

Produk ini dapat dijadikan pilihan bagi Anda yang mengalami masalah kering pada miss V karena rendahnya kadar estrogen dalam tubuh. Meski begitu, Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika hendak menggunakan krim estrogen.Sebelum menggunakan produk pelumas tertentu, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Apabila penggunaannya memicu reaksi alergi pada miss V, segera hentikan dan berkonsultasi dengan dokter guna meminta rekomendasi pelumas yang aman untuk Anda.Untuk berdiskusi lebih lanjut soal pelumas vagina yang aman dan tidak aman, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ . Download sekarang di App Store dan Google Play.
hubungan sekskesehatan vaginatips seks
Healthshots. https://www.healthshots.com/beauty/skin-care/these-tips-will-help-you-combat-stretch-marks-during-and-after-pregnancy/
Diakses pada 14 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326450
Diakses pada 14 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/what-can-i-use-instead-of-lube
Diakses pada 14 April 2021
DOI. https://doi.org/10.1016/j.siny.2009.01.008
Diakses pada 5 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait