Bukan Cuma Indikator Saat Demam, Ini Fakta Menarik Seputar Suhu Tubuh


Bukan hanya demam saja yang bisa membuat suhu tubuh melonjak. Fluktuasi suhu ini juga bisa berubah atas pengaruh usia, jenis kelamin, bahkan saat sedang berbohong.          

(0)
16 Apr 2021|Azelia Trifiana
Selain demam, ada hal lain yang dapat membuat suhu tubuh naikSelain demam, ada hal lain yang dapat membuat suhu tubuh naik
Tidak mengada-ada ketika dokter atau suster meminta suhu tubuh sebagai salah satu patokan kondisi kesehatan seseorang. Suhu tubuh termasuk salah satu dari 4 tanda vital yang harus termonitor berkala selain detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan.Jadi, bukan hanya demam saja yang bisa membuat suhu tubuh melonjak. Fluktuasi suhu ini juga bisa berubah atas pengaruh usia, jenis kelamin, bahkan saat sedang berbohong.          

Fakta menarik seputar suhu tubuh

Berikut ini beberapa fakta menarik seputar suhu tubuh:

1. Suhu tubuh normal itu relatif

Rata-rata suhu tubuh normal adalah 37 derajat Celsius. Namun, sebenarnya patokan normal ini bisa berbeda-beda antara satu orang dan lainnya. Alasannya karena suhu tubuh merespons kondisi lingkungan.Sebagai contoh, suhu tubuh secara alami akan meningkat ketika sedang berolahraga. Selain itu, suhu tubuh saat malam hari akan berbeda dengan pagi hari saat baru bangun tidur.Menarik pula diketahui bahwa bayi dan anak-anak memiliki suhu tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa, sekitar 37,5 derajat Celsius. Sebab, permukaan area tubuh mereka lebih besar ketimbang berat badannya serta metabolisme tubuhnya juga lebih aktif.

2. Membantu melawan infeksi

demam
Demam terjadi karena tubuh sedang melawan virus
Jangan langsung menganggap demam atau naiknya suhu tubuh sebagai momok. Justru, kondisi ini bisa membantu tubuh dalam melawan infeksi. Apabila demam terjadi karena infeksi virus, membiarkan tubuh “bertarung” melawan virus secara alami akan jauh lebih baik.Meski demikian, hal ini tidak berlaku pada infeksi bakteri. Dokter akan memberikan antibiotik yang bekerja melawan bakteri tertentu. Ikuti dosis dan konsumsi hingga habis agar tidak terjadi kondisi superbug.

3. Pengaruh usia

Semakin bertambah usia seseorang, besar kemungkinan akan sering merasa kedinginan. Suhu tubuh sedikit demi sedikit terus menurun. Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Clinical Nursing, rata-rata suhu tubuh 133 orang berusia 65-74 tahun adalah 34,1 derajat Celsius.Bahkan pada partisipan yang berusia di atas 85 tahun, suhunya bisa lebih rendah lagi. Penting untuk tahu mengenai hal ini karena dikhawatirkan, suhu terlalu rendah membuat demam pada lansia tidak terdeteksi.

4. Pengaruh jenis kelamin

Ada pula penelitian dari University of Utah yang menemukan bahwa suhu tubuh inti perempuan rata-rata lebih tinggi 0,4 derajat dibandingkan dengan laki-laki. Secara spesifik, laki-laki berada di angka 36,3 derajat Celsius sedangkan perempuan sekitar 36,7 derajat.Namun ketika membandingkan suhu tangan, perempuan lebih rendah 2,8 derajat dibandingkan dengan laki-laki. Perbandingannya adalah 32,2 derajat Celsius pada laki-laki dan 30,6 derajat Celsius pada perempuan.

5. Berubah saat berbohong

berbohong
Suhu tubuh berubah saat berbohong
Ada juga temuan menarik dari para peneliti yang dipublikasikan di Journal of Investigative Psychology and Offender Profiling bahwa berbohong membuat suhu tubuh menurun. Tim riset dari University of Grenada menggunakan thermal imaging untuk mendeteksi perubahan suhu tubuh ini.Hasilnya, adanya rasa cemas ketika berbohong menyebabkan temperatur di bagian hidung menurun. Sementara itu di saat yang sama, suhu di sekitar dahi justru meningkat.

6. Indikator waktu kematian

Bagi petugas forensik, suhu tubuh bisa menjadi petunjuk utama kapan waktu kematian seseorang. Alasannya karena saat seseorang meningagl dunia, secara perlahan suhu tubuh akan terus menurun. Proses ini disebut dengan algor mortis, bahasa Latin untuk tubuh mayat yang dingin.Lebih jauh lagi, suhu tubuh ini menjadi petunjuk investigasi forensik untuk memperkirakan berapa lama seseorang telah meninggal dunia sebelum tubuhnya ditemukan. Namun, tentu ini bukan satu-satunya petunjuk karena ada banyak faktor yang juga turut berperan.

7. Suhu rendah melindungi otak

Ketika seseorang terkena serangan jantung, ada penanganan yang disebut dengan terapi hipotermia. Ketika jantung kembali berdetak, petugas medis akan menggunakan alat khusus untuk menurunkan suhu tubuh pasien hingga sekitar 28-33 derajat Celsius.Tujuan dari menurunkan suhu tubuh ini sesaat setelah serangan jantung terjadi adalah menghindari kerusakan otak. Selain itu, metode ini juga meningkatkan kemungkinan seseorang akan pulih seperti sedia kala.

Masih ada banyak sekali hal menarik yang bisa dikulik dari suhu tubuh manusia. Namun, tentu saja beberapa hal di atas bukanlah faktor satu-satunya atau mutlak. Ada banyak faktor lain yang juga turut berperan dalam menentukan suhu tubuh seseorang.Tentunya ketika ingin ukuran yang lebih akurat, gunakan termometer yang valid. Jangan mengandalkan tangan karena bisa jadi akurasinya dipertanyakan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar suhu dan reaksi tubuh ketika ada penyakit seperti demam, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
demamhidup sehatpola hidup sehat
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/healthy-living/fascinating-facts-about-body-temperature.aspx
Diakses pada 4 April 2021
The Lancet. https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736%2805%2978875-9/fulltext
Diakses pada 4 April 2021
Journal of Clinical Nursing. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18705705/
Diakses pada 4 April 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001982.htm
Diakses pada 4 April 2021
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/vital-signs-body-temperature-pulse-rate-respiration-rate-blood-pressure
Diakses pada 4 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait