Mengenal Endorfin, Salah Satu Senyawa Kebahagiaan

(0)
17 Jan 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hormon endorfin berperan dalam mengendalikan rasa sakit dan mengurangi stresHormon endorfin berperan dalam mengendalikan rasa sakit dan mengurangi stres
Jika ditanya tentang hormon kebahagiaan, endorfin mungkin salah satu yang paling sering disebut. Hormon ini memang memiliki popularitas meredakan stres dan meningkatkan rasa kebahagiaan. Sudah tahu fungsi dan manfaat hormon endorfin?

Apa itu endorfin?

Endorfin adalah jenis hormon dan senyawa kimia di tubuh untuk mengendalikan luka dan stres. Endorfin pun dikaitkan dengan rasa gembira di hati, sehingga masuk sebagai salah satu hormon kebahagiaan.Endorfin berasal dari kata “endogenous” yang artinya di dalam tubuh, serta “morphine” yang artinya pereda nyeri opioid. Sesuai dengan makna harfiahnya, endorfin memang bertindak sebagai pereda nyeri alami di dalam tubuh. Senyawa ini dilepaskan tubuh sebagai respons saat kita mengalami sakit atau stres.Endorfin dilepaskan oleh sistem saraf pusat dan kelenjar hipofisis. Diperkirakan, terdapat 20 jenis endorfin yang berhasil ditemukan.

Fungsi dan manfaat endorfin untuk tubuh

Fungsi hormon endorfin yang utama adalah untuk mengikis rasa sakit dan rasa tidak nyaman, serta memberikan sensasi menyenangkan untuk tubuh. Endorfin pun berperan untuk meredakan stres, sehingga penting untuk kesehatan mental.Dengan fungsi utama di atas, endorfin pun mengantongi beberapa manfaat dalam berbagai situasi, misalnya:

1. Membantu mengikis depresi

Pernahkah Anda merasa lebih ‘gembira’ setelah berolahraga? Hal ini terjadi karena tubuh merasakan euforia akibat pelepasan endorfin setelah kita melakukan aktivitas fisik. Para ahli pun memperkirakan, olahraga dapat bermanfaat untuk mengikis kondisi depresi karena dilepasnya endorfin tersebut.

2. Mengurangi stres dan rasa cemas

Tak hanya depresi, endorfin pun memiliki potensi penting untuk meredakan stres dan rasa cemas. Sebuah studi pada hewan di tahun 2008 menyebutkan, ada pengaruh langsung antara kadar endorfin di tubuh hewan tersebut dengan perilaku cemasnya.
Hormon endorfin berperan dalam menenangkan pikiran
Endorfin membantu mengendalikan stres
Walau begitu, studi pada manusia diperlukan untuk mengonfirmasi lebih lanjut temuan ini.

3. Meningkatkan harga diri atau self-esteem

Hati yang gembira tentu membuat kita merasa lebih percaya diri dan optimis, sehingga harga diri (self-esteem) pun meningkat. Pakar pun telah menghubungkan antara hormon endorfin dengan harga diri yang lebih tinggi.

4. Mengikis nyeri saat persalinan

Endorfin pun membantu seorang ibu menjalani proses persalinan, dengan membantu mengikis rasa sakitnya. Sebuah studi yang dimuat dalam Reproductive Sciences menemukan kadar beta-endorfin yang rendah pada partisipan (ibu yang hendak melahirkan) dikaitkan dengan penanganan nyeri tambahan di tengah proses persalinan.Hubungan beta-endorfin rendah dengan nyeri tersebut belum jelas, sehingga riset lanjutan akan diperlukan.

5. Membantu mengurangi bobot

Manfaat endorfin dalam mengendalikan rasa lapar masih terbilang kompleks. Sebab, seperti yang kita tahu, mengonsumsi makanan lezat meningkatkan hormon endorfin. Walau begitu, studi pun menemukan bahwa senyawa ini juga dapat mengontrol nafsu makan, sehingga berpotensi untuk membantu menguruskan badan.

Gejala jika tubuh kekurangan hormon endorfin

Berikut ini beberapa gejala yang dapat timbul jika tubuh tidak memproduksi endorfin dengan cukup:
  • Depresi
  • Gelisah
  • Murung
  • Timbulnya rasa sakit dan nyeri
  • Sulit tidur
  • Perilaku impulsif

Cara meningkatkan hormon endorfin secara alami

Sains telah berusaha membuktikan bahwa endorfin dapat ditingkatkan secara alami. Beberapa cara yang bisa Anda coba, yaitu:

1. Berolahraga teratur

Olahraga menjadi salah satu cara utama untuk meningkatkan endorfin. Beberapa tips agar produksi endorfin naik adalah dengan berolahraga berkelompok dan memilih olahraga dengan intensitas sedang.

2. Melakukan yoga dan meditasi

Meditasi telah menjadi cara populer untuk merilekskan hati. Hal ini bisa terjadi karena adanya endorfin yang dilepaskan.

3. Menghirup aromaterapi

Studi telah menemukan bahwa minyak aromaterapi dapat menenangkan jiwa dan dikaitkan dengan produksi endorfin. Beberapa contoh minyak aromaterapi untuk dihirup yaitu minyak lavender, rosemary, dan jeruk.

4. Berhubungan seks

Merasa gembira setelah bercinta? Hal ini terjadi karena adanya produksi endorfin, serta hormon lain seperti oksitosin.

5. Mengonsumsi cokelat hitam

Cokelat hitam dapat merangsang produksi endorfin. Begitu juga dengan segelas wine, makanan pedas, dan makanan kesukaan Anda ternyata juga dapat membantu kita lebih gembira.

6. Bercengkrama dengan sahabat

Banyak tertawa membuat kita lebih bahagia dan mengurangi rasa stres. Tertawa dengan para sahabat? Produksi endorfin tentu meningkat dan menaikkan rasa gembira di hati.

7. Menonton film

Saat mood begitu buruk, Anda bisa mengalokasikan waktu untuk menikmati film dan series drama. Sebab, menonton drama dilaporkan dapat merangsang pelepasan endorfin.
Hormon endorfin saat berkumpul
Produksi endorfin meningkat saat kita berkumpul dengan teman-teman
Hal ini terjadi karena rasa sedih saat menonton drama dibaca oleh otak sebagai rasa negatif yang sama saat kita sakit. Seperti yang diungkapkan di atas, endorfin sering dilepaskan ke aliran darah saat kita terluka atau sakit.

8. Berbuat baik

Jika Anda merasa senang karena telah membantu orang lain, maka hal itu menjadi bukti bahwa adanya produksi endorfin di tubuh. Walau perasaan tersebut tak berlangsung lama, perasaan positif tersebut akan menjadi ‘candu’ bagi kita untuk terus membantu orang lain.

Catatan dari SehatQ

Hormon endorfin tak diragukan lagi memberikan efek positif untuk tubuh, baik untuk kesehatan mental dan kesehatan fisik. Cara-cara mudah di atas bisa Anda terapkan agar produksi endorfin meningkat, dan membuat kita lebih bahagia untuk menjalani hari.
growth hormonhormon kortisolhormon
Healthline. https://www.healthline.com/health/endorphins
Diakses pada 16 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-increase-endorphins
Diakses pada 16 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320839.php
Diakses pada 16 Januari 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18604523
Diakses pada 16 Januari 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20595705
Diakses pada 16 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait