14 Faktor Risiko Hipertensi, Banyak yang Bisa Anda Kendalikan


Ada beragam faktor risiko hipertensi yang patut diwaspadai. Beberapa faktor risiko hipertensi bisa dikendalikan termasuk konsumsi garam, merokok, hingga berat badan berlebih.

0,0
23 Jan 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi pembunuh dalam sunyi. Kondisi ini memang cenderung tidak menimbulkan gejala sehingga penting bagi kita untuk memahami faktor risikonya. Faktor risiko hipertensi sangat beragam. Namun, beberapa di antaranya bisa Anda kendalikan dengan praktik gaya hidup sehat.

Ragam faktor risiko hipertensi

Berikut ini beragam faktor risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi:

1. Memiliki berat badan berlebih

Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko hipertensi. Pasalnya, obesitas membuat tubuh memerlukan lebih banyak aliran darah untuk menyuplai oksigen dan nutrisi ke penjuru jaringan.Kondisi di atas membuat volume darah yang mengalir di tubuh semakin meningkat – berujung pada kenaikan tekanan darah.

2. Mengonsumsi garam berlebihan

Asupan garam (natrium) yang berlebihan sudah lama dikaitkan sebagai faktor risiko hipertensi. Kadar natrium yang tinggi di dalam tubuh memicu penyempitan pembuluh nadi dan membuat lebih banyak cairan yang tertahan di dalam tubuh. Kedua kondisi di atas dapat memicu tekanan darah tinggi.

3. Kurang mengonsumsi kalium

Bila konsumsi tinggi natrium menjadi faktor risiko hipertensi, maka pola makan rendah kalium juga dikaitkan dengan kondisi ini. Kalium, sebagai salah satu jenis mineral, mengemban peran penting untuk menjaga keseimbangan natrium di dalam sel. Kalium juga membantu merilekskan sel otot polos pembuluh arteri – sehingga menurunkan tekanan darah.

4. Kurang berolahraga

Aktivitas fisik penting untuk rutin dilakukan karena membantu meningkatkan aliran darah di sepanjang pembuluh nadi. Lancarnya sirkulasi dapat melepaskan hormon alami dan sitokin yang merilekskan pembuluh darah – berujung pada tensi yang menurun.Kurang berolahraga juga membuat tubuh rentan mengalami kenaikan berat badan – yang pada akhirnya juga menjadi faktor risiko hipertensi.

5. Meminum alkohol berlebihan

Konsumsi alkohol yang tak bijak turut menjadi faktor risiko hipertensi. Pasalnya, alkohol berlebih di dalam tubuh dapat mengaktifkan sistem saraf adrenergik – yang kemudian memicu penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah maupun detak jantung.Anda disarankan untuk membatasi konsumsi alkohol maksimal dua gelas minuman dalam sehari.

6. Merokok

Rokok memang sama sekali tak memberikan manfaat apapun bagi tubuh. Malahan, rokok dan nikotin di dalamnya dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk sebagai faktor risiko hipertensi. Rokok juga dilaporkan dapat merusak dinding pembuluh darah. Tak hanya perokok aktif, individu yang sering terpapar asap rokok dari orang di sekitarnya juga berisiko mengalami peningkatan tekanan darah.

7. Mengalami stres yang tak tertangani dengan baik

Stres yang tak terkendali juga menjadi faktor risiko hipertensi. Stres level tinggi dapat memicu kenaikan tekanan darah yang sifatnya sementara namun dramatis. Bila seseorang mengalami stres dan berusaha merilekskan dirinya dengan merokok dan minum alkohol, tekanan darahnya juga bisa memburuk.

8. Efek samping ibuprofen

Penggunaan ibuprofen disebutkan dapat memperburuk hipertensi yang sudah dialami pasien – atau memicu perkembangan hipertensi baru pada beberapa individu. Diskusikan dengan dokter sebelum konsumsi ibuprofen, terutama bila Anda berisiko mengalami hipertensi atau memiliki riwayat hipertensi.

9. Menderita kolesterol tinggi dan diabetes

Kolesterol tinggi dan diabetes merupakan dua masalah medis yang dikaitkan dengan risiko tekanan darah tinggi. Di sisi lain, dua kondisi medis ini juga berhubungan erat dengan obesitas – masalah yang turut pula menjadi faktor risiko hipertensi. 

10. Mengalami gangguan tidur sleep apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang membuat seseorang mengalami henti napas beberapa kali saat beristirahat. Sleep apnea dilaporkan dapat menjadi faktor risiko hipertensi.

11. Faktor genetik dan riwayat keluarga

Bila seorang anak memiliki orangtua dan anggota keluarga inti lain yang menderita hipertensi, ia juga memiliki risiko untuk menderita tekanan darah tinggi.

12. Pertambahan usia

Usia yang makin menua meningkatkan risiko seseorang untuk menderita hipertensi. Pasalnya, seiring pertambahan umur, pembuluh darah kehilangan elastisitasnya secara perlahan yang menimbulkan kenaikan tekanan darah.Kendati demikian, beberapa pasien hipertensi juga bisa berasal dari kalangan anak-anak.

13. Faktor jenis kelamin

Jenis kelamin juga menjadi faktor yang memengaruhi hipertensi. Pria yang berusia di bawah 64 tahun berisiko lebih tinggi untuk menderita tekanan darah tinggi dibandingkan wanita. Namun sebaliknya, wanita lansia yang berusia 65 tahun atau lebih berisiko lebih tinggi untuk menderita kondisi medis ini.

14. Faktor ras

Orang-orang yang berasal dari kelompok Afrika-Amerika berisiko lebih tinggi menderita hipertensi dibandingkan ras lain, seperti orang kulit putih, orang Hispanik, orang Asia, penduduk, orang Kepulauan Pasifik, orang Indian (asli Amerika), serta orang asli Alaska. 

Catatan dari SehatQ

Ada sejumlah faktor risiko hipertensi yang patut diwaspadai. Beberapa faktor risiko hipertensi di atas bisa dikendalikan, termasuk kebiasaan pola makan, merokok, minum alkohol, berat badan berlebih, olahraga, hingga stres.Bila masih memiliki pertanyaan terkait faktor risiko hipertensi, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan Anda informasi kesehatan terpercaya.
hipertensialkoholtekanan darah tinggikaliumobesitas
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/why-high-blood-pressure-is-a-silent-killer/know-your-risk-factors-for-high-blood-pressure
Diakses pada 13 Januari 2021
Center for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/bloodpressure/risk_factors.htm
Diakses pada 13 Januari 2021
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/hipertensi-the-silent-killer
Diakses pada 13 Januari 2021
University of California San Francisco. https://www.ucsfhealth.org/education/risk-factors-for-high-blood-pressure-hypertension
Diakses pada 13 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait