Para Pria, Ini Cara Mencukur Kumis dan Jenggot yang Benar agar Terhindar dari Iritasi


Ada sejumlah cara mencukur kumis dan jenggot yang perlu diperhatikan agar keduanya tetap terawat dan tumbuh dengan baik.

(0)
15 Apr 2021|Rhandy Verizarie
cara mencukur kumis dn jenggotCara mencukur kumis yang benar akan membuat tampilan kumis jadi terlihat rapi
Mencukur kumis dan jenggot akan membuat tampilan wajah Anda tetap terlihat rapi dan terawat. Hal ini sedikit banyak akan memengaruhi penampilan Anda di hadapan orang lain. Lantas, bagaimana cara mencukur kumis dan jenggot yang benar? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Cara mencukur kumis dan jenggot yang benar

Memiliki kumis dan jenggot menjadi dambaan banyak pria sehingga banyak pria yang melakuka berbagai cara menumbuhkan kumis. Alasannya, tidak lain agar terlihat lebih maskulin. Akan tetapi, kumis dan jenggot yang tidak dirawat—dalam hal ini dicukur—justru akan membuat pria jadi tampak kurang bersih dan tidak memperhatikan penampilan.Itu sebabnya, Anda yang memiliki kumis maupun jenggot disarankan untuk mencukur keduanya secara berkala. Agar hasil cukuran terlihat rapi, pun area kulit tempat tumbuhnya kumis dan jenggot senantiasa sehat, American Academy of Dermatology (AAD) memaparkan beberapa cara mencukur kumis dan jenggot yang benar untuk Anda terapkan, yaitu:

1. Basahi kumis dan jenggot terlebih dahulu

Cara cukur kumis dan jenggot yang pertama adalah dengan membasahi keduanya terlebih dahulu. Anda mungkin berpikir untuk langsung mencukur rambut wajah tersebut tanpa perlu dibasahi air. Padahal, hal ini keliru dan berpotensi menyebabkan iritasi, bahkan luka.Membasahi kumis dan jenggot bertujuan untuk melembapkannya. Dengan begitu, kumis dapat dicukur dengan mudah. Dilansir dari laman Teen’s Health, Anda disarankan untuk membasahi kumis dan jenggot dengan air hangat agar pori-pori kulit bisa terbuka lebar.

2. Gunakan gel atau krim cukur

Menggunakan gel atau krim cukur adalah cara mencukur kumis yang benar yang tidak boleh dilewatkan. Gel cukur berfungsi untuk melumasi kumis dan jenggot sehingga keduanya lebih mudah dicukur. Gel atau krim cukur juga dapat mencegah terjadinya iritasi atau luka pada kulit tempat kumis dan jenggot tumbuh.

3. Cukur kumis searah tumbuhnya rambut

Asosiasi dokter kulit Amerika, AAD, juga menyarankan agar cukur kumis dan jenggot sebaiknya dilakukan searah dengan arah pertumbuhan rambut.Dengan begitu, Anda bisa meminimalisir risiko terjadinya iritasi atau ingrown hair sehabis bercukur.

4. Cukur kumis dan jenggot secara perlahan

Saat mencukur kumis dan jenggot, pastikan Anda melakukannya secara perlahan-lahan. Mencukur kumis dengan gerakan yang cepat dan keras hanya akan meningkatkan risiko munculnya luka pada kulit Anda.Terlebih, jika di area kulit terdapat jerawat. Jika Anda tidak hati-hati, pisau cukur bisa mengenai jerawat dan membuatnya semakin parah.

5. Gunakan pisau cukur yang tajam

Pemilihan pisau dan alat cukur juga perlu menjadi perhatian untuk mencukur kumis dan jenggot. Alat cukur yang tidak higienis atau tajam berpotensi menyebabkan munculnya masalah kulit.Pisau yang tajam bertujuan untuk cukur kumis dan jenggot bisa lebih mudah dan cepat. Selain itu, ini juga agar risiko iritasi dan luka dapat diminimalisir.

6. Bersihkan pisau cukur setelah digunakan

Setelah selesai mencukur kumis dan jenggot, jangan langsung letakkan pisau atau alat cukur kumis Anda di tempat penyimpanannya. Bersihkan alat cukur kumis terlebih dahulu dengan air dan keringkan menggunakan kain bersih.Memastikan pisau cukur dalam keadaan bersih bertujuan agar alat ini bebas dari kotoran, kuman, maupun bakteri yang bisa membahayakan kesehatan kulit Anda.Selain itu, jangan lupa untuk mengganti pisau cukur secara berkala, terutama jika pisau dirasa sudah mulai tumpul.

7. Simpan pisau cukur di tempat yang kering

Selesai membersihkan dan mengeringkan pisau cukur, simpanlah alat cukur kumis di tempat yang bersih dan kering.Tempat penyimpanan pisau cukur juga perlu Anda perhatikan. Tempat yang bersih dan kering menjaga agar pisau cukur tidak lembap. Pasalnya, pisau cukur yang lembap rawan menjadi tempat bertumbuhnya jamur, kuman, bahkan bakteri.Menggunakan alat atau pisau cukur yang telah terkontaminasi dapat memicu iritasi atau infeksi pada kulit di sekitar kumis dan jenggot.

Catatan dari SehatQ

Mengetahui dan menerapkan cara mencukur kumis dan jenggot bertujuan agar Anda terhindar dari iritasi dan luka. Selain itu, hasil cukuran pun dapat membuat Anda tampak lebih bersih dan rapi.Jika Anda punya pertanyaan lebih lanjut seputar perawatan rambut, kumis, brewok, jenggot, atau jambang yang benar, atau mungkin sedang mempertimbangkan penghilangan bulu secara permanen, Anda bisa chat dokter online di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ terlebih dulu. Download sekarang juga di App Store dan Google Play
tips kesehatankesehatan rambutkesehatan pria
American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/hair/how-to-shaveDiakses pada 4 April 2021Teen’s Health. https://kidshealth.org/en/teens/shaving.html Diakses pada 4 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait