Histerektomi adalah Operasi Angkat Rahim, Ini Indikasi dan Efeknya pada Wanita


Hiseterektomi adalah operasi pengangkatan rahim. Efeknya pada wanita antara lain menjadi tidak bisa hamil, tidak menstruasi, serta mengalami penurunan gairah seksual.

0,0
18 Jul 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Histerektomi adalah operasi pengangkatan rahim akibat penyakit seperti endometriosis hingga kankerHisterektomi adalah operasi pengangkatan rahim
Histerektomi adalah operasi untuk mengangkat rahim wanita. Setelah operasi dilakukan, maka Anda tidak lagi bisa hamil dan menstruasi. Terkadang, prosedur ini disertai juga dengan pengangkatan indung telur dan tuba falopi. Apabila kedua indung telur ikut diangkat, maka Anda akan memasuki masa menopause.
Operasi histerektomi biasanya baru dipilih apabila jenis perawatan lainnya sudah dilakukan namun tidak menunjukkan hasil yang signifikan.

Kenapa histerektomi diperlukan?

Histerektomi diperlukan untuk mengatasi penyakit rahim yang parah seperti kanker
Histerektomi perlu dilakukan saat ada penyakit rahim yang parah
Ada beberapa alasan seorang wanita perlu menjalani operasi pengangkatan rahim, di antaranya:

• Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika ada jaringan mirip dinding rahim, tumbuh di tempat lain, seperti indung telur atau tuba falopi.Pertumbuhan abnormal ini bisa memicu terjadinya nyeri hebat dan perdarahan parah saat menstruasi, serta gangguan kesuburan.

• Radang panggul

Radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PIV) adalah infeksi bakteri yang menyerang sistem reproduksi perempuan.Jika infeksi ini tidak segera diobati, maka bakteri bisa merusak rahim serta tuba falopi dan memicu nyeri hebat yang tak kunjung reda.

• Perdarahan berlebih saat menstruasi

Kondisi ini disebut juga sebagai menorrhagia. Selain volume darah yang meningkat, gejala lain seperti nyeri dan kram perut juga dapat dirasakan.Histerektomi akan menjadi pilihan perawatan menorrhagia apabila semua pengobatan yang ada sudah dicoba dan tidak berhasil, perdarahan yang terjadi sangat banyak dan mengganggu aktivitas harian, serta wanita yang mengalaminya tidak lagi ingin punya anak.

• Fibroid

Fibroid atau yang sering juga disebut dengan miom ataupun mioma uterus ini merupakan tumor jinak yang tumbuh di sekitar rahim.Wanita yang mengalaminya baru akan disarankan untuk menjalani operasi pengangkatan rahim apabila ukuran tumornya besar, tumor tersebut menyebabkan perdarahan yang parah, atau wanita tersebut memilih untuk tidak memiliki anak.

• Adenomyosis

Operasi pengangkatan rahim juga dapat dilakukan pada pengidap adenomyosis yang merupakan kondisi tumbuhnya jaringan abnormal di dinding otot rahim.Wanita yang mengalaminya akan merasakan nyeri hebat saat menstruasi. Tidak jarang, rasa sakit tersebut juga menjalar hingga ke panggul.

• Prolaps uteri

Prolaps uteri dalam bahasa awam disebut juga sebagai peranakan turun. Kondisi ini terjadi ketika jaringan dan ligamen yang ada di rahim melemah, sehingga posisi rahim menurun. Beberapa wanita bisa mengalaminya setelah melahirkan.

• Kanker

Kanker yang bisa dirawat dengan prosedur histerektomi antara lain kanker leher rahim, kanker indung telur, kanker tuba falopi, dan kanker rahim. Opsi perawatan ini dipilih apabila sel-sel kanker sudah menyebar dan masuk ke stadium akhir.

Jenis-jenis histerektomi yang mungkin dilalui

Jenis operasi angkat rahim atau histerektomi
Ada beberapa jenis histerektomi yang bisa dilakukan dokter
Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan dokter saat melakukan operasi pengangkatan rahim, tergantung dari tingkat keparahan kondisi pasien.

1. Histerektomi parsial

Dokter bedah mengangkat rahim atas, tapi membiarkan rahim bagian bawah (serviks) tetap di tempatnya.

2. Histerektomi total

Dokter bedah mengangkat seluruh rahim dan mulut rahim.

3. Histerektomi radikal

Dokter bedah mengangkat rahim dan leher rahim, bersama dengan jaringan di kedua sisi leher rahim, serta bagian atas vagina.

4. Histerektomi total dengan bilateral salpingo ooforektomi (BSO)

Dokter bedah memotong saluran tuba dan indung telur, selain mengangkat rahim dan leher rahim.
Wanita yang telah menjalani histerektomi dengan BSO, hanya memiliki sedikit risiko terhadap kanker ovarium di kemudian hari. Meski demikian, tetap ada kemungkinan sel kanker tertinggal.
Histerektomi dengan BSO dapat mengurangi risiko kanker ovarium hingga 85-95%. Hal tersebut tidak berlaku untuk histerektomi tanpa BSO.

Efek samping operasi angkat rahim dan cara mengatasinya

Efek samping histerektomi salah satunya adalah jadi tidak subur lagi
Histerektomi akan membuat perempuan tidak bisa menstruasi dan hamil
Operasi pengangkatan rahim atau histerektomi adalah prosedur yang aman dan merupakan salah satu yang paling umum dilakukan untuk mengatasi gangguan rahim yang parah. Meski begitu, dengan diangkatnya rahim dari tubuh, akan ada beberapa perubahan yang terjadi, seperti:

• Infertilitas

Setelah menjalani histerektomi, kesuburan akan hilang karena kehamilan sudah tidak bisa terjadi. Meski sebagian wanita memahami hal ini dan bisa menerimanya dengan baik, namun pada sebagian lainnya, hal ini bisa memicu rasa kehilangan, sedih, ataupun duka.Perasaan tersebut tentu tidak bisa dianggap enteng dan perlu mendapatkan penanganan yang tepat, seperti berkonsultasi dengan ahli kejiwaan seperti psikolog atau psikiater.Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa mengarah pada depresi.

• Menopause

Berapapun usia perempuan yang menjalani histerektomi, setelahnya ia akan mengalami menopause. Sehingga, menstruasi tidak lagi akan terjadi dan gejala-gejala yang biasa dialami wanita saat menopause juga akan dirasakan.Beberapa gejala yang dimaksud antara lain hot flashes atau sering merasa kepanasan, mudah berkeringat di malam hari, insomnia, vagina kering, dan penipisan kulit.Untuk mengatasi berbagai gejala tersebut, dokter biasanya menyarankan pasiennya untuk menjalani terapi hormon.

• Menurunnya gairah seksual

Pada kebanyakan wanita, histerektomi tidak berpengaruh besar terhadap fungsi seksual. Namun untuk sebagian lainnya, operasi ini dapat memicu penurunan gairah seksual serta fungsi seksual lainnya akibat perubahan pada area kewanitaan.Perubahan tersebut antara lain vagina kering, sulit mencapai orgasme, dan berkurangnya sensasi yang dirasakan di vagina.Apabila kondisi ini Anda alami, dokter bisa menyarankan salah satu atau beberapa solusi, seperti memberikan terapi dan edukasi seks untuk Anda dan pasangan, pemberian lubrikan atau pelembap khusus untuk vagina, hingga terapi hormon.Histerektomi adalah operasi yang memiliki lebih banyak manfaat dibanding risiko efek sampingnya. Meski begitu, sangat wajar kalau Anda khawatir akan efek samping yang mungkin dialami setelahnya.Sehingga apabila dokter merasa Anda perlu menjalani perawatan ini, diskusikan dengan matang dan menyeluruh mengenai segala kemungkinan yang akan terjadi selama dan setelah operasi dilakukan.Anda juga disarankan untuk mengikuti saran dokter dan menjauhi pantangan setelah operasi angkat rahim. Dengan begitu, masa pemulihan pun akan berlangsung dengan baik dan cepat.Kalau Anda masih punya pertanyaan seputar operasi angkat rahim maupun tindakan lain yang berhubungan denga penyakit rahim, tanyakan langsung dengan dokter melalui chat dokter di aplikasi SehatQ. Unduh aplikasinya secara gratis di Playstore atau App Store.
penyakit wanitakesehatan wanitapenyakit rahimkanker ovarium
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/159675.php
Diakses pada 20 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinci.org/diseases-conditions/ovarian-cancer/diagnosis-treatment/drc-20375946
Diakses pada 20 April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324227.php
Diakses pada 20 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait