Jangan Berlebihan, Ini Efek Minum Kopi bagi Wanita


Efek minum kopi dalam jumlah amat banyak bagi wanita ada beragam, mulai dari masalah kesuburan hingga kemungkinan masalah pada bayi atau janin. Wanita, ibu hamil dan menyusui sah-sah saja minum kopi asalkan tahu aturan minum yang aman, yakni tak lebih dari 400mg kafein per hari. Namun, pertimbangkan juga toleransi tubuh Anda.

0,0
efek dan bahaya minum kopi serta aturan amannyaEfek minum kopi berlebihan bagi wanita dapat memengaruhi kesuburan
Minum kopi mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas Anda. Akan tetapi, sebaiknya jangan berlebihan. Pasalnya, efek minum kopi bagi wanita bisa berakibat fatal bagi kesehatan. Apa saja bahayanya?
Simak penjelasan mengenai efek minum kopi bagi wanita dan aturan yang dianjurkan untuk mengurangi bahayanya berikut ini. 

Apa saja efek minum kopi bagi wanita?

Tidak dapat dipungkiri bahwa manfaat kopi bagi kesehatan tubuh sangatlah beragam. Kandungan kafein di dalamnya mampu meningkatkan konsentrasi dan fokus, menghilangkan lelah, hingga bisa membuat Anda lebih semangat menjalani hari.Namun, jika diminum secara berlebihan, efek kopi bagi wanita bisa berdampak buruk. Tidak hanya membuat Anda jadi susah tidur atau cemas berlebih, berikut ini beberapa bahaya minum kopi bagi wanita yang perlu Anda waspadai.

1. Masalah kesuburan

Efek minum kopi bagi wanita salah satunya masalah kesuburan
Efek minum kopi bagi wanita salah satunya masalah kesuburan

 

Salah satu efek minum kopi berlebihan bagi wanita adalah menurunkan kesuburan. Kandungan kafein dalam kopi disebut-sebut yang menjadi penyebabnya, bahkan dapat mengurangi peluang wanita untuk hamil hingga 27%.Sebuah penelitian dalam British Journal of Pharmacology menyatakan bahwa konsumsi kafein yang berlebihan pada wanita dapat mengurangi aktivitas otot di tuba falopi. Hal inilah yang kemudian  dapat menghambat perpindahan telur dari ovarium ke rahim. 

2. Gangguan gejala menopause 

Minum kopi pada wanita juga sering dikaitkan dengan gangguan gejala menopause. Sebuah penelitian dalam National Library of Medicine menyatakan bahwa wanita menopause yang mengonsumsi kafein memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami peningkatan gejala menopause, dibandingkan mereka yang tidak.Gejala yang dimaksud, antara lain berkaitan dengan adanya nyeri, rasa panas (hot flashes), dan keringat di malam hari. 

3. Memengaruhi ASI

Ibu menyusui yang mengonsumsi kopi bisa membuat kafein masuk ke dalam ASI dalam jumlah kecil. Hal ini memungkinkan adanya penumpukan kafein pada bayi yang menyusui. Dalam Journal of Caffeine Research, bayi tidak dapat memetabolisme atau mengeluarkan kafein dengan baik. Penumpukan kafein pada bayi secara tidak langsung dapat menimbulkan efek pada bayi, seperti sulit tidur, rewel, dan gelisah. 

4. Keguguran 

Banyak penelitian yang menyatakan hubungan konsumsi kopi dengan kejadian keguguran pada ibu hamil. Konsumsi lebih dari 300 mg kafein dalam sehari bisa meningkatkan risiko gangguan kehamilan seperti:
  • Keguguran
  • Gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin
  • Gangguan irama jantung janin
Penelitian sebelumnya yang dikutip dalam National Institutes of Health menyatakan bahwa konsumsi kafein setiap hari selama tujuh minggu pertama kehamilan juga lebih mungkin mengalami keguguran. Bahkan, tak hanya pada masa kehamilan. Bahaya konsumsi kopi berlebihan pada wanita sebelum hamil juga dapat meningkatkan risiko keguguran. Khususnya pada minggu-minggu menjelang pembuahan. 

5. Berat bayi lahir rendah 

Bahaya kopi terlalu banyak bagi wanita hamil adalah melahirkan bayi dengan berat lahir rendah
Bahaya kopi terlalu banyak bagi wanita hamil adalah melahirkan bayi dengan berat lahir rendah
Efek minum kopi terlalu banyak pada wanita hamil antara lain berat bayi lahir rendah.Berat bayi lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab angka kesakitan dan kematian bayi. Tidak hanya itu, bayi dengan BBLR memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena diabetes dan penyakit kardiovaskuler di masa dewasa. Jurnal BMC Medicine menyatakan bahwa asupan kafein yang tinggi pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Hal ini juga termasuk gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Kafein dalam kopi dapat dengan mudah diserap oleh tubuh, sehingga akan gampang masuk ke plasenta. Padahal, enzim utama yang terlibat dalam metabolisme kafein tidak ada di plasenta. Hal ini yang menyebabkan penumpukan kafein dalam plasenta janin. Minum kopi saat hamil dalam jumlah banyak membuat paparan kafein pada janin lebih tinggi. Paparan yang terus-menerus dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Itulah sebabnya, ibu hamil sebaiknya menghindari asupan kopi atau kafein selama kehamilan. 

6. Masalah kandung kemih 

Satu lagi efek minum kopi bagi wanita adalah gangguan kandung kemih, berupa inkontinensia urine. Inkonsistensia urine adalah kondisi tidak bisa menahan buang air kecil. Dalam hal ini, pengeluaran urine bisa terjadi tanpa sadar dengan jumlah dan frekuensi tertentu.Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The University of Alabama at Birmingham menyatakan bahwa wanita yang mengonsumsi kopi lebih dari 3 cangkir sehari (329 mg kafein) berisiko 70% lebih mungkin mengalami inkontinensia urine. Hal ini berkaitan dengan sifat diuretik pada kafein yang mampu meningkatkan jumlah urine, sekaligus merangsang otot-otot di saluran kemih. 

Aturan minum kopi yang aman bagi wanita

Aturan minum kopi yang aman bagi perempuan sebaiknya jangan berlebihan
Aturan minum kopi yang aman bagi perempuan sebaiknya jangan berlebihan
John Hopkins Medicine menyatakan bahwa 1-3 cangkir kopi dalam sehari cukup baik untuk tubuh. Jumlah ini bahkan dapat menurunkan risiko gagal jantung dan penyakit Alzheimer. Bahkan, menurut Dietary Guideline for Americans, aturan minum kopi yang aman bagi wanita adalah 3-5 cangkir kopi dalam sehari dengan maksimal asupan 400 miligram kafein. Mengingat jumlah kafein dalam kopi berbeda-beda, tidak ada salahnya Anda mengecek informasi nilai gizi dalam kemasan sebelum mengonsumsinya. Selain itu, perlu diingat bahwa toleransi asupan kafein bisa berbeda pada tiap orang. Tidak semua orang bisa mengonsumsi 3 cangkir kopi dalam sehari meskipun jumlah tersebut terbilang aman.Untuk mendapatkan manfaat kopi, Diane Vizthum, M.S., R.D. dari John Hopkins University menyarankan beberapa hal berikut ini:
  • Minum 1 cangkir kopi sehari bagi Anda yang belum terbiasa minum kopi
  • Hindari minum kopi saat hamil dan menyusui
  • Hindari minum kopi saat sedang menjalani pengobatan tertentu
  • Hindari mencampurkan krim atau gula karena dapat menambah kalori
  • Terapkan pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi dan olahraga teratur. 

Catatan dari SehatQ

Kafein dalam kopi memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Namun, konsumsi yang berlebihan justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui aturan minum kopi bagi wanita dan batas toleransi diri Anda untuk menghindari bahayanya. Jika Anda sangat ingin minum kopi, tetapi sedang dalam kondisi atau pengobatan tertentu, konsultasikan dengan dokter terkait hal tersebut. Terlebih jika Anda memiliki masalah pencernaan kronis, seperti GERD.Anda juga bisa berkonsultasi secara online tentang efek minum kopi bagi wanita melalui fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
kesehatan wanitaminuman tidak sehatkopikafeina
Food and Drugs Administration. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/spilling-beans-how-much-caffeine-too-much
Diakses pada 20 September 2021
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/9-reasons-why-the-right-amount-of-coffee-is-good-for-you
Diakses pada 20 September 2021
BMC Medicine. https://bmcmedicine.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12916-014-0174-6
Diakses pada 20 September 2021
National Institute of Health. https://www.nih.gov/news-events/news-releases/couples-pre-pregnancy-caffeine-consumption-linked-miscarriage-risk
Diakses pada 20 September 2021
British Pharmacological Society. https://bpspubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1476-5381.2011.01266.x
Diakses pada 20 September 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/285194#risks
Diakses pada 20 September 2021
National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25051286/
Diakses pada 20 September 2021
The University of Alabama at Birmingham. https://www.uab.edu/news/health/item/262-caffeine-intake-linked-to-urinary-incontinence
Diakses pada 20 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait