Harus Tahu! Ini Syarat Nikah Agar Tidak Salah Melangkah


Bagi Anda yang berencana menikah dalam waktu dekat, penting untuk mengetahui syarat nikah agar lancar. Tes kesehatan sebelum menikah pun penting untuk dilakukan.

(0)
11 Sep 2020|Adhenda Madarina
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ada syarat nikah yang harus dipenuhi sebelum menikahPasangan pengantin berpose dengan buku nikahnya
Anda berencana menikah tahun ini? Jika demikian, pastinya Anda telah mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan agar segalanya berjalan dengan lancar, termasuk dokumen syarat nikah. Untuk pernikahan sesama warga negara Indonesia (WNI), prosesnya relatif singkat dan mudah karena dokumen yang diminta tidak rumit.Akan tetapi, bagi pasangan yang berbeda kewarganegaraan, yakni WNI dengan WNA, persyaratan yang diminta akan sedikit lebih kompleks dan membutuhkan waktu yang cukup panjang karena membutuhkan berbagai dokumen dari kedua negara.

Syarat administrasi nikah yang perlu dipenuhi

Berdasarkan PMA Nomor 20 Tahun 2019, ada beberapa dokumen syarat nikah yang harus Anda persiapkan, di antaranya:
  1. NIK calon suami, calon istri, dan orang tua atau wali nikah
  2. Formulir N1 - Surat pengantar nikah (didapat dari kelurahan atau desa)
  3. Formulir N3 - Surat persetujuan mempelai
  4. Formulir N5 - Surat izin orangtua, jika calon pengantin berumur di bawah 21 tahun
  5. Surat akta cerai (jika calon pengantin sudah cerai)
  6. Surat izin komandan, jika calon pengantin TNI atau POLRI
  7. Surat pengantar kematian, jika calon pengantin duda atau janda yang ditinggal mati
  8. Izin atau dispensasi dari Pengadilan Agama, apabila:
    - Calon suami atau calon istri berumur kurang dari 19 tahun
    - Izin poligami
  9. Izin dari kedutaan besar untuk WNA
  10. Fotokopi identitas diri (KTP)
  11. Fotokopi Kartu Keluarga
  12. Fotokopi Akta Kelahiran
  13. Surat rekomendasi nikah dari KUA kecamatan, jika pernikahan dilangsungkan di wilayah luar tempat tinggal calon pengantin
  14. Pas foto ukuran 2 x 3 sebanyak 5 lembar
  15. Pas foto ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar
Namun, syarat nikah tahun 2020 tersebut sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada 2020, pemerintah mewajibkan para pasangan di seluruh wilayah Indonesia yang hendak menikah untuk memiliki sertifikat layak nikah.Program sertifikat layak nikah bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan calon mempelai sebelum menikah. Mereka akan dibekali informasi terkait kesehatan fisik maupun psikis, dan memastikan sudah siap untuk berumah tangga.Untuk mendapatkan sertifikat layak nikah terbilang mudah. Calon pengantin cukup membawa surat pengantar dari kelurahan dan mendaftar di puskesmas terdekat.

Tes-tes kesehatan sebelum menikah

Selain memenuhi syarat administrasi, sebaiknya Anda juga melakukan beberapa tes kesehatan sebelum menikah terlebih dulu. Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan untuk kehidupan pernikahan yang bahagia dan sehat.Banyak yang khawatir tentang hal ini, tetapi melakukan tes kesehatan akan membantu Anda menghindari stres dan masalah yang tidak diinginkan di kemudian hari dalam pernikahan.Mengetahui kesehatan pasangan akan memungkinkan Anda untuk mengambil perawatan medis yang tepat jika diperlukan. Berikut adalah empat tes yang sebaiknya Anda lakukan sebelum menikah.

1. Tes HIV dan penyakit menular seksual lainnya

HIV, hepatitis B dan C adalah kondisi yang bertahan seumur hidup dan, jika tidak dikelola dengan baik, dapat merusak pernikahan. Itu sebabnya, tes HIV/AIDS dan penyakit lainnya penting untuk mengetahui status kesehatan pasangan.Hal tersebut akan membantu Anda untuk melindungi diri sendiri atau mencari perawatan medis yang tepat, jika pasangan Anda ternyata positif mengalami salah satu penyakit tersebut setelah melakukan tes.Penyakit menular seksual lainnya, seperti gonore, sipilis, vaginosis bakteri, dan kutil kelamin, dapat diobati dengan perawatan medis yang tepat. Perawatan yang tepat akan mengurangi risiko infertilitas (tidak subur) dan keguguran.

2. Tes kecocokan golongan darah

Golongan darah harus cocok satu sama lain untuk menghindari masalah selama kehamilan, seperti penyakit rhesus. Ini adalah kondisi di mana antibodi dalam darah wanita hamil menghancurkan sel-sel darah bayinya.Seorang istri dengan golongan darah rhesus negatif yang menikah dengan suami positif rhesus memiliki kemungkinan ketidakcocokan rhesus yang lebih besar sehingga berpotensi menyebabkan kematian janin dan keguguran.

3. Tes kesuburan

Tes kesuburan sebelum menikah merupakan hal yang penting karena jika terjadi masalah, maka dapat diatasi sedini mungkin sebelum menikah tanpa menyebabkan trauma biologis, psikologis, sosial, dan emosional yang dikaitkan dengan kemandulan.

4. Tes kondisi medis genetik atau kronis

Tes ini umumnya mencakup screening untuk penyakit diabetes, hipertensi, kanker, penyakit ginjal, thalasemia, serta kondisi lainnya yang menurut Anda perlu dilakukan.Setelah calon pengantin melakukan rangkaian tes di atas sebagai syarat nikah, sampailah mereka pada tahap terakhir, yaitu pemberian vaksin TT (Tetanus Toksoid). Bagi calon pengantin wanita, imunisasi TT diberikan agar ketika hamil dan punya bayi, sang bayi dapat terhindar dari infeksi tetanus. Sementara itu, imunisasi TT untuk calon pengantin pria dilakukan untuk mencegah tetanus.Selanjutnya, mereka akan mendapatkan surat keterangan telah melakukan tes kesehatan atau sertifikat layak nikah dari kecamatan yang kemudian diserahkan pada KUA sebagai kelengkapan administrasi syarat nikah.
pernikahan
Bimaislam.kemenag.
https://bimasislam.kemenag.go.id/layanannikah/syarat
Diakses pada 19 Mei 2020
Femina.
https://www.femina.in/brides/planning-and-advice/4-medical-mustdo-tests-before-your-wedding-45179.html
Diakses pada 19 Mei 2020
Simkah.kemenag.
http://simkah.kemenag.go.id/infoPendaftaran
Diakses pada 19 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait