Cara Mengatasi Perut Panas Harus Dilakukan Berdasarkan Penyebabnya


Cara mengatasi perut panas harus disesuaikan dengan penyebabnya. Beragam cara yang bisa dipilih seperti minum obat OTC atau sesuai resep dokter hingga membatasi konsumsi makanan dan minuman tertentu.

0,0
Cara mengatasi perut panas harus sesuai dengan penyebabnyaPerut panas juga bisa disertai rasa nyeri
Perut panas merupakan salah satu kondisi yang cukup sering muncul. Umumnya, rasa panas ini muncul setelah mengonsumsi makanan pedas maupun ketika seseorang sedang banyak pikiran.
Beragam tindakan bisa dilakukan untuk menangani sensasi panas di perut. Namun, sebelum mengetahui cara mengatasi perut panas, ada baiknya Anda mempelajari apa yang menjadi penyebabnya agar langkah penanganannya tepat.

Penyakit apa kalau perut terasa panas?

Perut panas dapat menjadi gejala dari kondisi medis tertentu. Berikut ini sederet penyakit yang bisa menjadi pemicunya:

1. Dispepsia

Dispepsia alias sakit maag terjadi ketika saluran pencernaan Anda mengalami masalah dalam menjalankan tugasnya. Kondisi ini umumnya terjadi saat Anda mengonsumsi makanan secara berlebihan, atau menyantap hidangan yang terlalu pedas.Selain dapat memicu rasa panas pada perut, dispepsia juga berpotensi memunculkan gejala lain yang berupa:

2. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

GERD adalah penyakit yang membuat Anda sering mengalami refluks asam lambung. Naiknya asam lambung ke kerongkongan memicu sensasi terbakar di perut dan dada alias heartburnTak hanya dada dan perut panas, ada pula keluhan yang mungkin akan dirasakan saat ANda dilanda GERD. Berikut contohnya:
  • Batuk kronis
  • Kesulitan menelan
  • Begah dan kembung
  • Rasa asam di bagian tenggorokan

3. Irritable bowel syndrome

Irritable bowel syndrome (IBS) merupakan gangguan sistem pencernaan akibat iritasi, yang memengaruhi kebiasaan buang air besar. Di samping perut terasa panas, gejala lain yang muncul akibat penyakit ini, antara lain kram perut, kembung, begah, sembelit, dan diare.

4. Tukak lambung

Tukak lambung terjadi akibat peradangan yang disebabkan oleh bakteri H.pylori dan pengikisan lapisan perut oleh asam lambung. Penderita umumnya mengeluhkan sensasi terbakar di perut sebagai gejala utamanya.Namun, penyakit ini juga memicu sejumlah keluhan gejala lain. Mulai dari mual, rasa begah, kembung, perasaan kenyang sebelum makan, hingga sering bersendawa.Gejala tukak lambung pun bisa bertambah parah ketika Anda mengonsumsi makanan tertentu. Salah satunya adalah makanan yang terlalu pedas. Jadi cara mengatasi perut panas akibat tukak adalah dengan menjauhi makanan jenis ini.

5. Kanker lambung

Meski jarang, perut panas bisa menjadi salah satu gejala kanker lambung. Keluhan ini juga biasanya disertai dengan gejala lain berupa:

6. Efek pengobatan

Beberapa jenis obat bisa merusak lapisan pelindung dalam lambung. Kondisi ini berpotensi memicu meningkatkan risiko Anda mengalami gastritis.Gastritis adalah iritasi maupun peradangan pada lapisan di bagian dalam lambung. Salah satu gejala yang bisa berupa rasa panas pada perut. Dengan mengetahui penyebabnya, cara mengatasi perut panas niscaya bisa dilakukan dengan tepat guna agar Anda terbebas dari keluhan ini.

Cara mengatasi perut panas dan upaya pencegahannya

Cara mengatasi perut panas harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Maka dari itu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab gejala ini.Dokter mungkin dapat menyarankan Anda untuk mengubah pola makan dan memperbaiki gaya hidup sebagai cara mengatasi perut panas sekaligus mencegahnya. Beberapa langkah ini meliputi:
  • Mengelola stres
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Mengunyah makanan hingga benar-benar hancur sebelum menelannya
  • Menghindari obat-obatan yang dapat memperparah gejala
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk mengurangi keluhan
  • Tidak makan mendekati waktu tidur jika Anda menderita GERD
  • Makan dengan porsi sedikit, tapi lebih sering dari biasanya
  • Menghindari bahan pangan yang memicu gejala, seperti produk susu, minuman berkafein, gorengan, makanan berlemak, serta cokelat
  • Menjauhi konsumsi sayuran nightshade alias famili Solanaceae, misalnya tomat, paprika, terung, serta kentang
Dokter juga bisa memberikan obat antasida untuk menetralisir asam lambung maupun obat pereda nyeri. Sementara untuk perut terasa panas akibat infeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan obat antibiotik untuk mengatasinya.

Kapan harus ke dokter?

Perut panas yang disebabkan oleh konsumsi makanan pedas dapat hilang dengan sendirinya. Namun Anda perlu memeriksakan diri ke dokter bila sensasi terbakar ini disertai dengan keluhan yang meliputi:
  • Bengkak di perut
  • Sakit perut yang parah
  • Muntah darah
  • Nyeri yang parah hingga mengganggu kualitas tidur
  • Kesulitan menelan atau bernapas
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Bagian putih mata dan kulit yang tampak kuning (jaundice)
  • Tinja berwarna hitam atau bercampur darah

Catatan dari SehatQ

Perut panas tidak hanya disebabkan oleh konsumsi makanan pedas saja, tetapi dapat muncul sebagai gejala dari berbagai penyakit. Misalnya, GERD, IBS, maag, hingga kanker perut.Oleh sebab itu, cara mengatasi perut panas harus disesuaikan dengan apa yang menjadi penyebabnya. Konsutasikan dengan dokter untuk menemukan pemicu dan penanganan yang tepat. Mulai dari mengubah pola makan dan gaya hidup, hingga konsumsi obat-obatan.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai cara mengatasi perut panas, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
maaggerdsakit perutperut kembung
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326065
Diakses pada 15 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/stomach-burning
Diakses pada 15 Januari 2021
Doctorxdentist. https://www.doctorxdentist.com/questions/is-it-normal-to-get-a-burning-sensation-in-my-stomach-after-eating-spicy-foods
Diakses pada 15 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait