Dengan atau Tanpa Resep Dokter, Ini Daftar Obat Batuk Alergi

(0)
14 Jan 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Obat batuk alergi bisa dibeli dengan bebas atau dengan resep dokterIlustrasi obat-obatan, salah satunya adalah obat batuk alergi
Batuk alergi bisa berlangsung dalam beberapa hari hingga berbulan-bulan. Jika batuk ini sangat mengganggu, Anda dapat meminum obat batuk alergi yang dijual bebas maupun yang hanya bisa didapat dengan resep dokter.Batuk alergi adalah bagian dari reaksi alergi yang terjadi ketika sistem imun pada tubuh Anda bereaksi terhadap zat yang sebetulnya tidak berbahaya atau disebut sebagai alergen. Alergen akan memicu produksi zat kimia bernama histamin sehingga terjadi peradangan di saluran napas yang kemudian membuat Anda batuk dan bersin.Tidak seperti batuk karena serangan virus flu, batuk alergi tidak menular. Meski demikian, batuk tersebut bisa sangat mengganggu sehingga tidak ada salahnya bila Anda mencoba meredakannya dengan obat batuk alergi.

Meredakan batuk alergi dengan cara alami

Banyak obat batu alergi yang beredar di pasaran dan dapat Anda beli tanpa resep dokter. Namun bagi Anda yang ingin terlebih dahulu meredakan batuk dengan cara alami, terdapat beberapa cara yang dapat Anda coba, di antaranya:
  • Menghirup uap panas: cara ini dapat mengencderkan lendir yang datang berbarengan dengan batuk alergi. Menghirup uap panas juga dapat melebarkan jalan napas sehingga Anda dapat bernapas dengan lebih lega.

  • Menggunakan semprotan hidung: nasal spray dapat dibeli di apotek, tapi Anda bisa membuatnya sendiri dengan larutan garam yang terbuat dari garam dan air. Celupkan kain bersih ke larutan garam, lalu dekatkan kain tersebut di dekat hidung dan hirup.
Jika cara-cara alami di atas tidak dapat mengatasi batuk Anda, jangan ragu untuk minum obat batuk alergi. Meski Anda dapat membeli obat tersebut tanpa resep dokter, untuk alasan keamanan Anda sebaiknya memeriksakan terlebih dahulu kondisi Anda ke dokter.

Jenis obat batuk alergi yang bisa Anda pilih

Obat alergi, termasuk yang digunakan untuk meredakan gejala batuk, pada dasarnya merupakan obat yang mengandung antihistamin, dekongestan, atau kombinasi keduanya. Seperti obat sintetis pada umumnya, obat batuk alergi memiliki khasiat beserta efek samping.

1. Antihistamin

Obat batuk alergi ini telah digunakan sejak dulu untuk meredakan reaksi alergi. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan produksi histamin sehingga peradangan di dalam tubuh juga tidak makin parah dan batuk akan segera berhenti.Antihistamin bisa berbentuk tablet maupun sirup. Ada juga obat antihistamin yang berbentuk nasal spray untuk meredakan batuk alergi yang disertai pilek, serta ada pula obat tetes mata bila batuk alergi juga disertai mata gatal atau berair.Obat batuk alergi yang termasuk antihistamin adalah:
  • Obat minum: cetirizine, fexofenadine, levocetirizine, desloratadine dan loratadine. Ada pula antihistamin generasi lama, seperti brompheniramine, chlorpheniramine, clemastine, dan diphenhydramine.
  • Obat tetes mata: ketotifen, naphazoline, pheniramine kombinasi ophtalmic, azelastine ophtalmic, epinastine ophtalmic, dan olopatadine ophtalmic.
  • Obat tetes hidung (nasal spray): azelastine nasal.
Obat batuk alergi yang mengandung antihistamin biasanya menyebabkan kantuk, terutama pada obat antihistamin generasi lama. Sedangkan obat antihistamin generasi kedua dan ketiga maupun obat yang diresepkan oleh dokter biasanya tidak mengakibatkan efek samping ini.

2. Dekongestan

Obat batuk alergi ini bekerja dengan melegakan pernapasan dan sering diresepkan bersamaan dengan antihistamin. Dekongestan dapat berbentuk tablet, sirup, nasal spray, maupun obat tetes mata, dan biasanya hanya boleh digunakan dalam kurun waktu tertentu, terutama pada penggunaan nasal spray dan tetes mata.Obat dekongestan biasanya bisa didapatkan bebas di apotek, yakni:
  • Pseudoephedrin (tablet atau sirup).
  • Phenylephrine dan oxymetazoline (nasal spray).
Obat batuk alergi yang satu ini memiliki efek samping menaikkan tekanan darah sehingga tidak cocok dikonsumsi oleh orang yang memiliki tekanan darah tinggi. Dekongestan juga bisa mengakibatkan insomnia atau gelisah, serta menyebabkan aliran urine menjadi macet.

Obat kombinasi antihistamin dan dekongestan

Beberapa obat batuk alergi yang dijual bebas juga bisa mengandung antihistamin maupun dekongestan. Beberapa jenis obat kombinasi ini adalah:
  • Cetirizine dan pseudophedrine.
  • Fexofenadine dan pseudophedrine.
  • Diphenhydramine dan pseudophedrine.
  • Pseudophedrine dan triprolidine.
  • Naphazoline dan pheniramine.
  • Acrivastine dan pseudophedrine.
  • Azelastine/fluticasone (kombinasi antihistamin dengan steroid).
Perlu diketahui bahwa obat batuk alergi hanya meredakan gejala alergi. Sedangkan untuk mencegah batuk itu tidak kambuh lagi, Anda harus mengenali pemicu alergi Anda sendiri dan sebisa mungkin menghindarinya.Selalu perhatikan label obat, jika terdapat keterangan lingkaran merah pada obat maka itu bukanlah obat bebas melainkan harus dengan resep dokter, namun jika obat Anda berlabel hijau atau biru artinya Anda dapat membelinya tanpa resep dokter.
alergibatuk
WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/common-cold-or-allergy-symptoms
Diakses pada 12 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/allergies/allergy-medications
Diakses pada 12 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/hay-fever-cough
Diakses pada 12 Januari 2020
Asthma and Allergy Foundation of America. https://www.aafa.org/allergy-treatments/
Diakses pada 12 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait