Penyebab Keputihan Berwarna Kuning Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengatasinya?


Keputihan kuning saat hamil bisa menandakan adanya masalah. Padahal normalnya, berwarna bening atau putih susu dengan bau yang ringan.

(0)
05 Aug 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Keputihan kuning saat hamil dapat menimbulkan ketidaknyamananKeputihan berwarna kuning saat hamil bisa disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri
Keputihan saat hamil sebetulnya merupakan hal yang wajar. Ini disebabkan oleh meningkatnya hormon estrogen dalam tubuh sehingga membuat vagina lebih lembap, serta meningkatnya aliran darah ke organ tersebut. Keputihan yang normal berwarna bening atau putih susu dengan bau yang ringan.Akan tetapi, sebagian ibu hamil mengeluarkan keputihan berwarna kuning. Terkadang, ciri-ciri keputihan tidak normal disertai pula oleh gatal, bau amis atau busuk, rasa sakit, maupun gejala lainnya yang bisa mengindikasikan adanya masalah. Lantas, apa penyebab keputihan kuning saat hamil?

Penyebab keputihan berwarna kuning saat hamil

Keputihan kuning saat hamil dapat menjadi tanda terjadinya infeksi vagina. Dikhawatirkan hal tersebut akan berdampak pada janin yang tengah dikandung. Adapun penyebab keputihan kuning saat hamil, di antaranya:

1. Infeksi jamur

Kehamilan bisa mengganggu keseimbangan pH vagina yang memicu terjadinya infeksi jamur. Infeksi tersebut dapat menyebabkan keputihan berwarna kuning saat hamil. Di mana teksturnya tebal dan tak berbau menyerupai keju cottage. Selain itu, Anda juga mungkin merasakan gatal di dalam dan sekitar vagina, sensasi terbakar saat buang air kecil atau berhubungan seks, serta pembengkakan dan kemerahan pada vulva.Sebuah studi pada tahun 2015 mengindikasikan bahwa infeksi jamur dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi kehamilan, seperti ketuban pecah dini, persalinan prematur, korioamnionitis (infeksi pada lapisan dan cairan ketuban), serta kandidiasis kulit bawaan yang ditandai dengan ruam kulit.

2. Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri dalam vagina di mana bakteri jahat lebih banyak jumlahnya daripada bakteri baik. Kondisi ini bisa menyebabkan keluarnya keputihan berwarna kuning atau berwarna putih keabu-abuan, rasa gatal di dalam dan sekitar vagina, bau yang tak sedap, ketidaknyamanan pada vagina, dan sensasi terbakar saat buang air kecil. Apabila ibu hamil terkena vaginosis bakterialis, maka ia lebih berisiko mengalami persalinan prematur, ketuban pecah dini, korioamnionitis, berat lahir bayi rendah, dan endometritis (peradangan dinding rahim akibat infeksi). 

3. Gonore

Gonore juga bisa menjadi penyebab keputihan berwarna kuning saat hamil. Ini adalah penyakit menular seksual yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Meski sebagian wanita yang terinfeksi gonore tak menunjukkan gejala, namun sebagian lain bisa mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan seks, pembengkakan pada vulva, sering buang air kecil, dan demam.Gonore yang tidak diobati selama kehamilan bisa meningkatkan risiko keguguran, ketuban pecah dini, korioamnionitis, persalinan prematur, dan berat bayi lahir rendah. Ketika melewati jalan lahir, bayi dapat terinfeksi gonore yang bisa berbahaya untuknya. 

4. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit protozoa Trichomonas vaginalis. Dikutip dari CDC, ibu hamil yang mengalami kondisi ini dapat menunjukkan gejala berupa keputihan berwarna kuning atau hijau dengan bau tak sedap, vagina terasa nyeri dan gatal, tidak nyaman saat buang air kecil maupun berhubungan seks, serta kemerahan pada vagina. Anda juga lebih mungkin melahirkan prematur dan memiliki bayi dengan berat lahir rendah bila terkena trikomoniasis.

5. Klamidia

Klamidia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi ini bisa menyebar melalui seks penetrasi vagina, anal, dan oral. Sebagian wanita yang menderita penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa pun. Akan tetapi, sebagian lain mungkin mengalami keputihan berwarna kuning yang berbau menyengat, sering buang air kecil, tidak nyaman saat berhubungan seks, dan nyeri pada perut bagian bawah.Infeksi klamidia yang tak diobati telah dikaitkan dengan komplikasi kehamilan yang meliputi, persalinan prematur, ketuban pecah dini, dan berat lahir bayi rendah. Tak hanya itu, dalam proses persalinan bayi juga mungkin terinfeksi sehingga menyebabkan infeksi paru-paru dan mata.

Cara mengatasi keputihan berwarna kuning saat hamil

Cara mengatasi keputihan berwarna kuning harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika keputihan disebabkan oleh infeksi jamur, maka dokter dapat meresepkan obat antijamur dalam bentuk krim, gel, atau pun obat minum lainnya, seperti clotrimazole, miconazole, dan terconazole. Sementara keputihan akibat bakteri vaginosis dan trikomoniasis, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik metronidazole atau tinidazole dalam bentuk obat minum atau krim.Keputihan berwarna kuning juga bisa diatasi dengan minum antibiotik jika disebabkan oleh gonore. Jenis antibiotik yang biasa diresepkan seperti ceftriaxone atau obat minum cefixime. Jika keputihan tidak disebabkan oleh kondisi serius tertentu, Anda bisa mengatasinya hanya dengan sesering mungkin mengganti pakaian dalam dan bila perlu gunakan panty liner untuk menyerap keputihan berlebih.Baca juga: Mengenal Makanan Penyebab Keputihan Abnormal

Cara mencegah keputihan berwarna kuning yang berbahaya

Karena keputihan pada dasarnya adalah hal yang normal terjadi, agar tidak menyebabkan kondisi medis tertentu yang berbahaya, berikut hal yang bisa ibu hamil lakukan sebagai langkah pencegahan:
  • Menjaga kebersihan vagina dengan air tanpa sabun berbahan kimia atau dengan pewangi tambahan
  • Bersihkan vagina dari depan ke belakang, begitu juga ketika mengeringkan vagina. Ini bertujuan untuk mencegah berpindahnya bakteri dari anus ke vagina. 
  • Kenakan celana dalam yang menyerap keringat dan tidak ketat, seperti celana dalam dari bahan katun
  • Hindari douching karena dapat mengganggu flora bakteri normal vagina dan meningkatkan risiko infeksi
  • Hindari perilaku seks yang berisiko, seperti berhubungan seks tanpa pengaman atau memiliki lebih dari satu pasangan
Selain harus menjaga kebersihan organ vital, ibu hamil juga perlu mengonsumsi makanan bergizi agar daya tahan tubuh terjaga dan tidak mudah terserang penyakit pada vagina.

Selama kehamilan, perhatikan hal apapun yang tak biasa terjadi. Jika Anda mengalami keputihan berwarna kuning, sebaiknya periksakan diri pada dokter apalagi bila disertai bau menyengat, rasa gatal, nyeri, dan gejala lainnya. Dokter akan menentukan penyebabnya dan memberi perawatan yang tepat dengan segera agar kehamilan Anda tetap aman. Jangan sampai mengonsumsi atau menggunakan obat-obatan sembarangan karena dikhawatirkan bisa berbahaya bagi Anda maupun janin.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kehamilaninfeksi jamurgonorrheamasalah kehamilantrikomoniasisklamidiavaginosis bakteri
Healthline. https://www.healthline.com/health/yellow-discharge-pregnancy#takeaway
Diakses pada 22 Juli 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/your-health/yellow-discharge-during-pregnancy/
Diakses pada 22 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait