Efek Samping Brutu atau Pantat Ayam Jika Dikonsumsi Berlebihan


Mengonsumsi brutu ayam atau pantat ayam berpotensi menimbulkan sejumlah efek samping. Konsumsi makanan ini secara belebihan berpotensi menyebabkan kanker, obesitas, hingga penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah).

0,0
09 Sep 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Brutu atau pantat ayam memiliki sejumlah efek samping yang perlu diwaspadai
Brutu ayam adalah bagian paling belakang pada badan ayam yang berbentuk hati dan tampak menonjol. Bagian ini adalah tempat di mana bulu-bulu ekor berkumpul. Brutu ayam juga dikenal sebagai pantat ayam, ekor ayam, hingga pygostlye dalam bahasa Inggris.
Tahukah Anda kalau pantat ayam dapat dimasak seperti bagian ayam lainnya? Namun, mungkin tidak semua orang suka mengonsumsinya. Apalagi ada cukup banyak mitos kesehatan seputar brutu ayam, salah satunya bahkan menuding makanan ini sebagai penyebab kanker. Benarkah demikian?

Kemungkinan efek samping pantat ayam

Mengonsumsi pantat ayam berpotensi menimbulkan sejumlah efek samping. Meski belum benar-benar terbukti secara ilmiah,  sebaiknya Anda mengonsumsi makanan ini sewajarnya saja dan jangan berlebihan.

1. Berpotensi menyebabkan kanker

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), tidak ada bukti bahwa pantat ayam memiliki kaitan langsung dengan kanker. Hanya saja, sering kali bagian ayam ini dimasak dengan cara dibakar atau dipanggang.Metode memasak ini berpotensi menghasilkan karsinogen, yaitu zat yang dapat memicu kanker, terutama pada lemak di bagian bawah kulitnya. Hal tersebut tidak hanya berlaku bagi brutu ayam saja, tetapi juga jenis protein lainnya yang dimasak dengan cara ini.Maka dari itu, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan ini sewajarnya saja. Anda juga disarankan untuk menghindari bagian brutu ayam yang gosong karena inilah yang dianggap sebagai karsinogen.

2. Meningkatkan risiko obesitas

Pantat ayam dinilai populer karena teksturnya yang juicy dan rasanya yang khas. Dilansir dari SCMP, ahli diet asal Hong Kong, Fion Chow, menyatakan bahwa bagian ayam ini memiliki kandungan kalori dan lemak yang tinggi sehingga mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas.Obesitas kerap dikaitkan dengan berbagai jenis kanker, salah satunya yang paling umum adalah kanker kolorektal atau usus besar.Selain itu, obesitas juga dikaitkan dengan penyakit dan kondisi berbahaya lainnya, seperti:
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit jantung koroner
  • Stroke
  • Kandungan kolesterol jahat dan trigliserida yang tinggi (dislipidemia)
  • Penyakit kantong empedu
  • Sleep apnea
  • Osteoarthritis
  • Nyeri pada tubuh
  • Kualitas hidup yang buruk
  • Penyakit-penyakit mental, seperti depresi dan kecemasan
  • Kematian.

3. Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah)

Brutu ayam juga memiliki kandungan lemak jenuh yang dianggap berperan dalam membentuk plak yang bisa menyumbat sirkulasi darah pada tubuh Anda.Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh seperti yang dimiliki pantat ayam juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah.Kondisi ini tentunya berbahaya karena bisa memicu berbagai penyakit kardiovaskuler yang berpotensi mengancam jiwa, misalnya penyakit jantung dan stroke.Dilansir dari NHS, konsumsi lemak jenuh yang direkomendasikan adalah:
  • Pria tidak boleh mengonsumsi lebih dari 30 gram lemak jenuh setiap harinya
  • Wanita tidak boleh mengonsumsi lebih dari 20 gram lemak jenuh setiap harinya
  • Anak-anak harus mengonsumsi lebih sedikit lemak jenuh.
Meski brutu ayam rasanya enak, apalagi jika dibakar, sebaiknya Anda jangan mengonsumsinya secara berlebihan. Konsumsi makanan ini sewajarnya saja karena Anda perlu mewaspadai kadar lemak jenuh dan kalorinya yang tinggi.Selain itu, tidak ada salahnya untuk mengolah pantat ayam dengan metode alternatif selain dibakar untuk mengurangi risiko terbentuknya karsinogen pada makanan ini.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
penyakit jantungmakanan tidak sehatkankerobesitas
SCMP. https://www.scmp.com/lifestyle/food-drink/article/2012239/can-eating-chicken-tails-cause-cancer-or-other-diseases
Diakses 25 Agustus 2021
NHS. https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/different-fats-nutrition/
Diakses 25 Agustus 2021
CDC. https://www.cdc.gov/obesity/adult/causes.html
Diakses 25 Agustus 2021
Huffington Post. https://www.huffpost.com/entry/the-popes-nose_n_1388363#
Diakses 25 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait