7 Cara Mengajari Anak Belajar Matematika Tanpa Terpaksa


Bukan sekadar mengejar target nilai akademis, orangtua tentu ingin anak mereka menguasai matematika sebagai bekal sehari-hari. Cara mengajar anak belajar matematika tanpa terpaksa bisa dengan mempraktikkannya pada kehidupan nyata.

(0)
02 Mar 2021|Azelia Trifiana
Matematika tidak harus menjadi pelajaran yang membosankan bagi anakMatematika tidak harus menjadi pelajaran yang membosankan bagi anak
Bukan sekadar mengejar target nilai akademis, orangtua tentu ingin anak mereka menguasai matematika sebagai bekal sehari-hari. Tiada hari tanpa berhitung, meski bukan perkara menjawab kuis di sekolah. Cara mengajar anak belajar matematika tanpa terpaksa bisa dengan mempraktikkannya pada kehidupan nyata.Selalu ingat syarat utamanya, bahwa jangan membuat anak tertekan ketika belajar. Bukan hanya matematika, ini berlaku untuk apapun. Sekali tertekan, mereka justru akan enggan menguliknya lebih jauh.

Cara mengajari anak berhitung

Untuk bisa menerapkan cara mengajari anak berhitung cepat, orangtua bisa menerapkan beberapa strategi seperti:

1. Aplikasikan di kehidupan sehari-hari

Setelah menghabiskan waktu berjam-jam di sekolah dengan berbagai jenis mata pelajaran, family time dengan orangtua tentu ingin diisi dengan hal lain yang lebih menyegarkan.Namun jangan salah, Anda tetap bisa mengajak anak belajar matematika dengan mengaplikasikannya dalam interaksi sehari-hari. Contohnya, tantang mereka menghitung jumlah benda yang ada di keranjang belanja. Kemudian, berikan pertanyaan berapa yang harus dibayar untuk membawa pulang 3 camilan favorit mereka.

2. Bermain dengan objek

Jangan lupa libatkan objek untuk mengajak mereka mengasah kemampuan matematika si kecil. Contohnya dengan menggunakan stik, makaroni, atau kancing. Metode berhitungnya bisa beragam mulai dari pertambahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian.Belajar dengan memegang langsung atau hands-on learning ini bisa membantu anak menguasai konsep-konsep kuncinya, bukan sekadar menghafal saja.

3. Bermain games

Ada banyak permainan yang melibatkan unsur berhitung di dalamnya. Mulai dari berhitung 1 sampai 100 dengan games hingga permainan ular tangga. Untuk anak yang lebih besar, permainan seperti Monopoli juga dapat mengasah kemampuan anak berhitung berapa aset dan properti yang mereka miliki.Bahkan, games juga bisa dilakukan tanpa alat apapun. Contohnya dengan saling menebak angka dalam imajinasi. Atau, ajak anak berhitung acak ketika sedang berkendara bersama.

4. Membuat kue

Aktivitas menyenangkan seperti baking atau membuat kue juga bisa menjadi cara mengajari anak belajar matematika. Ketika membuat adonan, ajak anak memotongnya menjadi bagian-bagian seperti ½, ¼, hingga 1/8. Secara visual, metode ini akan membuat anak lebih paham ketimbang hanya membayangkan di benak mereka saja.Jangan lupa mengajak anak berhitung sederhana seperti ½ cookies ditambah ½ cookies akan menjadi 1, dan seterusnya. Selain dengan membuat kue, bermain dengan play-dough juga bisa menjadi metode serupa.

5. Bermain flash cards

Coba bermain flash card yang berisikan angka untuk membantu mengembangkan kemampuan mereka berhitung. Bukan hanya perhitungan sederhana, bisa juga dengan menambahkan hitungan perkalian dan pembagian.

6. Tebak-tebakan

Buatlah hari-hari menjadi semakin seru dengan kerap melontarkan tebak-tebakan kepada anak. Tak harus mengalokasikan waktu atau alat khusus, ambil saja dari hal-hal yang ada di sekitar. Contohnya menghitung berapa baju yang ada di jemuran, berapa kancing yang ada di kemeja, dan seterusnya.Hal ini juga bisa diaplikasikan ketika tidak berada di rumah. Saat berada di tengah kemacetan, ajak anak menghitung berapa total angka dari plat nomor kendaraan yang ada di depan kalian.

7. Sesuaikan dengan tipe kecerdasan anak

Setiap anak itu unik, punya kecerdasan berbeda mulai dari kinestetik, visual, linguistik, naturalis, interpersonal, dan banyak lagi. Kenali bagaimana tipe kecerdasan anak Anda sehingga bisa disesuaikan dengan metode belajar yang paling tepat.Jangan menganggap sama seluruh metode pembelajaran karena kemampuan anak berbeda-beda. Anak yang bisa duduk tenang menyerap seluruh pelajaran di kelas belum tentu berarti lebih pintar ketimbang anak yang lebih suka berlarian di alam bebas.Orangtua yang paling tahu tentang hal ini. Jadi, sesuaikan dengan preferensi dan tipe kecerdasan masing-masing.Setelah orangtua menunjukkan betapa menyenangkannya matematika, mereka pun akan merasa antusias. Berikan pemahaman bahwa matematika bukan hanya soal hafalan, tapi lebih dari itu. Menguasai kemampuan dasar matematika akan menjadi bekal dasar mereka yang terpakai hingga dewasa kelak.Gali rasa ingin tahu anak terhadap matematika. Ketika masuk ke ranah akademis, akan sangat wajar ketika nilai mereka pernah turun. Ada banyak rumus yang semakin berkembang ketika usia mereka bertambah.

Apabila ini terjadi, tetap beri mereka dukungan agar tidak merasa matematika sebagai momok. Apresiasi setiap keberhasilan mereka menjawab soal matematika, sekecil apapun itu.Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar metode belajar yang sesuai dengan karakter anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingibu dan anakgaya parenting
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/what-is-mental-math-620915
Diakses pada 12 Februari 2021
Thought Co. https://www.thoughtco.com/strategies-for-teaching-math-to-kids-3128859
Diakses pada 12 Februari 2021
Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/intellectual/math-games-for-your-toddler/
Diakses pada 12 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait