Contoh Kuku yang Tidak Sehat Ini Sebaiknya Anda Waspadai

(0)
24 Feb 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Contoh kuku yang tidak sehat sering kali mengalami perubahan abnormalKuku yang sehat berwarna merah muda atau ungu muda pucat
Kuku sehat umumnya berwarna merah muda atau ungu muda (mauve) pucat dan bebas dari bintik atau perubahan warna. Tekstur kuku yang sehat juga halus, kokoh, dan tanpa cacat. Selain itu, lapisan kulit di pangkal kuku (kutikula) maupun bagian putih berbentuk setengah bulan di dasar kuku (lunula) terlihat jelas. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kuku yang sehat. Hal itu bisa terjadi akibat gaya hidup atau kondisi kesehatan yang mendasarinya sehingga menyebabkan perubahan pada tampilan kuku. Contoh kuku yang tidak sehat dapat ditunjukkan oleh sejumlah gejala yang bisa dikenali, baik itu pada warna, tekstur, hingga bentuk kuku.

Contoh kuku yang tidak sehat

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, contoh kuku yang tidak sehat bisa dilihat dari bentuk, warna, tekstur, dan semacamnya. Berikut adalah ciri-cirinya.
  • Warna kuku berubah

Kuku yang tidak sehat bisa ditandai dengan warnanya yang berubah, baik pada seluruh atau sebagian kuku. Misalnya, kuku menjadi kuning karena ada infeksi jamur yang berkembang di bawahnya. Terkadang, garis gelap di bawah kuku juga bisa muncul. Masalah ini umumnya disebabkan oleh pigmen berlebih pada kuku. 
  • Bentuk kuku berubah

bentuk kuku melengkung
Bentuk kuku mengalami perubahan
Selain warna, contoh kuku yang tidak sehat dapat ditandai dengan bentuknya yang berubah. Misalnya, kuku menjadi melengkung atau bergerigi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi jamur, cedera yang berulang, malnutrisi, diabetes, ataupun masalah lainnya.
  • Kuku menipis atau menebal

Perubahan ketebalan juga dapat menandakan kuku yang tidak sehat. Anda mungkin memerhatikan kuku menjadi lebih tipis atau lebih tebal dari sebelumnya. Penipisan kuku bisa terjadi akibat kekurangan zat besi, sedangkan penebalan kuku umumnya disebabkan oleh infeksi jamur.
  • Kuku rapuh

kuku rapuh
Kuku rapuh dan mudah patah
Kuku rapuh merupakan contoh kuku yang tidak sehat. Kurangnya asupan mineral dan vitamin bisa memicu kondisi ini. Tak hanya itu, infeksi bakteri dan jamur juga dapat menjadi penyebabnya.
  • Kuku terpisah dari bantalan kuku

Kuku yang tidak sehat bisa terangkat sebagian atau seluruhnya dari bantalan kuku. Kondisi ini dapat disebabkan oleh cedera berulang, infeksi jamur, cara memotong kuku yang salah, atau menggunakan alas kaki yang terlalu sempit. Kondisi ini bisa membuat penderitanya merasa tidak nyaman.
  • Bengkak atau nyeri di sekitar kuku

Contoh kuku yang tidak sehat bisa diidentifikasi dari adanya bengkak ataupun nyeri. Jika kuku Anda mengalami kedua kondisi tersebut, bisa jadi ada masalah yang menyebabkannya. Misalnya, cantengan menyebabkan sisi kuku tumbuh masuk ke dalam kulit sehingga membuatnya membengkak. Kondisi ini umumnya terjadi akibat memotong kuku terlalu pendek atau cedera.
  • Darah beku di kuku

darah beku di kuku
Darah beku di kuku bisa terjadi akibat cedera
Darah beku di kuku juga bisa menandakan kalau kuku sedang tidak baik-baik saja. Kondisi ini dapat terjadi akibat cedera pada kuku yang menyebabkan rusaknya pembuluh darah di bawah kuku.
  • Kuku tidak tumbuh

Contoh kuku yang tidak sehat lainnya dapat ditunjukkan dari kuku tidak tumbuh. Padahal normalnya, kuku terus tumbuh dari waktu ke waktu. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kuku terlepas sebelumnya, kekurangan nutrisi, hingga infeksi di sekitar kuku.

Cara menjaga kesehatan kuku

Berikut cara menjaga kesehatan kuku yang harus Anda lakukan:
  • Jaga kuku tetap bersih dan kering

Jaga kebersihan kuku
Menjaga kuku tetap sehat dan bersih
Menjaga kuku tetap bersih dan kering bisa mencegah pertumbuhan bakteri di bawah kuku. Oleh sebab itu, jangan berlama-lama merendam kuku dalam air dan segera keringkan kuku dengan lap setelah terkena air. Hindari pula melakukan kontak langsung dengan bahan kimia keras.
  • Gunakan pelembap kuku

Ketika menggunakan losion pelembap, Anda juga dapat mengoleskannya pada kuku dan kutikula secukupnya. Hal ini bisa membantu melembapkan kuku sehingga tidak terlalu kering atau mengeras.
  • Potong kuku dengan tepat secara teratur

Potonglah kuku menggunakan gunting kuku dengan cara yang tepat. Jangan terlalu pendek karena bisa menimbulkan rasa perih atau berdarah. Lakukan secara teratur saat kuku dirasa sudah panjang.
  • Hindari menggigit atau mencabut kuku

mengigit kuku
Menggigit kuku bisa menyebabkan infeksi
Kebiasaan menggigit atau mencabut kuku bisa merusak bagian tubuh ini, bahkan memungkinkan bakteri atau jamur masuk sehingga berpotensi menyebabkan infeksi. Hindari juga mencabut kutikula karena dapat membuatnya terluka.
  • Hindari menggunakan produk perawatan kuku yang keras

Sebagian orang gemar mewarnai kukunya dengan cat kuku. Namun, batasi penggunaan penghapus cat kuku (aseton) karena berbahan keras sehingga bisa merusak kuku. Oleh karena itu, pilihlah penghapus kuteks yang bebas aseton.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung biotin

Mengonsumsi makanan yang mengandung biotin, misalnya kuning telur, kacang dan biji-bijian, hati ayam dan sapi, pisang, brokoli, dan alpukat, bisa membantu memperkuat kuku yang lemah dan rapuh. Selalu jaga kesehatan kuku dengan baik. Jika Anda merasa memiliki masalah pada kuku, apalagi tak kunjung hilang atau disertai kondisi yang mendasari, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kesehatan kuku, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. 
cantengankukujamur kuku
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/nails/art-20044954
Diakses pada 10 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/nail-abnormalities-2#types-of-abnormalities
Diakses pada 10 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait