Gestasi Adalah Periode Penting bagi Bumil, Ini Penjelasan Lengkapnya


Gestasi adalah periode waktu antara pembuahan hingga persalinan. Pada masa ini, janin tumbuh dan berkembang di dalam rahim. Usia gestasi bisa dihitung berdasarkan HPHT atau melalui pemeriksaan USG.

0,0
26 Feb 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Gestasi adalah periode waktu antara pembuahan hingga persalinanUsia gestasi bisa diketahui melalui pemeriksaan USG
Banyak istilah dalam kehamilan yang penting untuk Anda pahami saat hamil, salah satunya adalah gestasi. Gestasi adalah periode waktu antara pembuahan hingga persalinan. Selama masa inilah janin tumbuh dan berkembang di dalam rahim. Gestasi juga dapat dihitung dengan metode tertentu. Bagaimana caranya?

Menghitung usia gestasi

Kapan terjadinya pembuahan sebenarnya tidak diketahui secara pasti. Oleh sebab itu, menghitung usia kehamilan dengan menghitung usia gestasi normal dilakukan berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT).Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan gestasi, Anda perlu contoh seperti berikut ini. Misalnya, jika HPHT Anda tanggal 11 November 2020, maka perkiraan masa gestasi adalah di tanggal 16 Februari 2021 adalah 14 minggu.Selain dengan menghitung manual, Anda juga dapat menentukannya pada melalui tes ultrasonografi (USG). Dalam pemeriksaan ini, dokter akan mengukur kepala janin dan perut ibu untuk menentukan usia gestasi. Dalam kehamilan cukup bulan, bayi akan dilahirkan di antara usia gestasi 38-42 minggu. Akan tetapi, jika bayi lahir sebelum usia gestasi 37 minggu, kondisi ini disebut sebagai prematur. Sementara itu, bayi yang lahir pada usia gestasi lebih dari 42 minggu disebut postmatur.

Perbedaan usia gestasi dan usia janin

Usia janin dan usia gestasi berbeda
Jangan keliru, usia gestasi dan usia janin pada proses kehamilan merupakan dua hal yang berbeda. Jika masa gestasi adalah berdasarkan HPHT, maka usia janin dihitung sejak tanggal pembuahan.Pembuahan atau fertilisasi umumnya terjadi pada masa ovulasi. Ini berarti usia janin dua minggu lebih muda dari usia gestasi.Meski begitu, dalam sebagian besar kasus, kapan pembuahan benar-benar terjadi tidak diketahui.Dokter mungkin akan memberitahukan hal ini dalam pemeriksaan USG. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir mengenai perbedaan keduanya, apalagi jika janin tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun, jika dokter menemukan adanya masalah, maka Anda perlu waspada.

Menghitung hari perkiraan lahir (HPL) berdasarkan usia gestasi

Usia gestasi dapat membantu Anda menghitung hari perkiraan lahir (HPL). Cara memperkirakan HPL dengan menggunakan masa gestasi adalah sebagai berikut.Hari perkiraan lahir = HPHT + 7 hari - 3 bulan + 1 tahunMisalnya, HPHT 11 November 2020 + 7 hari = 18 November 2020 - 3 bulan = 18 Agustus 2020 + 1 tahun = 18 Agustus 2021.Jadi, HPL Anda jatuh pada tanggal 18 Agustus 2021 (kira-kira usia gestasi 40 minggu). Meski begitu, perhitungan ini tidaklah selalu tepat karena bisa saja persalinan datang lebih awal atau lebih lambat. Di sisi lain, cara paling akurat untuk mengetahui HPL adalah melalui pemeriksaan USG pada trimester pertama.Oleh sebab itu, lakukanlah pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan secara rutin.

Menjaga kehamilan dengan tepat

Menjaga kehamilan bisa dilakukan dengan berbagai cara
Seiring usia yang terus bertambah, Anda harus menjaga kehamilan dengan baik. Sebab, ada berbagai masalah bisa mengintai Anda dan janin, misalnya diabetes gestasional atau hipertensi gestasional.Jika tidak terkontrol, keduanya dapat menyebabkan kelahiran prematur, masalah pernapasan pada bayi, berat badan lahir rendah, hingga preeklampsia. Oleh sebab itu, inilah cara menjaga kehamilan sehat yang bisa Anda lakukan.

1. Mengonsumsi makanan bergizi

Ibu hamil membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk disalurkan juga pada janin guna menunjang tumbuh kembangnya.Jadi, perbanyak konsumsi makanan bergizi, seperti buah-buahan, sayur-mayur, biji-bijian, daging, ikan tanpa merkuri, susu rendah lemak, atau yogurt. Selain itu, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang matang karena makanan mentah dikhawatirkan mengandung bakteri yang bisa berbahaya bagi kehamilan.

2. Minum cukup air putih

Anda juga harus tetap terhidrasi saat hamil, apalagi ketika sedang merasakan berbagai gejala kehamilan yang tidak nyaman.Minumlah cukup air putih minimal 8 gelas sehari agar lebih berenergi dan terhindar dari sembelit yang biasa terjadi saat hamil.

3. Berolahraga secara teratur

Kehamilan bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Justru Anda harus tetap berolahraga secara teratur.Lakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki, senam ibu hamil, atau berenang, sekitar 30 menit setiap hari.Jangan terlalu berlebihan karena dikhawatirkan bisa membuat Anda kelelahan.

4. Tidur dengan cukup

Anda juga harus tidur dengan cukup supaya tubuh kembali berenergi dan membantu memulihkan rasa lelah yang muncul pada masa kehamilan.Selain itu, Anda juga akan merasa lebih segar di pagi hari.Selain beberapa poin di atas, Anda juga harus menghindari konsumsi alkohol maupun merokok karena bisa berbahaya bagi janin yang ada dalam kandungan. Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut mengenai gestasi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kehamilankehamilanpemeriksaan kehamilanusgkesehatan kandunganhamilibu hamil
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/what-is-gestation#gestational-hypertension
Diakses pada 16 Februari 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/002367.htm
Diakses pada 16 Februari 2021
Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/having-a-healthy-pregnancy
Diakses pada 16 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait