Daftar Penyesalan dalam Hidup dan Cara Memperbaikinya


Penyesalan dalam hidup bisa datang dari mana saja. Ketahui cara menyikapinya agar Anda bisa menjalani hidup lebih tenang.

0,0
09 Sep 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyesalan dalam hidup saat menjadi orangtua adalah kurang banyak menghabiskan waktu dengan anakSaat mulai usia lanjut, Anda mungkin menyesali mengapa tidak rajin berolahraga sejak muda
Setiap orang pasti punya sebuah penyesalan dalam hidup. Baik itu perkataan, memilih jenjang karir, memilih pasangan, atau hal-hal lain yang dirasa salah saat membuat keputusan. Sebagian besar dari kita ingin mengubah pilihan itu jika tahu ujungnya akan menyesal. Seperti pepatah bilang, kesalahan bisa jadi pelajaran dalam hidup. Namun, ketika keputusan yang salah itu tidak bisa diubah, kita hanya akan bisa menjalani hidup dengan penuh penyesalan.Departemen Psikologi di University of Illinois mengatakan bahwa penyesalan bisa memotivasi kita membuat perubahan positif dalam hidup. Dalam hal apa saja biasanya kita mengalami penyesalan?

Sumber penyesalan dalam hidup

Berikut ini beberapa sumber penyesalan dalam hidup yang paling banyak dialami:

1. Pendidikan

Sebuah studi menemukan bahwa 13% orang memiliki penyesalan terkait pendidikan. Penyesalan ini biasanya terkait tidak melanjutkan sekolah, tidak belajar giat, putus sekolah, dan memilih jurusan yang salah saat di perguruan tinggi. Mereka yang mengenyam pendidikan lebih rendah lebih mungkin memiliki penyesalan dalam bidang pendidikan daripada mereka yang melanjutkan untuk mengejar gelar yang lebih tinggi.Pendidikan menempati posisi tertinggi penyesalan dari hal lainnya. Hal ini karena pendidikan meningkatkan prospek seseorang di semua aspek kehidupan. Pendidikan lebih tinggi artinya lebih banyak uang, dan pernikahan cenderung lebih kuat serta kehidupan keluarga cenderung lebih stabil jika tidak dibebani oleh kekhawatiran keuangan.Dalam hal kesehatan fisik, banyak penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan seseorang adalah salah satu faktor berapa lama mereka akan hidup, bahkan lebih penting dari pendapatan atau jenis pekerjaan. Pendidikan memberikan banyak stabilitas yang lebih besar dan membuka banyak peluang.

2. Pilihan karier

Jika Anda tahu jenis pekerjaan yang dipilih sekarang tidak membuat Anda bahagia atau mungkin Anda menemukan jenis pekerjaan lain yang lebih nyaman, Anda berarti masuk salah satu kategori dari 12% peserta penelitian yang menyesal dalam pilihan karier. Menariknya, peserta penelitian yang memiliki pendidikan tinggi lebih banyak yang merasa membuat pilihan karier yang salah.

3. Hubungan romantis

Memilih orang yang salah, bertahan di hubungan toxic, mengalami hubungan abusif,  atau mengalami ghosting oleh pasangan bisa jadi faktor kenapa orang merasa menyesal menjalani kehidupan romantis. Ingin menjalani kehidupan percintaan yang lebih stabil? Coba bertengkar secara sehat. Menghindari konflik hanya akan berujung pada berakhirnya hubungan. Oleh karena itu, jangan melampiaskan kemarahan satu sama lain tanpa membicarakan solusinya. Anda dan pasangan harus tahu kapan mengalah, tahu kapan marah, dan tahu kapan melampiaskan perasaan. Gunakan kesadaran perasaan dalam hubungan dan ekspresikan kebutuhan dan kekhawatiran Anda secara langsung dan konstruktif.

4. Keuangan

Memilih investasi yang salah serta berfoya-foya dan menghabiskan uang adalah beberapa faktor yang membuat orang menyesal dalam hal keuangan. Mungkin ada variabel yang tak bisa diubah sehingga membuat penyesalan, misalnya sudah tertipu oleh rekan bisnis sendiri.

5. Saat menjadi orangtua

Tidak mudah membesarkan anak. Peserta survey menyesali sesuatu yang berhubungan dengan anak mereka sebesar 9%. Bentuk penyesalannya yaitu tidak menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak, terlalu kritis terhadap perilaku anak, tidak memerhatikan tugas sekolah, dan gagal mengenali tanda-tanda masalah serius, seperti penyalahgunaan narkoba atau gangguan makan.

6. Kesehatan diri

Sekitar 6% peserta penelitian menyesali pilihan hidup mereka terkait dengan kesehatan. Bentuk penyesalannya berupa kurang olahraga, jarang menemui dokter jika mengalami keluhan, dan pola makan buruk. Biasanya penyesalan ini datang ketika penyakit yang mereka alami sudah parah, padahal masalah kesehatan sebenarnya dapat dicegah atau dapat dikurangi risikonya jika dapat merawat diri.Tidak ada kata terlambat untuk menjadi sehat. Bahkan perubahan kecil, misalnya mengurangi asupan karbohidrat saat mengetahui ada keturunan diabetes akan berdampak besar dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Menjalani penyesalan dalam hidup

Penyesalan dalam hidup Anda sudah terjadi, yang bisa Anda lakukan adalah menjalaninya. Berikut tips yang bisa Anda lakukan jika memiliki penyesalan dalam hidup:
  • Ketahui sumber penyesalan Anda

Semua orang berbuat salah, namun kesombongan menghalangi dan mencegah orang untuk mengakuinya. Meskipun berujung menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang Anda buat, memberi label pada emosi dan mengakui penyesalan dapat menjadi peluang untuk berkembang dan menghindari kesalahan itu.
  • Rencanakan setiap hal dengan teliti

Karena Anda sudah berpengalaman dengan kegagalan, mulai dari sekarang persiapkan segala hal dengan teliti. Pikirkan tantangan dari setiap keputusan, skenario terburuk, dan kegagalan yang mungkin akan terjadi lagi. Ketika Anda memiliki rencana yang jelas, Anda akan lebih siap memenuhi tujuan Anda.
  • Bertindak hati-hati dan bertanggung jawab

Setelah melakukan kesalahan di masa lalu, saatnya mulai berhati-hati dan bertanggung jawab. Misalnya, jika Anda terkena penyakit karena gaya hidup dan masih bisa diubah, saatnya berubah untuk kehidupan yang lebih baik. Rutin berolahraga, tidur cukup, dan pola makan teratur akan sangat membantu menyembuhkan penyakit Anda. Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang penyesalan dalam hidup tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
membesarkan anakberpikir positifpernikahanmenjalin hubungan
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/emotional-health-pictures/0329/woulda-shoulda-coulda-what-do-you-regret.aspx
Diakses pada 21 Agustus 2021.
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-narcissus-in-all-us/201009/the-biggest-regret-your-life
Diakses pada 21 Agustus 2021.
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/ways-to-have-fewer-regrets-4153291
Diakses pada 21 Agustus 2021.
Psych Central. https://psychcentral.com/blog/living-with-regrets-and-how-to-deal-with-them#4
Diakses pada 21 Agustus 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait