Bukan Hanya untuk Masakan, Ini Manfaat Kunyit yang Baik untuk Kesehatan


Kunyit umumnya hanya dikenal sebagai bumbu dapur dan pewarna kuning alami untuk makanan. Padahal, manfaat kunyit untuk kesehatan sangat bergam, bahkan bisa mencegah kanker. Namun, kandungan gizi pada kunyit juga bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan.

0,0
Manfaat kuyit bukan hanya sebagai tambahan dalam jamu, tetapi juga mampu memberikan dampak yang positif bagi kesehatanKunyit terkenal sebagai salah satu bahan jamu, tetapi manfaat kunyit tidak hanya sebagai bahan baku jamu, tetapi juga mampu menjaga kesehatan Anda
Bukan rahasia lagi jika sebagian besar bumbu dapur dapat memberikan dampak bagi kesehatan. Salah satunya adalah rempah kunyit yang memberikan warna pada berbagai makanan. Tidak hanya memberikan warna, kunyit juga seringkali digunakan sebagai bahan untuk jamu bersama temulawak, dan tanaman herbal ataupun rempah lainnya. Namun, apa sajakah manfaat kunyit bagi kesehatan?

Manfaat kunyit untuk kesehatan tubuh

Khasiat kunyit berasal dari kandungan nutrisinya yang lengkap dan baik untuk kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat kunyit yang belum diketahui banyak orang:

1. Mendukung penurunan berat badan

Persyaratan utama dalam penurunan berat badan adalah menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Namun, tidak ada salahnya menambahkan kunyit ke dalam diet Anda karena kunyit dapat membantu penurunan berat badan.Menurut jurnal European Review for Medical and Pharmacological Sciences, kunyit dapat menjaga berat badan dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh orang dengan berat badan berlebih.

2. Kaya akan antioksidan

Kandungan curcumin dalam kunyit adalah komponen yang membentuk berbagai macam khasiat kunyit, salah satunya adalah dalam menangkal radikal bebas. Senyawa curcumin juga ditemukan mampu meningkatkan produksi antioksidan dalam tubuh.

3. Menurunkan risiko penyakit hati

Kunyit dapat membantu mengurangi peluang terkena penyakit hati dengan meningkatkan fungsi dari dinding pembuluh darah, bahkan kunyit mampu menjaga kesehatan jantung setara dengan berolahraga terutama pada wanita yang sudah menopause.

4. Berpotensi mencegah dan mengobati Alzheimer

Senyawa curcumin yang terdapat di dalam kunyit berpotensi sebagai obat untuk Alzheimer, meskipun memerlukan studi lebih lanjut, tetapi telah ditemukan manfaat kunyit dalam menghilangkan penumpukan protein amyloid plaque yang menjadi penyebab penyakit Alzheimer.

5. Mengatasi depresi

Bagi para penderita depresi, Anda bisa mempertimbangkan penggunaan kunyit untuk mengatasi kemunculan gejala depresi. Sebuah studi menunjukkan bahwa zat curcumin dalam kunyit memiliki efektivitas yang sama dengan antidepresan Prozac.Hal yang lebih mencengangkan adalah partisipan yang mengonsumsi Prozac dan curcumin memiliki perkembangan yang lebih baik.

6. Memperkecil peluang terkena penyakit otak

Meskipun berukuran kecil, tetapi manfaat kunyit berdampak besar. Curcumin dalam kunyit bisa membantu mengurangi risiko terkena penyakit otak dengan meningkatkan aktivitas hormon tertentu yang berfungsi dalam proses pembentukan jaringan saraf yang baru.

7. Mengandung antiradang

Peradangan dalam tubuh yang berlebih dapat memicu berbagai macam penyakit, tetapi Anda tidak perlu khawatir karena kandungan curcumin dalam kunyit memiliki kandungan antiradang yang setara dengan beberapa obat antiradang.Manfaat kunyit dalam menurunkan peradangan adalah dengan menghalangi molekul NF-kB yang berperan dalam proses peradangan.

8. Mencegah kanker

Kanker adalah salah satu penyakit mematikan yang ingin dihindari oleh masyarakat. Konsumsi kunyit ditemukan mampu membunuh sel-sel kanker, mencegah penyebaran kanker, dan pembentukan pembuluh darah pada tumor.

9. Menanggulangi radang sendi

Kandungan antiradang dalam kunyit bermanfaat menanggulangi arthritis atau radang sendi dan bahkan dapat lebih efektif daripada obat antiradang natrium diklofenak.

10. Menjaga kesehatan kaum lansia

Ingin orangtua Anda tetap bugar saat beraktivitas? Coba masukkan kunyit ke dalam menu hariannya. Kunyit mampu meningkatkan kesehatan pada orang lanjut usia karena kandungan antioksidan dan antiradangnya yang tinggi.

11. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Mengobati radang usus dengan kunyit berasal dari kandungan antioksidan dan antiradang yang menjaga kesehatan sistem pencernaan.Saat ini, sedang diadakan studi untuk mengetahui apakah kunyit mampu mengatasi peradangan pada usus dan menjadi obat untuk irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar.

12. Menurunkan kolesterol

Khasiat kunyit yang lainnya adalah menurunkan kadar kolesterol, tetapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat kunyit dalam mengurangi tingkat kolesterol.

13. Mengurangi gatal pada penderita penyakit ginjal

Khasiat kunyit terhadap penderita penyakit ginjal adalah membantu mengatasi gatal yang disebabkan oleh penyakit ginjal yang diderita. Akan tetapi, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk menelusuri khasiat kunyit terhadap penyakit ginjal.

14. Meringankan gejala alergi serbuk bunga

Gejala alergi serbuk bunga atau yang dikenal dengan hay fever, berupa gatal, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan hidung yang berair dapat dikurangi dengan konsumsi kunyit.

15. Menurunkan kadar gula darah

Studi menunjukkan bahwa kunyit berguna untuk menurunkan kadar gula darah dan karenanya berpotensi untuk mencegah diabetes. Namun, masih dibutuhkan penelitian lain mengenai manfaat kunyit dalam mengurangi gula darah.

16. Meningkatkan daya tahan tubuh

Kunyit sudah dijadikan pengobatan tradisional sejak zaman dulu dan dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh karena tinggi antioksidan dan memiliki senyawa antiradang.

17. Memiliki kandungan antibakteri

Kunyit tidak hanya sekedar pemberi warna kuning, tetapi juga mengandung antibakteri yang dapat menghancurkan membran sel dari bakteri. Oleh karenanya, kunyit dapat melawan infeksi bakteri.

18. Mempercepat penyembuhan luka

Khasiat curcumin dalam kunyit ditemukan mampu mengobati luka dengan mengurangi peradangan dan menangkal radikal bebas. Hal tersebutlah yang membuat kunyit dapat mempercepat penyembuhan luka.

19. Membuat kulit lebih bersinar

Manfaat kunyit untuk wajah juga sangat terkenal. Kandungan antioksidan dan antiradang pada kunyit memberikan efek yang baik untuk tubuh, yaitu untuk membuat kulit terlihat lebih glowing alias bersinar. Anda dapat membuat kunyit menjadi masker pada kulit.

20. Mengatasi gejala psoriasis

Kandungan antiradang dan antioksidan dalam kunyit tidak hanya dapat menjaga daya tahan tubuh, tetapi juga berfungsi untuk meringankan gejala dan kambuhnya penyakit psoriasis.Namun, selalu konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan kunyit untuk pengobatan psoriasis.

21. Mengatasi gejala asam lambung

Manfaat kunyit untuk maag berasal dari kandungan antioksidan kurkumin yang bersifat antiradang. Kandungan kurkumin tersebut bisa meringankan gejala radang tenggorokan yang diakibatkan oleh asam lambung naik.Dengan begitu, gejala rasa sakit perut dan nyeri ulu hati (heartburn) dapat berkurang. Bahkan, manfaat kunyit untuk asam lambung dari kurkumin ini juga dapat melindungi saluran pencernaan dari iritasi akibat obat pereda nyeri dan zat sejenisnya. Antioksidan tersebut dapat membantu menyembuhkan luka lambung, menyeimbangkan populasi bakteri baik lambung dan mencegah pembentukan kanker.Baca juga: Ini Manfaat Daun Kunyit untuk Kesehatan

Efek samping mengonsumsi kunyit berlebihan

Jika dikonsumsi terlalu banyak, kunyit juga dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, seperti:

1. Masalah pencernaan

Meski baik untuk pencernaan, kunyit juga dapat mengiritasi organ pencernaan jika dikonsumsi berlebih. Pasalnya, kunyit memiliki efek yang mampu merangsang lambung untuk memproduksi lebih banyak asam.

2. Batu ginjal

Kandungan kunyit oksalat yang tinggi dapat membentuk efek samping berupa batu ginjal bila dikonsumsi secara berlebihan. Batu ginjal bisa memicu nyeri yang hebat dan rasa tidak nyaman. 

3. Sakit kepala dan mual

Jika dikonsumsi terlalu banyak, kunyit dapat memicu mual dan sakit kepala. Sehingga, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi kunyit lebih dari 450 miligram per hari.

4. Intolerancia gluten dan celiac

Bubuk kunyit yang biasa dijual di pasaran umumnya mengandung gandum, jelai (barley), dan gandum hitam (rye).Jika dikonsumsi oleh pengidap intoleransi gluten atau penderita penyakit celiac yang ‘alergi’ gluten, bisa memicu reaksi alergi atau memperburuk gejala. Pasalnya, gluten merupakan protein yang ditemukan pada gandum, jelai, dan gandum hitam. 

5. Kanker

Beberapa bubuk kunyit bisa saja mengandung pewarna makanan. Contohnya, pewarna makanan jenis metanil yellow atau acid yellow 36 yang sering digunakan saat pengolahan kunyit di India.Menurut beberapa penelitian pada hewan, metanil yellow berpotensi menyebabkan efek samping kunyit berupa kanker bila dikonsumsi dalam dosis tinggi.

6. Kontraksi pada ibu hamil

Mengonsumsi kunyit berlebihan juga bisa menimbulkan efek samping berupa kontraksi rahim pada ibu hamil. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur dan keguguran.Baca juga: Khasiat Kunyit untuk Kesehatan Rahim Ternyata Bukan Mitos

7. Mengganggu kinerja obat

Kunyit tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah, antidepresan, antibiotik, antihistamin, hingga obat-obatan penyakit jantung, karena dapat menimbulkan efek samping. Selain itu, dilansir dari Medicine Net, mengonsumsi kunyit bersamaan dengan obat diabetes juga dipercaya bisa menyebabkan kadar gula darah yang sangat rendah.Baca juga: Mengenal Sederet Khasiat Kunyit Putih untuk Kesehatan

Dosis konsumsi kunyit per hari yang dianjurkan

Pada dasarnya, tidak ada rekomendasi resmi mengenai seberapa banyak konsumsi kunyit yang harus dikonsumsi per hari.Secara umum,  Anda hanya tidak boleh mengonsumsinya melebihi dosis yang tertera pada label suplemen. Sementara menurut The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA), tingkat asupan kunyit harian yang disarankan adalah 3 mg per kilogram berat badan.Sebagai contoh, orang dengan berat 50 kg hanya boleh mengonsumsi kunyit sebanyak 150 mg per hari. Di sisi lain, penelitian menyimpulkan bahwa dosis 3,600-8,000 mg per hari tidak menyebabkan efek samping serius.Sedangkan, studi lainnya menunjukkan bahwa dosis tunggal 12,000 mg masih bisa ditoleransi. Oleh sebab itu, agar lebih aman  Anda sebaiknya mengonsultasikannya dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen kunyit. Dengan ini, takaran bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda.

Catatan dari SehatQ

Khasiat kunyit terhadap kesehatan tidak hanya satu atau dua saja, tetapi terdapat segudang manfaat yang baik untuk tubuh. Namun, di balik manfaatnya, Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi kunyit, apabila Anda mengonsumsi obat pengencer darah atau sedang hamil.Konsumsi kunyit secara berlebih juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter seputar khasiat kunyit dan efek sampingnya, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
makanan sehatsuperfoodherbaljamu
European Review for Medical and Pharmacological Science. http://www.naturalhealthresearch.org/wp-content/uploads/2017/07/Curcumin-Reduces-Adipose-Tissue-and-Aids-Weight-Loss.pdf
Diakses pada 17 September 2019
Healthline. healthline.com/health/turmeric-for-skin
Diakses pada 17 September 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/diabetes/turmeric-and-diabetes
Diakses pada 17 September 2019
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/top-10-evidence-based-health-benefits-of-turmeric#section8
Diakses pada 17 September 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/306981.php
Diakses pada 17 September 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322412.php
Diakses pada 17 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20205886
Diakses pada 17 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23832433
Diakses pada 17 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5664031/
Diakses pada 17 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23146777
Diakses pada 17 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22407780
Diakses pada 17 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16988474
Diakses pada 17 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15489888
Diakses pada 17 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2758121/
Diakses pada 17 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19151449
Diakses pada 17 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24482090
Diakses pada 17 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3857752/
Diakses pada 17 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4374920/
Diakses pada 17 September 2019
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0006899306027144
Diakses pada 17 September 2019
WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-662/turmeric
Diakses pada 17 September 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait