Bukan Sekadar Angka, Ini Pentingnya Tahu Jarak Usia Ideal Pasangan


Jarak usia ideal pasangan sekitar 1-5 tahun, namun tentu tidak bisa digeneralisasi untuk semua orang. Ada faktor lain yang memengaruhi seperti agama, sosial, hingga norma budaya.

(0)
24 Jan 2021|Azelia Trifiana
Jarak usia ideal pasangan dapat memengaruhi keharmonisanPerbedaan usia bisa jadi pertimbangan saat ingin menikah
Meski tidak ada aturan baku berapa jarak usia ideal pasangan, fenomena ini kerap menyita perhatian di masyarakat. Utamanya apabila ada pasangan dengan perbedaan usia cukup jauh, 5 tahun ke atas. Sayangnya, kerap muncul persepsi negatif terhadap hal semacam ini.Menariknya lagi, pandangan miring terhadap orang yang berpasangan dengan jarak usia kurang ideal ini bukan hanya karena terasa janggal. Menurut teori, pasangan semacam ini dianggap tidak seimbang sehingga kurang mendapat lampu hijau dari sekitarnya.

Usia, bukan sekadar angka

Mungkin ada orang yang selama hidupnya pernah dekat dengan orang dan mulai menjajaki hubungan ke arah yang lebih serius. Bahkan ketika mengetahui bahwa perbedaan usia lebih dari 10 tahun, rasanya ingin mengabaikan perbedaan itu karena bisa berkomunikasi dengan baik.Padahal, usia bukan sekadar angka. Ada alasan mengapa jarak usia ideal pasangan adalah 1-5 tahun, tidak lebih hingga 1 dekade. Apa saja pertimbangannya?

1. Beda target

Orang yang berada di pertengahan usia 20an dengan yang sudah menjelang 40 tahun tentu sudah memiliki target berbeda. Ini yang bisa menimbulkan gesekan dan ketidakcocokan.Sebagai contoh, perempuan di usia 25 tahun masih ingin melanjutkan studi sebelum akhirnya menikah 3 tahun kemudian dan merencanakan punya keturunan. Di sisi lain, pasangannya yang sudah berusia 38 tahun sudah ingin segera menikah dan memiliki anak karena usianya tak lagi muda.Perbedaan ini bisa membuat perempuan merasa segalanya terlalu terburu-buru. Sebaliknya, sang pria juga bisa merasa semuanya harus disegerakan karena tak ada lagi yang dikejar selain berumah tangga.

2. Menambah tantangan

Hubungan dengan pasangan yang sebaya atau berbeda 1-2 tahun saja bisa punya tantangan tersendiri, apalagi yang beda usianya lebih dari satu dekade. Mungkin masalah tidak akan muncul di awal, namun bisa saja menambah potensi konflik di kemudian hari.Isu yang dihadapi orang di usia 20an dengan 30an tentu berbeda juga dengan mereka yang sudah menginjak kepala 4. Semuanya punya masalah berbeda. Ini akan membuat persepsi tentang urgensi masalah yang harus diselesaikan pun bisa berbeda.

3. Perbedaan dari sekitar

Jangan lupakan pula bahwa ketika memutuskan untuk memiliki pasangan dan melanjutkan ke hubungan yang lebih serius, ada variabel yang harus juga dipertimbangkan. Mulai dari restu orangtua, saudara, hingga lingkaran pertemanan di luar itu semua.Akan ada banyak perbedaan pandangan budaya, penolakan dari keluarga atau teman, dan seterusnya. Bukan tidak mungkin, akan sedikit lebih sulit untuk masuk ke lingkaran teman terdekat pasangan karena usia yang terlampau jauh.

4. Persepsi negatif

Memang benar tidak baik terlalu menghiraukan apa kata orang. Meski demikian, pasangan dengan perbedaan usia terlalu jauh berisiko dipandang negatif oleh masyarakat sekitar. Mungkin saja pemicunya adalah kejanggalan melihat pasangan yang lebih cocok menjadi paman dan keponakan ketimbang suami istri.

5. Ketidakpuasan dalam pernikahan

Seorang profesor di bidang ekonomi CU Boulder bernama Terra McKinnish menggelar studi terhadap 8.682 rumah tangga di Australia. Rentang waktu penelitian mencapai 13 tahun.Dari situ, diketahui bahwa tingkat kepuasan dalam pernikahan lebih tinggi pada orang yang pasangannya lebih muda. Begitu pula sebaliknya.Menariknya, ketika usia pernikahan menginjak 6-10 tahun, semakin jauh perbedaan usia suami dan istri, maka tingkat ketidakpuasan semakin tajam. Utamanya, apabila ada konflik yang bersumber dari masalah uang.

Haruskah menghindari perbedaan usia?

pasangan sedang ngobrol
Jika memiliki pasangan beda usia, pastikan membicarakan plus minusnya
Meski beberapa hal di atas menjelaskan risiko yang mungkin muncul bagi pasangan dengan perbedaan usia cukup jauh, tidak semuanya pasti bernasib seperti itu. Setiap orang unik, begitu pula dengan hubungan.Tak hanya usia, ada banyak faktor juga mengambil peran. Mulai dari prinsip pribadi, faktor sosial, agama, norma, budaya, dan banyak lagi. Semuanya turut berpengaruh dalam pengambilan keputusan dalam rumah tangga.

Catatan dari SehatQ

Selain usia, parameter utama ketika mencari pasangan adalah dengan berpikir secara realistis. Buka pertemanan dan koneksi seluas mungkin hingga menemukan sosok yang dirasa tepat menjadi teman hidup.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pengaruh perbedaan usia dengan pasangan bagi kesehatan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips seksmenjalin hubunganpola hidup sehat
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/meet-catch-and-keep/201904/what-we-know-about-age-gaps-in-dating-love-and-marriage
Diakses pada 10 Januari 2021
Fatherly. https://www.fatherly.com/health-science/ideal-age-gap-for-a-happy-marriage/
Diakses pada 10 Januari 2021
Experts ASU. https://asu.pure.elsevier.com/en/publications/age-preferences-for-mates-as-related-to-gender-own-age-and-involv
Diakses pada 10 Januari 2021
Glamour. https://www.glamour.com/story/age-gap-dating
Diakses pada 10 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait