Bukan Hanya Telur, Ini Daftar Penyebab Alergi Makanan yang Paling Umum


Setidaknya 90% penyebab alergi makanan meliputi produk olahan susu, telur, kacang, dan banyak lagi. Bagi orang yang memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi dengan mengeluarkan histamin ketika mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

(0)
16 Nov 2020|Azelia Trifiana
Penyebab alergi makananMakanan penyebab alergi
Setidaknya 90% penyebab alergi makanan meliputi produk olahan susu, telur, kacang, dan banyak lagi. Bagi orang yang memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi dengan mengeluarkan histamin ketika mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.Menurut Food Allergy Research and Education, anak-anak lebih rentan mengalami alergi makanan. Respons pada tubuh satu orang bisa berbeda dengan yang lainnya.

Gejala alergi makanan

hidung berair
Hidung berair sehabis makan adalah salah satu gejala alergi makanan
Ada orang yang merasakan gejala alergi makanan tiba-tiba atau baru muncul setelah beberapa jam kemudian. Gejalanya bisa ringan hingga parah bergantung pada reaksi imun masing-masing orang.Ketika kondisinya cukup parah, bahkan makanan penyebab alergi dalam jumlah sedikit pun dapat menyebabkan reaksi yang berbahaya bahkan mengancam nyawa. Ini disebut dengan anaphylaxis, yaitu saat sudah berpengaruh pada sistem pernapasan.Penderita asma juga berisiko lebih tinggi mengalami alergi makanan yang parah. Beberapa gejala yang bisa muncul adalah:
  • Bersin
  • Hidung berair
  • Hidung tersumbat
  • Mata gatal dan berair
  • Bengkak di bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Muncul ruam di kulit
  • Kram perut
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Kesulitan bernapas

Penyebab alergi makanan

Jenis makanan atau minuman yang paling rentan menyebabkan alergi adalah:

1. Telur

telur rebus
Anak-anak paling rentan mengalami alergi telur. Umumnya, kondisi ini akan mereda setelah mereka bertambah besar. Namun, tidak menutup kemungkinan alergi terjadi terus menerus hingga dewasa.Alergen dari telur adalah protein yang ada baik pada kuning maupun putih telurnya. Ada orang yang bisa mengonsumsi putih telur namun tidak bagian kuningnya, begitu pula sebaliknya.

2. Kacang

kacang-kacangan
Makanan penyebab alergi berikutnya adalah kacang. Anak-anak yang sejak kecil memiliki alergi kacang jarang bisa mengatasi sensitivitasnya. Artinya, alergi kacang bisa terjadi hingga dewasa.Meskipun langka, alergi terhadap kacang bisa mengakibatkan anaphylaxis. Jangan riyemehkan kondisi ini karena dapat menyebabkan kesulitan bernapas hingga serangan jantung. Ketika mengalami anaphylaxis, harus diberikan suntikan epinephrine.

3. Ikan

ikan
Orang dewasa lebih rentan mengalami reaksi alergi terhadap ikan. Jenis alergen di dalam ikan cukup mirip. Itu sebabnya orang yang alergi terhadap jenis ikan tertentu kerap kali mengalami reaksi serupa saat mengonsumsi ikan yang berbeda sekalipun.Proses masak juga tidak akan menghilangkan alergen dalam ikan. Bahkan, ada orang yang justru alergi pada ikan yang sudah dimasak namun tidak dengan ikan mentah.

4. Hewan air bercangkang

kerang
Tak hanya ikan, alergi terhadap hewan air bercangkang atau shellfish juga cukup banyak terjadi. Jenis hewan air yang kerap memicu alergi adalah udang, kepiting, lobster, tiram, kerang, remis, dan semacamnya.Biasanya, orang yang alergi terhadap hewan air bercangkang tertentu akan bereaksi yang sama pada jenis lainnya. Bagi orang yang sangat sensitif, menghirup asap dari proses masak hewan air bercangkang saja sudah bisa menyebabkan munculnya reaksi alergi.

5. Susu sapi

segelas susu sapi
Salah satu jenis alergi makanan yang paling sering dialami anak-anak adalah alergi susu sapi atau intoleransi laktosa. Bahkan, reaksinya bisa muncul sejak masih menyusu, ketika sang ibu mengonsumsi produk olahan susu.Gejala saat mengalami alergi susu adalah muncul ruam merah di kulit, diarea, muntah, dan kram perut. Umumnya, ketika tumbuh besar anak-anak tidak lagi memiliki alergi terhadap susu.

6. Kedelai

kacang kedelai
Selain susu, kedelai juga merupakan makanan penyebab alergi yang kerap dialami anak-anak. Umumnya, sensitivitas mereka akan mereda ketika berusia 2 tahun.Orangtua perlu berhati-hati karena kedelai banyak digunakan untuk pengolahan makanan seperti kue, permen, es krim, margarin, pasta, hingga campuran bumbu daging.

7. Gandum

Bayi juga rentan mengalami reaksi alergi terhadap gandum. Salah satu alergen dalam gandum disebut dengan gliadin yang ada pada gluten. Itulah sebabnya, orang yang alergi gandum disarankan menjalani diet bebas gluten.

Cara diagnosis alergi makanan

Untuk mengetahui penyebab alergi makanan, dokter akan menyarankan mencatat apa saja makanan atau minuman yang kerap menjadi pemicu. Cara diagnosis lainnya bisa dengan menghilangkan konsumsi menu tertentu untuk sementara waktu, kemudian perlahan mencobanya kembali untuk mendeteksi apakah ada gejala yang muncul.Apabila kasus alergi cukup serius, bisa dilakukan pemeriksaan darah atau patch test untuk menemukan secara pasti apa alergennya.

Cara paling tepat untuk mengobati alergi adalah dengan menghindari konsumsi pemicunya. Jika reaksi alergi yang terjadi cukup ringan, bisa diatasi dengan mengonsumsi obat antihistamin yang dijual bebas.Namun apabila reaksi alergi cukup serius, dokter akan memberikan pengobatan steroid. Namun perlu diwaspadai efek samping dari steroid sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jangka waktu terlalu lama.Jika Anda ingin tahu lebih banyak apakah ada jenis antihistamin alami atau cara lain meredakan reaksi alergi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitalergialergi kacang
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/common-food-allergies
Diakses pada 30 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/8624
Diakses pada 30 Oktober 2020
ACAAI. https://acaai.org/allergies/types/food-allergy
Diakses pada 30 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait