Bukan Dipaksa, Justru Ini Cara Mengajari Anak Minta Maaf


Cara mengajari anak minta maaf bisa dimulai dengan memberikan contoh karena mereka adalah peniru ulung.

(0)
24 Jan 2021|Azelia Trifiana
Cara mengajari anak minta maafMengajari anak minta maaf dapat dimulai dari memberikan teladan yang baik
Tidak ada orang yang suka dipaksa, termasuk anak-anak ketika habis melakukan kesalahan. Namun, itu bukan alasan untuk membiarkan perilaku buruk lewat begitu saja. Cara mengajari anak minta maaf bisa dimulai dengan memberikan pemahaman mengapa maaf itu penting.Ketika anak memahami alasan perlu meminta maaf, dengan sendirinya mereka akan menganggapnya sebagai keharusan. Jika tidak tahu alasannya, mengucapkan “sorry” hanya akan menjadi formalitas belaka.

Cara mengajari anak minta maaf

mengajari anak
Memberikan contoh pada anak adalah cara terbaik
Menjadi orangtua adalah proses belajar yang tak pernah berhenti. Termasuk ketika mencari cara mengajari anak minta maaf. Apa saja yang harus dilakukan?

1. Manfaatkan momen sebagai pembelajaran

Anak-anak bisa saja belum paham betul mengapa perilakunya mengundang reaksi berbeda dari sekitarnya. Ketika orangtua dan orang dewasa lain di sekitar memintanya untuk meminta maaf, jangan-jangan ada tanda tanya besar di kepala anak: apa yang salah?Untuk itu, orangtua perlu memanfaatkan momentum untuk mengajarkan apa yang sudah dilakukan, mengapa itu salah, dan dampak dari perilakunya itu kepada orang lain. Ini bisa membantu anak memahami perlunya minta maaf.Jadi, jangan terbiasa mengambil jalan pintas dengan segera meminta anak minta maaf tanpa tahu apa yang salah dari perbuatannya. Ini tidak akan menyelesaikan akar masalahnya.

2. Beri label perbuatan yang salah

Memberi label benar dan salah pada perbuatan yang dilakukan anak akan membantu mereka membedakan dengan lebih mudah. Contohnya memukul, menendang, merebut mainan, atau menggigit teman termasuk perbuatan yang salah dan tidak bisa diterima.Jika orangtua saja sudah mengabaikan hal-hal itu, sama saja dengan memberi lampu hijau bagi si kecil untuk tetap melakukannya. Anak akan menganggap bahwa apa yang dilakukannya tidak masalah karena orangtua pun tidak memberikan teguran apapun.

3. Beri contoh

Sebagai peniru ulung, tak ada cara yang lebih mudah untuk mengajari si kecil selain memberikan contoh. Jadi, orangtua perlu memberikan contoh perilaku baik termasuk minta maaf apabila melakukan kesalahan.Faktanya, banyak anak yang tidak tahu bagaimana mengekspresikan kata-kata saat harus meminta maaf. Jika mereka sudah terbiasa melihat orangtua meminta maaf, itu akan menjadi gambaran dan contoh yang sangat valid.Orangtua perlu meminta maaf kepada siapa pun. Bukan hanya kepada orang yang lebih tua saja, tapi juga kepada anak-anak atau orang lain yang berinteraksi di sekitar.Ini juga berlaku ketika orangtua meminta maaf demi memperbaiki hubungan dengan orang lain. Berikan pemahaman kepada mereka bahwa sangat wajar jika hubungan bisa merenggang dan kembali membaik setelah saling meminta maaf.

4. Validasi emosi

Jangan lupa untuk melakukan validasi emosi yang mereka rasakan saat melakukan perbuatan buruk. Sebut saja ketika anak merebut mainan teman sekelasnya dan mereka bertengkar, validasi emosinya dengan menanyakan apa perasaannya. Apakah ada rasa tidak enak di dada mereka, dan seterusnya.Ketika mereka mulai mengenali emosi yang dirasakan, akan jauh lebih mudah mengajarkan tentang sikap empati. Dari situlah anak bisa diajarkan bahwa perbuatan buruk akan membuat orang lain merasa sedih atau terluka, baik secara fisik maupun emosi.

5. Komunikasikan dengan pengasuh

Apabila orangtua harus bekerja dan mempercayakan pengasuhan anak di siang hari kepada asisten rumah tangga, daycare, atau nenek-kakeknya, pastikan ada keselarasan pola asuh.Sampaikan kepada mereka dengan jelas bahwa ada konsekuensi yang harus diterapkan ketika anak berbuat salah. Komunikasikan bagaimana contoh cara mengajarkan anak minta maaf agar mereka juga bisa melakukan hal yang sama.Dengan demikian, anak akan tahu bahwa keharusan meminta maaf saat berbuat salah ini merupakan hal yang berlaku setiap saat, bukan hanya ketika sedang bersama orangtua saja.

6. Tunjukkan rasa sayang

Terpenting, jangan buat anak merasa terasing setelah melakukan kesalahan. Tetap terima mereka dengan tangan terbuka, dan sampaikan bahwa berbuat salah itu bisa dilakukan setiap orang.Jangan lupa berikan apresiasi ketika anak sudah memahami dampak dari perbuatannya dan mau meminta maaf. Memaksa anak meminta maaf – terutama di depan banyak orang – hanya akan membuat mereka merasa malu dan marah.Maaf, terima kasih, dan tolong. Tiga kalimat dasar yang sejak kecil memang harus diperkenalkan. Tentu bukan sekadar dilafalkan saat diperlukan saja, namun anak perlu tahu mengapa kata-kata tersebut harus disampaikan.

Ajak anak berpikir secara kritis dengan bertanya kepada mereka, apa yang sebaiknya dilakukan ketika temannya menangis setelah mainannya direbut? Ini juga akan membuat anak lebih memahami korelasi sebab-akibat.Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar pola asuh dan bagaimana mengajarkan maaf, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingibu dan anakgaya parenting
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/teaching-kids-about-saying-sorry-616598
Diakses pada 9 Januari 2021
Positive Parenting Solutions. https://www.positiveparentingsolutions.com/parenting/how-to-teach-kids-to-say-sorry
Diakses pada 9 Januari 2021
Todays Parent. https://www.todaysparent.com/family/parenting/heres-what-works-way-better-than-forcing-your-kid-to-say-sorry/
Diakses pada 9 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait