Dipercaya dapat Atasi Masalah Punggung, Apa Itu Terapi Chiropractic?

(0)
07 Jan 2020|Anita Djie
Terapis chiropractic tidak dapat dianggap sebagai dokterTerapis chiropractic bukanlah dokter medik
Pengobatan alternatif tidak hanya berupa akupuntur, tanaman herbal, ataupun jamu-jamuan. Kini terapi chiropractic kerap digunakan oleh sebagian orang sebagai pengobatan alternatif. Terapi ini menekankan penanganan masalah tulang belakang dan tangan tanpa melibatkan operasi.

Mengenal terapi chiropractic

Banyak orang awam menganggap chiropractic bersifat medis dan dilakukan oleh dokter. Faktanya, chiropractor bukanlah dokter.Namun, para chiropractor (terapis) wajib menjalani pelatihan tertentu dan mendapatkan sertifikasi sebelum bisa membuka terapi chiropractic. Para chiropractor harus berkuliah dalam bidang ilmu pengetahuan alam, yang dilanjutkan dengan menjalani empat tahun pelatihan dan masa praktek terapi chiropractic.Terapi chiropractic biasanya digunakan untuk pengobatan alternatif seperti nyeri leher, bahu, punggung, sistem saraf, dan daerah tubuh lainnya. Terapi ini tidak hanya mengatasi rasa nyeri di bagian tubuh, tetapi juga dapat diyakini mampu menangani sembelit, naiknya asam lambung,mengatasi persendian, otot, tulang, dan jaringan pengikat, seperti ligamen, tendon, dan sebagainya.Terapi chiropractic juga diketahui mampu menangani ibu yang sedang hamil dan membantu janin bergerak ke posisi yang semestinya menjelang kelahiran. Konsultasikan ke dokter kandungan Anda, apakah terapi ini cocok untuk kondisi Anda.

Bagaimana terapi chiropractic dilakukan?

Sebelum menjalani terapi chiropractic, Anda sebaiknya menggunakan baju yang longgar dan nyaman, serta melepaskan perhiasan atau aksesoris lain pada tubuh Anda.Saat Anda mengikuti terapi chiropractic, terapis akan mengecek rekam medis dan melakukan pemeriksaan fisik kepada Anda, berupa x-ray, untuk melihat apakah ada keretakan pada tulang.Jika tidak ada keretakan pada tulang, maka Anda bisa mengikuti terapi chiropractic. Hal ini karena terapi chiropractic tidak boleh digunakan untuk mengatasi kondisi tulang yang mengalami keretakan atau patah.Setelahnya, Anda akan diminta untuk duduk atau berbaring di meja khusus tempat terapi chiropractic dilakukan. Saat berada di meja, Anda akan dipandu untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu untuk mengatasi keluhan Anda.Terkadang, Anda akan diminta untuk mengganti baju ke baju khusus yang telah disediakan oleh terapis chiropractic.Saat melakukan gerakan-gerakan tersebut, Anda bisa saja mendengarkan bunyi ‘pop’ ataupun gemeretak. Seusai terapi chiropractic, Anda dapat mengalami efek samping seperti merasa lelah, nyeri pada daerah tubuh tertentu, atau sakit kepala.Terapis chiropractic Anda mungkin akan memberikan beberapa latihan fisik yang dapat dilakukan di rumah untuk menanggulangi keluhan Anda, serta saran penerapan gaya hidup, olahraga, dan nutrisi yang dibutuhkan.

Apakah ada efek samping dari melakukan terapi chiropractic?

Umumnya, setelah menjalani terapi chiropractic, Anda akan merasa nyeri atau capek. Meskipun jarang terjadi, Anda bisa saja mengalami stroke, terjepitnya saraf, atau masalah pada lempengan tulang (herniated disk).Oleh karenanya, selalu pastikan bahwa terapis chiropractic yang dipilih memiliki sertifikasi yang profesional dan telah menjalani pelatihan. Akan lebih baik lagi jika Anda berkonsultasi ke dokter sebelum menjalani terapi chiropractic sebagai pengobatan alternatif.

Catatan dari SehatQ

Perlu diingat bahwa chiropractor bukanlah dokter. Agar lebih aman, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan melakukan pengobatan alternatif ini.Bila Anda sudah memutuskan akan mengikuti terapi chiropractic, selalu beritahukan terapis mengenai obat-obatan dan suplemen yang dikonsumsi, serta penanganan apa yang telah atau sedang dijalani.Berbeda dengan pengobatan alternatif seperti akupuntur yang sudah berkembang menjadi akupuntur medik, untuk saat ini masih belum banyak penelitian yang berfokus pada manfaat terapi chiropractic untuk penyakit tertentu. Oleh karena itu studi lebih lanjut pada terapi chiropractic masih diperlukan.
sakit punggungnyeri punggunghidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/are-chiropractors-doctors#risks
Diakses pada 6 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322038.php
Diakses pada 6 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/guide/chiropractic-pain-relief#1
Diakses pada 6 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait