Dikira Memotivasi, Ini Dampak Buruk Fat Shaming bagi Korbannya


Fat shaming dapat berdampak buruk bagi korbannya. Tindakan ini berpotensi membuat korban depresi, rendah harga diri, hingga munculnya keinginan untuk bunuh diri.

0,0
Fat shaming dilakukan dengan cara mengkritik orang yang kelebihan berat badanFat shaming tingkatkan risiko depresi pada korbannya
Saat melihat teman atau keluarga kelebihan berat badan, kebanyakan orang akan melakukan fat shaming dengan mengkritik ukuran, bentuk tubuh, atau cara makan mereka. Kritik tersebut biasanya diberikan agar orang yang punya berat badan berlebih menjaga pola makan sehingga bentuk tubuhnya dapat kembali ideal dan terhindar dari penyakit.
Bagi beberapa orang, fat shaming mungkin bisa memberi dampak positif karena meningkatkan motivasi mereka untuk diet. Namun, tidak sedikit juga kritik yang diberikan malah memberi efek buruk bagi fisik dan mental korbannya.

Apa itu fat shaming?

Fat shaming adalah tindakan mengkritik atau melecehkan orang kelebihan berat badan untuk membuat mereka malu pada diri sendiri. Hal-hal yang dikritik mulai dari ukuran, bentuk tubuh, hingga pola makan mereka yang memicu obesitas.Beberapa orang percaya fat shaming bisa memotivasi orang yang mengalami obesitas untuk menurunkan berat badan. Mereka berharap, orang yang kelebihan berat badan akan makan lebih sedikit dan lebih banyak berolahraga untuk kembali mempunyai tubuh ideal.Menurut penelitian, aktivitas mengkritik dan mempermalukan orang yang mengalami obesitas ini seringkali terjadi di media sosial. Tidak jarang, kritik yang diberikan berubah menjadi tindak pelecehan, terutama terhadap wanita.Meskipun beberapa orang mungkin mempunyai tujuan baik ketika melakukan fat shaming, stigma dan diskriminasi terhadap orang yang mengalami kelebihan berat badan dapat berdampak buruk bagi psikologis korban. Bukan termotivasi untuk menurunkan berat badan, tindakan tersebut malah dapat menimbulkan efek yang berkebalikan.

Dampak buruk fat shaming terhadap kesehatan

Diskriminasi dan stigma yang diberikan terhadap orang dengan kelebihan berat badan dapat menyebabkan stres. Stres sendiri bisa berdampak buruk bagi kesehatan secara keseluruhan, baik fisik maupun mental.Beberapa efek buruk yang berpotensi ditimbulkan oleh fat shaming, antara lain:

1, Membuat korban makan lebih banyak lagi

Fat shaming justru membuat korban makan lebih banyak lagi
Stres karena dicemooh memicu korban makan lebih banyak lagi
Stres akibat cemoohan yang diterima oleh orang dengan kelebihan berat badan bisa membuat mereka makan lebih banyak lagi. Kondisi ini tentunya dapat membuat berat badan mereka jadi tidak terkontrol.Dalam penelitian terhadap 93 wanita, disebutkan bahwa fat shaming yang diterima justru malah membuat mereka makan lebih banyak kalori lagi. Penelitian lain juga menemukan, tindakan ini dapat menyebabkan orang yang kelebihan berat badan menjadi stres dan makan lebih banyak lagi.

2. Meningkatnya risiko depresi

Ejekan yang diterima oleh korban fat shaming dapat meningkatkan risiko depresi. Selain itu, mereka juga berpotensi mengalami masalah kesehatan mental lain yang berkaitan dengan stres berlebihan.

3. Mengalami gangguan makan

Fat shaming dikaitkan dengan peningkatan risiko seseorang mengalami gangguan makan. Salah satu gangguan makan yang berpotensi diderita oleh korban yaitu binge eatingBinge eating merupakan gangguan makan yang mengakibatkan penderitanya kesulitan untuk menahan nafsu makan sehingga mengonsumsi makanan dalam porsi berlebihan. Kondisi ini kemudian memicu rasa malu dan bersalah, tapi mereka tetap saja tidak bisa menahan nafsu makan.

4. Berkurangnya harga diri

Fat shaming membuat korban merasa rendah diri dan stres
Olok-olokan terkait berat badan dapat membuat korban stres
Olok-olokan yang sering diterima korban dapat membuat mereka merasa punya harga diri rendah. Rendah harga diri dapat berdampak buruk terhadap kehidupan korban, mulai dari menurunnya produktivitas dalam bekerja, rusaknya hubungan dengan orang lain, hingga hilangnya kesadaran untuk merawat diri.

5. Meningkatnya risiko bunuh diri

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, fat shaming meningkatkan risiko korban mengalami depresi. Depresi yang dirasakan berpotensi memunculkan keinginan untuk bunuh diri. Masalah kesehatan mental ini adalah salah satu penyebab teratas seseorang mengakhiri hidup mereka sendiri.

Tips membantu orang tersayang untuk menurunkan berat badan

Ajak teman untuk olahraga bersama, alih-alih melakukan fat shaming
Beri dukungan untuk hidup lebih sehat dengan olahraga bersama
Jika Anda ingin membantu teman atau anggota keluarga yang kelebihan berat badan untuk diet, banyak cara positif yang bisa dilakukan daripada melakukan fat shaming. Sejumlah tips membantu orang tersayang untuk menurunkan berat badan, antara lain:
  • Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan mereka, bukan berat badannya.
  • Tanamkan pola hidup sehat dalam pikiran mereka, sehingga tak hanya dilakukan saat diet saja. 
  • Ikut berpartisipasi, contohnya bergabung dalam tempat gym yang sama atau sekedar menemani mereka menerapkan pola makan sehat.
  • Menjadi penyemangat saat diet, misal mengapresiasi jika berhasil menurunkan berat badan dalam jumlah tertentu atau tetap memberikan dukungan ketika mereka belum berhasil meraih tujuannya.
  • Ketika mereka mengalami hari yang buruk, dengarkan tapi jangan menghakimi. Orang dengan kelebihan berat badan seringkali mengalihkan rasa stres ke makanan. Mintalah mereka bercerita ke Anda apabila mengalami hari buruk daripada menghilangkan stres dengan makan.

Catatan dari SehatQ

Fat shaming adalah bentuk tindakan mengkritik atau mempermalukan orang yang mengalami kelebihan berat badan. Sering dikira memotivasi, tindakan ini malah kerap membuat korban jadi mengalami depresi, rendah harga diri, hingga munculnya keinginan untuk bunuh diri.Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait kondisi ini dan cara mengatasinya, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
depresikesehatan mentalbunuh diri
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/fat-shaming-makes-things-worse
Diakses pada 6 Juni 2021
WebMD. https://www.webmd.com/diet/obesity/features/10-ways-to-help-a-loved-one-lose-weight
Diakses pada 6 Juni 2021
Pubmed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24997407/
Diakses pada 6 Juni 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4167901/
Diakses pada 6 Juni 2021
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0022103113002047
Diakses pada 6 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait