Mengapa Beberapa Pria Memiliki Bulu Dada, tapi yang Lain Tidak?


Beberapa pria memiliki bulu dada , beberapa lainnya tidak. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor mulai dari ras, hormon, hingga genetik.

(0)
16 Apr 2021|Rhandy Verizarie
bulu dada pada priaHormon menjadi salah satu faktor tumbuhnya bulu dada pada pria
Beberapa pria beranggapan bahwa memiliki bulu dada akan membuat mereka tampil lebih maskulin dan menarik di mata kaum Hawa. Akan tetapi, tidak semua pria ‘dianugerahi’ bulu dada. Lantas, mengapa ada pria yang memiliki dada berbulu dan ada juga yang tidak? Simak informasinya berikut ini beserta fakta-fakta tentang bulu dada pada pria.

Mengapa pria memiliki bulu dada?

Profesor dari Flinders University, Australia, Ian Gibbins, mengungkapkan bahwa sebagai “kerabat” dari primata tidak heran jika manusia memiliki banyak bulu di tubuhnya. Akan tetapi, evolusi yang terjadi membuat kuantitas bulu pada tubuh manusia tidak sebanyak hewan primata.Bulu atau rambut pada tubuh manusia sendiri pun terbagi menjadi dua, yakni rambut terminal dan vellus (lanugo). Rambut terminal terdiri atas rambut di kepala, wajah, dada, dan kemaluan. Sementara itu, rambut vellus adalah rambut halus dan beberapa di antaranya tidak terlihat.Terkait dengan bulu dada, beberapa pria memilikinya, sementara pria yang lain tidak. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seorang pria memiliki bulu dada, sementara yang lain tidak, yaitu:

1. Ras

Ras memengaruhi pertumbuhan bulu pada tubuh pria, termasuk bulu di area dada. Sebagai contoh, pria yang berasal dari wilayah Mediterania (seperti Turki)  umumnya memiliki bulu dada. Sementara itu, pria Asia lebih jarang untuk memiliki bulu lebat di dadanya.

2. Hormon

Pertumbuhan rambut atau bulu dada—sama seperti rambut di area tubuh lainnya—pria dipengaruhi oleh faktor hormon, yakni testosteron. Pria bisa sampai memiliki bulu dada karena memang kadar hormon androgen tersebut di dalam tubuh lebih tinggi ketimbang wanita.Menurut hasil penelitian yang dilakukan di University of Bradford tahun 2017, saat memasuki masa pubertas androgen akan merangsang pertumbuhan bulu atau rambut dengan karakteristik tebal dan berwarna lebih gelap untuk “menggantikan” bulu-bulu halus atau vellus, termasuk di area dada.

3. Genetik

Faktor keturunan (genetik) juga mungkin berpengaruh terhadap pertumbuhan bulu dada pria. Seorang pria dengan dada berbulu mungkin akan mewarisi hal tersebut pada anak laki-lakinya kelak. Namun, hal ini tidak selalu terjadi. Ada juga pria berbulu dada yang anak laki-lakinya tidak memiliki bulu dada ketika dewasa, pun sebaliknya.

Fakta-fakta bulu dada pria

Ada sejumlah fakta menarik terkait dengan bulu dada pria. Apa sajakah itu? Berikut penjelasannya.

1. Pria berbulu dada cenderung lebih cerdas

Sebuah survei mengungkapkan fakta yang cukup menarik, yaitu bahwa pria yang berbulu dada memiliki tingkat kecerdasan yang cukup baik.Pasalnya, survei tersebut menemukan 45 persen pria yang memiliki bulu dada lebat berprofesi sebagai dokter. Selain itu, pada survei yang dilakukan terhadap mahasiswa teknik mesin juga menemukan hal yang sama, yakni mereka yang berada di peringkat (ranking) atas diketahui memiliki bulu di dada yang lebih lebat ketimbang yang lainnya.Belum dapat dipastikan apa korelasi antara bulu di dada dengan tingkat kecerdasan pria. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan hipotesis ini.

2. Wanita suka dengan pria berbulu dada

Ada yang mengatakan jika wanita lebih suka pria berbulu dada, benarkah demikian? Studi yang dimuat dalam jurnal Behavioral Ecology menyebutkan bahwa pria yang memiliki bulu dada mungkin memang menjadi preferensi sebagian wanita di Finlandia.Namun, studi tersebut juga mengungkapkan bahwa wanita yang sedang dalam masa subur justru lebih menyenangi pria yang jarang atau tidak memiliki bulu sama sekali di area dadanya. Sementara itu, diketahui pula bahwa alasan wanita menyenangi pria berbulu karena ayahnya yang juga memiliki bulu pada area dada.

3. Bulu dada tumbuh tidak rata adalah wajar

Anda mungkin bertanya-tanya ketika menyadari bulu dada yang tumbuh tidak rata atau asimetris. Tidak perlu khawatir karena bulu di dada yang tumbuh tidak simetris bukanlah suatu kondisi yang abnormal.Merujuk pada studi yang dimuat dalam Journal of The National Medical Association, beberapa pria memiliki pola pertumbuhan bulu pada dada yang tidak sama antara sisi dada yang satu dengan sisi dada yang satunya lagi.

Cara menumbuhkan bulu dada

Pertumbuhan bulu, termasuk bulu di dada, bergantung pada kinerja hormon testosteron. Apabila kadar hormon testosteron rendah, bulu kemungkinan jadi sulit tumbuh lebat. Oleh sebab itu, Anda bisa meningkatkan kadar testosteron sebagai cara menumbuhkan bulu dada. antara lain dengan:
  • Olahraga teratur
  • Mengonsumsi makanan bervitamin (vitamin B, vitamin D, vitamin E)
  • Mengonsumsi makanan dan suplemen mengandung zinc, protein, zat besi
  • Kendalikan stres
  • Istirahat yang cukup
Pertumbuhan rambut juga dipengaruhi oleh pasokan darah. Pasalnya, folikel rambut sebagai “pabrik” rambut membutuhkan nutrisi dan oksigen dari darah agar bisa menjalankan fungsinya tersebut.Cara melancarkan peredaran darah agar pertumbuhan rambut dada bisa maksimal antara lain meliputi:
  • Latihan aerobik
  • Berhenti merokok
  • Minum air putih yang cukup
  • Menjaga berat badan
  • Mengendalikan tekanan darah
Cara menumbuhkan bulu dada pria lainnya seperti menggunakan obat penumbuh rambut seperti minoxidil dan finasteride, suntik hormon testosteron, hingga transplantasi rambut.Namun, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter apabila Anda hendak menempuh cara-cara tersebut untuk membuat dada berbulu.Anda bisa chat dengan dokter langsung dari smartphone melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Konsultasi medis lebih mudah dan cepat pakai aplikasi SehatQ! Download sekarang juga di App Store dan Google Play
kesehatan rambutkesehatan pria
ABC News. https://www.abc.net.au/science/articles/2009/09/08/2679925.htm Diakses pada 5 April 2021Bio Numbers. https://bionumbers.hms.harvard.edu/bionumber.aspx?id=116428 Diakses pada 5 April 2021Journal of Behavioral Ecology (vol. 21). https://academic.oup.com/beheco/article/21/2/419/322906 Diakses pada 5 April 2021Journal of the National Medical Association.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2610947/ Diakses pada 5 April 2021The FASEB Journal Association. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5928870/ Diakses pada 5 April 2021PsyBlog. https://www.spring.org.uk/2017/07/chest-intelligence.php Diakses pada 5 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait