Cara Mengetahui Kedalaman Miss V dan Perawatannya


Sama seperti ukuran payudara vagina setiap individu bisa berbeda antara satu perempuan dan lainnya. Tidak ada cara mengetahui kedalaman miss V secara pasti, namun menurut studi rata-rata kedalamannya adalah sekitar 9,6 cm.

(0)
27 Feb 2021|Azelia Trifiana
Kedalaman vagina diukur dari mulut vagina hingga ujung serviksKedalaman vagina diukur dari mulut vagina hingga ujung serviks
Sama seperti ukuran payudara, tangan, atau kaki, vagina setiap individu bisa berbeda antara satu perempuan dan lainnya. Tidak ada cara mengetahui kedalaman miss V secara pasti, namun menurut studi rata-rata kedalamannya adalah sekitar 9,6 cm.Kedalaman vagina ini diukur mulai dari mulut vagina hingga ujung serviks. Menariknya, meski rata-rata adalah sekitar 10 meter, ada pula yang berukuran mulai dari 7,6 hingga 17,7 cm.

Ukuran vagina bisa berubah

Terkadang, orang menggunakan kata vagina untuk menyebut organ seksual perempuan, mulai dari yang tampak dari luar. Padahal, itu berbeda. Bagian terluar dari kelamin perempuan disebut dengan vulva.Pada vulva, terdapat beberapa organ lain seperti klitoris hingga labia yang diklasifikasikan menjadi minora dan mayora. Panjang dan bentuk vulva ini juga bisa berbeda-beda.Senada dengan itu, vagina adalah organ tubuh yang sangat fleksibel dan ukurannya bisa berubah. Sepanjang liang vagina, terdapat jaringan mukosa dan otot sehingga vagina bisa meregang.Beberapa kondisi yang membuat ukuran vagina berubah seperti:
  • Aktivitas seksual

Ketika mendapatkan rangsangan seksual, aliran darah ke vagina menjadi lebih deras. Konsekuensinya, vagina menjadi lebih panjang dan serviks sedikit lebih tinggi. Itulah mengapa ketika berada dalam kondisi terangsang, liang vagina memungkinkan untuk dimasuki penis atau sex toys.Selain itu, aktivitas seksual lain seperti fingering juga bisa menyebabkan vagina menjadi lebih panjang. Meski demikian perlu diingat bahwa belum tentu vagina yang memanjang berarti penetrasi lebih nyaman. Tetap saja ada kemungkinan terasa nyeri. Jika ini terjadi, komunikasikan dengan pasangan.
  • Menggunakan tampon/menstrual cup

Ketika sedang haid dan menggunakan tampon atau menstrual cup, ukuran liang vagina juga bisa fleksibel menyesuaikan dengan objek yang dimasukkan. Namun jangan khawatir karena dinding vagina tetap rapat dan tidak rentan mengalami kebocoran meski dimasuki objek seperti menstrual cup.Bahkan, memakai menstrual cup saat haid bisa terasa lebih nyaman dibandingkan dengan pembalut karena tidak ada kontak langsung dengan endapan darah haid.
  • Persalinan

Ketika berada dalam fase persalinan, saluran vagina juga akan berubah bentuk. Akan ada peregangan maksimal demi memberi jalan lahir bagi bayi. Pembukaan ini terjadi mulai dari ujung serviks hingga mulut vagina.Usai melahirkan, wajar pula jika ibu merasa ada perubahan kondisi vaginanya. Ada rasa nyeri, kering, longgar, atau tampak berbeda ketika dilihat secara langsung. Ini sangatlah normal.Nantinya, sekitar 6 bulan setelah persalinan ukuran vagina akan kembali ke ukuran seperti sebelum melahirkan. Memang benar vagina tidak akan tampak benar-benar sama, namun tetap tidak jauh berbeda dari semula.Anggapan bahwa ada perbedaan kedalaman vagina antara ibu yang sudah melahirkan dengan yang belum sama sekali salah. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Obstetrics and Gynaecology, tidak ada yang membedakan keduanya.

Lebih penting dari mengukur kedalaman

bentuk vagina
Menjaga kesehatannya lebih penting dari mengetahui kedalamannya
Mengetahui rata-rata kedalaman vagina sekitar 9,6 cm memang menarik, namun ada yang lebih penting. Bekali diri dengan tahu betul cara merawat vagina agar tetap sehat, dengan cara-cara seperti:

1. Membersihkan dengan tepat

Vagina bekerja layaknya mesin pintar yang bisa membersihkan dirinya sendiri secara alami. Artinya, tidak perlu menggunakan sabun pembersih kewanitaan atau produk semacamnya. Kandungan zat kimia dari produk-produk itu bisa mengganggu pH alami vagina. Konsekuensinya, bisa terjadi infeksi jamur.

2. Menjaganya tetap kering

Sebisa mungkin, selalu jaga agar vulva dan mulut vagina selalu dalam kondisi kering. Apabila pakaian dalam basah atau berkeringat, segera ganti dengan yang kering. Seusai berenang, jangan berlama-lama mengenakan pakaian renang lembap.Tak kalah penting, setiap kali usai buang air kecil, keringkan vulva hingga bersih sebelum mengenakan pakaian dalam lagi. Tujuannya untuk menghindari risiko terjadinya infeksi.

3. Saat menstruasi

Ketika menstruasi, apapun pilihan produk yang digunakan, jaga kebersihannya. Apabila menggunakan pembalut sekali pakai, selalu ganti setiap 3-4 jam sekali. Jangan terlalu lama membiarkan kulit kontak langsung dengan darah haid.Begitu pula dengan tampon dan menstrual cup. Ganti setiap jadwalnya tiba, yaitu 3-4 jam sekali bergantung pada seberapa deras siklus hari itu.

4. Aktivitas seksual

Mengingat vagina adalah organ seksual, maka beri perhatian ekstra setiap kali usai bercinta atau masturbasi. Selalu keringkan atau basuh vagina setelah melakukannya. Anda juga bisa buang air kecil setelah berhubungan seksual untuk mengurangi risiko terkena infeksi menular seksual.Menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom juga merupakan langkah perlindungan penting dari risiko terinfeksi penyakit seksual.

5. Memeriksa kondisi vagina

Secara berkala, lihat bagaimana kondisi vagina lewat berbagai indikator. Mulai dari cairan vagina, aroma, bahkan bentuknya. Bisa saja, gejala terjadinya infeksi atau penyakit dapat terdeteksi sejak awal, semisal dari warna cairan vagina yang keluar.

Di luar semua mitos atau anggapan tentang kedalaman vagina, ingatlah bahwa kondisi milik setiap individu berbeda. Ini normal dan tak perlu dirisaukan.Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar kesehatan vagina, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan organ intimkesehatan wanitaorgan intim wanita
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321220#size-and-appearance-of-the-vagina
Diakses pada 11 Februari 2021
International Journal of Obstetrics & Gyanaecology. https://obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1471-0528.2004.00517.x
Diakses pada 11 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/how-deep-is-a-vagina
Diakses pada 11 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait