Hamil 12 Minggu, Ini Perkembangan Janin dan Perubahan pada Bumil


hamil 12 minggu akan memperlihatkan janin yang tumbuh dan berkembang. Bayi akan memiliki ukuran tubuh sebesar aprikot dan ibu pun akan mengalami perubahan fisik, seperti perubahan pada kulit hingga payudara.

(0)
31 Aug 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Hamil 12 minggu adalah saat rata-rata panjang janin 5-6 cmHamil 12 minggu menunjukkan janin berukuran sebesar buah aprikot
Hamil 12 minggu adalah penghujung trimester 1. Tanda awal kehamilan, seperti morning sickness pun mulai berkurang. Meski begitu, ibu hamil masih akan mengalami beberapa perubahan pada tubuh.Di usia hamil 12 minggu ini, janin juga terus tumbuh dan berkembang. Jika diibaratkan, Si Kecil kurang lebih berukuran sebesar buah aprikot. Agar kehamilan berjalan dengan sehat, tentu saja ibu harus selalu menjaganya.

Hamil 12 minggu: perkembangan janin

Ada beragam pertumbuhan dan perkembangan janin usia 12 minggu
Pada proses kehamilan ini, janin rata-rata memiliki panjang 5--6 cm dengan berat badan 14 gram. Sistem organ janin pun telah terbentuk dan akan terus tumbuh serta mulai berfungsi seiring perkembangan kehamilan. Adapun berbagai perkembangan janin pada minggu ini, yatu:
  • Kepala berukuran setengah dari ukuran tubuh janin
  • Kelenjar ludah mulai berfungsi
  • Indra pengecapan mulai terbentuk
  • Detak jantung dapat didengar dengan alat pemindai
  • Paru-paru terus berkembang, serta cairan ketuban sudah bersirkulasi dalam tubuh
  • Organ perut, termasuk limpa, usus, dan hati terbentuk
  • Organ intim terbentuk
  • Otot dan sistem saraf semakin matang
  • Lengan proporsional dengan tangan yang fungsional
  • Kulit janin halus dan transparan
  • Tulang, termasuk kerangka, tengkorak, dan tulang panjang mengalami pengerasan
  • Pita suara janin sedang terbentuk
  • Jari tangan dan kaki Si Kecil pun tak berselaput lagi, serta kuku juga mulai tumbuh
  • Mata bergerak lebih dekat satu sama lain dari sisi kepala
  • Telinga hampir berada dalam posisi normal
  • Kelenjar tiroid dan pankreas membuat hormon
  • Ginjal janin mulai dapat memproduksi urine.
Pada minggu ini, plasenta berfungsi penuh untuk mengalami pengambilalihan produksi hormon untuk menopang kehamilan. Selain itu, janin juga mengembangkan gerakan refleks yang mungkin tak akan Anda rasakan hingga minggu ke-16 sampai 22.

Hamil 12 minggu: perubahan pada ibu

Di usia hamil 12 minggu, biasanya ibu mengalami kenaikan berat badan sekitar 2 kg. Rahim pun mulai berkembang pesat dan mencapai perut bagian bawah sehingga membuatnya sedikit menonjol. Anda mungkin mulai memerlukan baju hamil agar terasa lebih nyaman. Sebab, bentuk perut hamil 12 minggu pun akan membesar dan menonjol.Meski sebagian bumil mungkin masih mengalami mual, gejala kehamilan pada minggu ini meliputi:

1. Pigmentasi kulit

Lonjakan hormon saat hamil 12 minggu sebabkan ibu alami melasma
Lonjakan hormon ketika memasuki usia kehamilan 12 minggu menghasilkan berbagai jenis perubahan dalam tubuh, tak terkecuali meningkatnya pigmentasi (melasma). Melasma memengaruhi sekitar setengah dari seluruh ibu hamil. Kondisi ini menyebabkan munculnya bintik-bintik hitam di dahi dan pipi. Biasanya, bintik-bintik tersebut menghilang atau menjadi lebih terang segera setelah Anda melahirkan.Riset yang diterbitkan pada Journal of Women's Dermatology, memaparkan, kulit menjadi terlihat cokelat dengan bintik-bintik diakibatkan lonjakan estrogen dan progesteron.Lantas, kedua hormon ini memicu sel melanosit untuk menghasilkan pigmen warna kulit

2. Kulit bercahaya

Kulit wajah glowing saat hamil terjadi akibat produksi minyak akibat hormon
Dampak dari gejolak hormonal saat memasuki kehamilan minggu ke-12 salah satunya adalah kulit tampak lebih mengilap. Hal ini dikarenakan adanya produksi minyak berlebih. Sayangnya, hal ini mampu menimbulkan jerawat.Meski demikian, tak jarang, efek minyak pada wajah ini adalah muka bercahaya pada masa kehamilan atau kerap disebut pregnancy glow

3. Perubahan payudara

Areola pun menggelap saat hamil 12 minggu
Areola di sekitar puting cenderung menjadi lebih gelap. Anda juga merasakan nyeri payudara yang berlanjut hingga trimester kedua. Mengenakan bra yang terlalu ketat bisa membuat Anda semakin merasa tidak nyaman. Selain itu, Anda juga dapat mengalami pusing, perubahan dalam gairah seksual, sering buang air kecil, mengeluarkan air liur yang berlebih, kembung, indra penciuman yang tajam, keputihan, kelelahan, atau sakit kepala sesekali.

Masalah pada janin usia kehamilan 12 minggu

Meski pertumbuhan dan perkembangan janin saat kehamilan 12 minggu sudah pesat, bayi pun tetap berisiko mengalami beberapa masalah, yaitu:

1. Detak jantung tak terdengar

Detak jantung janin tak terdengar saat hamil 12 minggu terjadi akibat obesitas hingga keguguran
Salah satu hal yang krusial pada janin ketika berusia 12 minggu adalah jantung bayi yang bisa didengar menggunakan alat bantu deteksi.Sayangnya, hamil 12 minggu detak jantung belum terdengar pun ditemukan pada beberapa kasus.Sebenarnya, tidak mampu mendengar suara degup jantung Si Kecil saat berada di dalam rahim merupakan hal yang wajar. Mengingat, jantung baru berkembang dengan sempurna saat ibu hamil 12 minggu.Namun, mengapa detak jantung juga jarang ditemukan saat bayi berusia 12 minggu? Inilah penyebab hamil 12 minggu detak jantung belum terdengar:
  • Ibu obesitas, sebab obesitas membuat lemak menghalangi alat ukur.
  • Posisi rahim yang tidak umum, hal ini dikarenakan dokter hanya memeriksa bagian perut yang diperkirakan sesuai dengan posisi dan lokasi rahim.
  • Janin bergerak terus, hal ini menyebabkan posisi bayi berubah-ubah sehingga susah menemukan letak jantung yang tepat.
  • Hari perkiraan lahir (HPL) tidak sesuai, sebab ibu salah memperkirakan atau lupa dengan hari pertama haid terakhir (HPHT).
  • Keguguran, hal ini harus segera diamati jika kehamilan lebih dari 12 minggu, tetapi tidak ada perkembangan janin atau tanda-tanda hamil kosong.

2. Janin tidak terdeteksi

Bayi tidak terdeteksi dengan USG saat hamil 12 minggu bisa jadi karena kehamilan ektopik
Selain itu, masalah yang kerap ditemukan pada janin usia 12 minggu adalah tidak terdeteksi di USG. Penyebab hamil 12 minggu janin belum kelihatan adalah:
  • Keguguran, tes kehamilan tetap akan menampilkan hasil positif setelah Anda keguguran selama 3 minggu. Sebab, masih adanya hormon kehamilan yang tersisa. Jadi, bayi tidak terlihat di USG meski hasil alat tes mendeteksi adanya kehamilan.
  • Kehamilan ektopik, ini juga menjadi alasan hamil 12 minggu janin belum kelihatan. Sebab, janin pun justru berkembang di bagian luar rahim, biasanya di indung telur atau tuba falopi.

Tips menjaga kehamilan

Konsumsi camilan, seperti buah dan yogurt agar asupan gizi ibu hamil 12 minggu seimbang
Dalam menjaga kehamilan 12 minggu, Anda perlu melakukan banyak perubahan dalam gaya hidup menjadi lebih sehat. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan suplemen nutrisi yang direkomendasikan dokter sangat diperlukan agar ibu dan janin senantiasa sehat. Anda juga bisa menikmati camilan sehat, seperti yogurt dan buah kering.Selain itu, cobalah untuk berolahraga secara teratur minimal 30 menit sehari supaya tubuh ibu lebih bugar. Ada berbagai macam pilihan olahraga yang baik untuk ibu hamil, seperti berenang, pilates, dan yoga.Hindari alkohol, tembakau, dan zat narkotika selama kehamilan karena bisa berbahaya bagi ibu dan janin. Konsultasikan pada dokter mengenai obat-obatan yang Anda gunakan karena dikhawatirkan akan memengaruhi kehamilan. Gunakan tabir surya dan topi selama ke luar ruangan guna mengurangi efek melasma karena kulit ibu hamil lebih sensitif. Pastikan pula melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan rutin dengan dokter kandungan untuk mengetahui kondisi Anda dan janin. Tetap lakukan pengecekan kondisi bayi dengan USG untuk memantau risiko bayi cacat atau mengalami down syndrome. Hal ini pun bisa dideteksi menggunakan USG dengan cara memerhatikan keadaan tengkuk janin.

Catatan dari SehatQ

Hamil 12 minggu telah menunjukkan tanda-tanda bayi yang pesat. Hal ini juga membuat ibu pun mengalami perubahan fisik tertentu. Sayangnya, memasuki fase baru, janin dan ibu pun juga rentan mengalami risiko tertentu.Untuk itu, konsultasikan kehamilan 12 minggu dengan dokter kandungan terdekat atau konsultasikan melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ,Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
perkembangan janinhamilkehamilanibu hamilkeguguranmasalah kehamilankehamilan ektopik
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/12-weeks-pregnant
Diakses pada 18 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/299782#lifestyle-changes
Diakses pada 18 Agustus 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/12-weeks-pregnant-4158934
Diakses pada 18 Agustus 2020
Journal of Women's Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5715231/
Diakses pada 18 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait