Mengenal Penyebab, Gejala, dan Cara Menyembuhkan Bronkopneumonia pada Anak

(0)
30 Jan 2020|Azelia Trifiana
Bronkopneumonia pada anak adalah penyakit mematikanGejala bronkopneumonia pada anak adalah batuk lendir dan sesak napas
Salah satu penyebab kematian terbesar anak berusia di bawah 5 tahun adalah penyakit bronkopneumonia pada anak, yaitu peradangan pada paru-paru. Pemicunya bisa dari bakteri, virus, maupun jamur. Idealnya, bisa sembuh sendiri dalam waktu 3 minggu.Pada kasus bronkopneumonia pada anak, mereka akan merasakan gejala gangguan pada pernapasan seperti halnya pneumonia pada orang dewasa. Selain anak-anak, orang lanjut usia juga rentan menderita penyakit ini.

Penyebab bronkopneumonia pada anak

Seperti yang disinggung di atas, bronkopneumonia pada anak bisa terjadi karena bakteri, virus, maupun jamur. Bakteri yang paling sering menyebabkan bronkopneumonia pada anak adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenza tipe B (Hib).Menurut ahli, ketika bakteri, virus, atau jamur masuk ke dalam alveoli, mereka akan berkembang biak semakin banyak. Tubuh pun akan merespon dengan menghasilkan sel darah putih. Di sinilah titik terjadinya peradangan.Idealnya, pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi di dalam paru-paru, utamanya di alveolus. Namun pada penderita bronkopneumonia pada anak, terjadi peradangan atau inflamasi di dalam paru-paru sehingga gelembung alveolus justru terisi cairan. Konsekuensinya, fungsi normal paru-paru untuk bernapas menjadi terganggu. 
Anak-anak lebih mungkin terkena bronkopneumonia jika memiliki:
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti dari kanker
  • Masalah kesehatan (kronis) yang sedang berlangsung, seperti asma atau cystic fibrosis
  • Masalah dengan paru-paru atau saluran udara
  • Anak-anak di bawah 1 tahun beresiko jika mereka berada di sekitar asap rokok. 
Selain anak-anak berusia di bawah 5 tahun, beberapa faktor risiko lain juga menyebabkan seseorang rentan terinfeksi bronkopneumonia, seperti:
  • Berusia di atas 65 tahun
  • Merokok atau mengonsumsi alkohol berlebih
  • Terinfeksi masalah pernapasan seperti flu
  • Mengonsumsi obat yang mengganggu kekebalan tubuh
  • Baru menjalani operasi atau mengalami trauma fisik
  • Penyakit paru-paru jangka panjang (asma, fibrosis kistik, penyakit paru obstruktif kronis)

Gejala bronkopneumonia pada anak

Hingga kini, bronkopneumonia pada anak termasuk salah satu penyakit mematikan paling umum yang menyerang anak-anak di bawah 5 tahun.Pada tahun 2015 saja, setidaknya ada 920.000 anak-anak di bawah 5 tahun dari penjuru dunia yang meninggal dunia akibat pneumonia. Sebagian besar kasus kematian ini disebabkan oleh penyakit bronkopneumonia pada anak.Gejala yang dirasakan pun bisa berbeda, mulai dari ringan hingga parah:
  • Demam tinggi
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Batuk lendir
  • Keringat berlebih
  • Menggigil
  • Nyeri otot
  • Lemas
  • Hilang nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Disorientasi
  • Mual dan muntah
  • Batuk darah

Bisakah bronkopneumonia pada anak disembuhkan?

Menurut ahli, apabila anak yang menderita bronkopneumonia tidak memiliki masalah komplikasi lain, idealnya mereka bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 minggu. Perawatan untuk penderita bronkopneumonia pada anak pun bisa dari rumah dengan beristirahat dan minum obat yang diresepkan dokter. Namun apabila kasusnya lebih parah, mungkin saja diperlukan perawatan di rumah sakit.Apabila diketahui bronkopneumonia pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri, maka dokter akan memberikan antibiotik. Mengonsumsinya pun harus sesuai dengan mekanisme kerja antibiotik, dihabiskan sesuai dengan dosis anjuran.Sementara jika bronkopneumonia pada anak disebabkan oleh virus, maka dokter akan memberikan imunomodulator atau obat yang meningkatkan imunitas tubuh. Umumnya, bronkopneumonia pada anak yang disebabkan oleh virus dapat sembuh setelah 1-3 minggu.Selain menjalani pengobatan medis, tak kalah penting melakukan beberapa hal untuk meredakan gejala seperti:
  • Minum banyak air untuk mengencerkan dahak
  • Banyak istirahat
  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter
Di sisi lain, penting bagi orangtua untuk memberikan perlindungan untuk anak dengan memberikan imunisasi PCV yang berisi vaksin pneumokokus. Selalu budayakan pula CTPS (cuci tangan pakai sabun) untuk menghindari terinfeksi virus atau bakteri.Penularan bronkopneumonia pada anak bisa terjadi lewat liur ketika ada orang batuk atau bersin di sekitar. Ketika merasakan gejala yang berhubungan dengan keluhan saluran pernapasan, jangan tunda untuk memeriksakan anak ke dokter anak.
infeksi bakteriinfeksi virusbronkitisradang paru-parupneumoniagangguan pernapasan
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323167.php#complications
Diakses 28 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/bronchopneumonia
Diakses 28 Januari 2020
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia
Diakses 28 Januari 2020
Cedars Sinai. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions---pediatrics/p/pneumonia-in-children.html
Diakses 30 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait