Batuk Covid-19 atau Batuk Biasa, Ini Bedanya


Batuk akibat covid-19 biasanya berupa batuk kering. Meski begitu, bukan berarti orang yang batuk kering pasti mengalami Covid-19. Ada sejumlah gejala lain yang mungkin menjadi ciri batuk covid-19, seperti seringnya batuk terjadi hingga durasinya.

0,0
ciri batuk covid-19Batuk Covid-19 biasanya berupa batuk kering tidak berdahak
Batuk merupakan gejala umum penyakit pernapasan, termasuk Covid-19 yang kini tengah mewabah. Hal ini tentu membuat batuk jadi lebih diwaspadai, ketimbang saat belum pandemi.
Anda mungkin merasa was-was saat mendengar orang sekitar tiba-tiba batuk. Atau justru, Anda sendiri malah yang khawatir ketika mengalami batuk. Untuk membedakan batuk Covid-19 dengan batuk biasa, simak penjelasannya berikut ini. 

Ciri-ciri batuk Covid-19 

Coronavirus disease atau Covid-19 adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Untuk itu, batuk menjadi gejala yang paling umum terjadi pada penderitanya.Batuk sendiri sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika ada benda asing di saluran pernapasan. Batuk juga menjadi gejala penyakit pernapasan lainnya, seperti flu. Terdapat sejumlah perbedaan gejala Covid-19 dan flu biasa, termasuk dalam hal batuk yang dialami. Berikut ini ciri-ciri batuk Covid-19 yang perlu Anda waspadai. 

1. Batuk kering

Batuk kering merupakan gejala khas pada pasien Covid-19. Batuk kering adalah batuk yang tidak menghasilkan lendir atau dahak di saluran napas. Orang yang mengalami batuk kering sering kali mengalami tenggorokan kering, gatal, sakit, hingga susah menelan.Beberapa batuk kering yang parah pada pasien Covid-19 bahkan bisa menimbulkan nyeri di dada dan sesak napas.Hal ini berbeda dengan batuk biasa atau batuk flu yang umumnya disertai dengan dahak atau gejala flu lain, seperti pilek dan bersin. 

2. Frekuensi yang sering

Batuk Covid-19 terjadi lebih sering dalam sehari
Batuk Covid-19 terjadi lebih sering dalam sehari
Dilansir dari National Health Service (NHS), salah satu perbedaan batuk biasa dan batuk Covid-19 adalah terjadi terus-menerus. Artinya, frekuensi batu Covid-19 lebih sering dari batuk biasa. Ketika terinfeksi Covid-19, Anda mungkin akan mengalami batuk yang lebih sering. Bahkan batuk selama lebih dari 1 jam atau 3 kali episode batuk dalam 24 jam. 

3. Durasi yang lama

Dalam jurnal Lancet menyatakan bahwa sekitar 60-70% orang mengalami batuk kering sebagai gejala awal Covid-19. Namun, seiring berkembangnya penelitian, diketahui bahwa batuk kering dapat terjadi selama sakit bahkan setelah sembuh dari Covid-19. Umumnya, pada batuk biasa atau batuk karena flu, Anda akan mengalami batuk saat periode sakit atau periode munculnya gejala. Ini biasanya berlangsung 3-7 hari. Pada batuk Covid-19, Anda mungkin akan mengalami batuk kering 1 hari setelah muncul gejala dan bisa berlangsung berminggu-minggu, bahkan setelah Anda dinyatakan negatif. Kondisi ini dikenal dengan istilah long covid. 

Cara mengatasi batuk karena Covid-19

Batuk Covid-19 diredakan dengan minum obat
Batuk Covid-19 diredakan dengan minum obat
Hingga artikel ini diterbitkan, pengobatan utama Covid-19 adalah dengan mengatasi gejala yang ditimbulkan atau penyakit yang menyertainya. Jika Anda mengalami gejala batuk, beberapa obat batuk bisa Anda gunakan. Beberapa jenis obat batuk, seperti antitusif turunan opioid direkomendasikan untuk mengatasi gejala batuk kering pada pasien Covid-19. Dokter mungkin akan meresepkan jenis opiat yang dapat memberikan efek antitusif sehingga dapat menekan batuk. Obat ini bekerja pada jaringan refleks batuk di batang otak. Konsultasikan dengan dokter terkait jenis dan dosis obat batuk untuk Covid-19 yang sesuai dengan kondisi Anda. Selain minum obat, penting bagi pasien Covid-19 untuk meningkatkan sistem imun dalam melawan infeksi virus SARS-Cov-2, dengan cara:
  • Asupan makanan bergizi seimbang
  • Cukup minum air putih
  • Cukup istirahat
  • Rutin berolahraga ringan
  • Rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi
  • Berpikiran positif
  • Penuhi asupan vitamin C, vitamin D dan suplemen kaya akan antioksidan
Sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat membantu tubuh lebih cepat mengatasi infeksi virus Covid-19 dan meringankan gejalanya, termasuk batuk. Selain itu, latihan pernapasan, melakukan teknik proning position, dan menghirup essential oil juga bisa meringankan gejala batuk. 

Catatan dari SehatQ

Batuk kering adalah gejala umum penyakit Covid-19. Hal lain yang membedakannya dengan batuk biasa adalah frekuensi yang sering dan durasinya yang berlangsung lama. Bahkan setelah Anda dinyatakan negatif dari Covid-19. Beberapa orang mungkin mengalami batuk disertai dengan anosmia (kehilangan kemampuan membaui), gejala khas Covid-19, atau mungkin juga tidakMengenali ciri batuk Covid-19 dapat membuat Anda lebih waspada. Jika Anda mengalami ciri batuk di atas, segera lakukan tes PCR atau antigen untuk memastikan kondisi Anda.Jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan imunitas, dan lakukan vaksinasi. Jika masih ada pertanyaan seputar batuk Covid-19, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang! 
batukbatuk keringcoronavirusvaksin corona
The Lancet. https://www.thelancet.com/journals/lanres/article/PIIS2213-2600(21)00125-9/fulltextMedical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/dry-cough-covid#seeking-medical-adviceNational Health Service https://www.nhs.uk/conditions/coronavirus-covid-19/symptoms/main-symptoms/
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait