Ini Iuran BPJS Kesehatan untuk Tahun 2021


Iuran BPJS Kesehatan berbeda antar kelas. Pada tahun 2021, peserta kelas III harus membayar sebesar Rp35.000, kelas II sebesar Rp100.000, dan kelas I sebesar Rp150.000.

0,0
05 Jan 2021|Aby Rachman
Iuran BPJS Kesehatan untuk tahun 2021Kartu BPJS dan uang (credit: Shutterstock/Sukarman S.T)
Iuran BPJS Kesehatan dipastikan naik secara resmi per 1 Juli 2020 lalu. Keputusan ini dikeluarkan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 yang dikeluarkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Perpres terbaru ini akan menggantikan Putusan Mahkamah Agung Nomor 7 P/HUM/2020, yang sebelumnya membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan per April 2020 lalu. Lantas, berapa iuran BPJS yang harus dibayarkan? Simak informasi mengenai iuran BPJS terbaru ini.

Iuran BPJS tahun 2021 semua kelas

Perpres Nomor 64 Tahun 2020 menetapkan beberapa perubahan iuran BPJS Kesehatan. Pertama mengenai iuran BPJS kelas 3 Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) untuk tahun 2020, di mana peserta kelas 3 diwajibkan membayar iuran sebesar Rp25.500 per bulan. Iuran BPJS kelas 3 ini berlaku mulai April-Desember 2020.Sementara untuk tahun 2021 dan seterusnya, iuran BPJS kelas 3 mengalami kenaikan sebesar Rp9.500 sehingga peserta kelas ini diwajibkan membayar sebesar Rp35.000 per bulannya. Berdasarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020, alasan iuran BPJS naik ini adalah pemerintah mengurangi subsidi bagi para peserta kelas 3 dari Rp16.500 (April-Desember 2020), menjadi Rp7.000 (2021 dan seterusnya).Perubahan kedua adalah mengenai iuran BPJS kelas 2. Peserta kelas ini tetap diwajibkan membayar sebesar Rp51.000 untuk April-Juni 2020. Kenaikan baru terjadi pada periode Juli 2020 dan seterusnya, di mana peserta BPJS kelas 2 pada tahun 2021 ini diwajibkan membayar iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp100.000. Iuran ini mengalami kenaikan sebesar Rp49.000 dari iuran sebelumnya.Perubahan ketiga mencakup iuran peserta BPJS kelas 1. Peserta kelas ini tetap diharuskan membayar sebesar Rp80.000 untuk April-Juni 2020. Sama seperti kelas 2, kenaikan iuran BPJS kelas 1 baru terjadi pada periode Juli 2020 dan seterusnya. Di mana pada tahun 2021 ini, peserta BPJS kelas 1 diwajibkan untuk membayar iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp150.000 per bulannya, naik Rp70.000 dari iuran sebelumnya.Berdasarkan kenaikan di atas, berikut rangkuman iuran BPJS Kesehatan tahun 2020 dan seterusnya untuk masing-masing kelas:

Iuran BPJS April-Juni 2020

  • Kelas III: Rp25.500
  • Kelas II: Rp51.000
  • Kelas I: Rp80.000.

Iuran BPJS Juli-Desember 2020

  • Kelas III: Rp25.500
  • Kelas II: Rp100.000
  • Kelas I: Rp150.000.

Iuran BPJS 2021 dan seterusnya

  • Kelas III: Rp35.000
  • Kelas II: Rp100.000
  • Kelas I: Rp150.000.
Sementara itu, bagi Pekerja Penerima Upah (PPU) atau karyawan, peserta harus membayar iuran BPJS sebesar 1 persen dari total gaji. Sedangkan, pemberi kerja atau perusahaan membayar 4 persen dari total gaji peserta. Gaji maksimal yang diperhitungkan, yaitu Rp12 juta.Lain dengan Penerima Bantuan Iuran (PBI), iuran BPJS peserta akan dibayarkan oleh pemerintah. Jadi, peserta tidak perlu membayar.

Perubahan lain dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020

Di samping perubahan iuran BPJS Kesehatan kelas 1, 2, dan 3, ada beberapa perubahan lain dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 yang perlu Anda perhatikan.Salah satunya adalah penambahan ayat 3a dan 3b dalam Pasal 42. Ayat 3a menjelaskan bahwa untuk tahun 2020, pemberhentian sementara penjaminan peserta akan berakhir dan status kepesertaan aktif kembali jika peserta telah membayar iuran bulan tertunggak, paling banyak untuk waktu enam bulan.Ayat ini lebih lanjut menjelaskan bahwa peserta juga perlu membayar iuran pada bulan saat mereka ingin mengakhiri pemberhentian sementara jaminan. Selain itu, sisa iuran bulan yang masih tertunggak setelah pembayaran tunggakan iuran juga masih menjadi kewajiban peserta.Sementara, ayat 3b menjelaskan pentingnya melunasi sisa iuran bulan yang masih tertunggak seluruhnya, paling lambat pada tahun 2021, guna mempertahankan status kepesertaan aktif BPJS Anda.Ayat 6a juga ditambahkan dalam pasal 42 yang menjelaskan soal denda di tahun 2020. Dikutip dari ayat 6a, denda ditetapkan sebesar 2,5 persen dari perkiraan biaya paket Indonesia Case Based Groups berdasarkan diagnosis dan prosedur awal untuk setiap bulan tertunggak, dengan ketentuan jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan dan denda yang paling tinggi adalah Rp30.000.000.Itulah beberapa rincian seputar kenaikan iuran BPJS untuk tahun 2020 dan seterusnya, serta perubahan lain dalam Perpres No. 64 tahun 2020. Semoga informasi di atas dapat berguna bagi Anda.

Cara cek iuran BPJS

Anda bisa melakukan pengecekan tagihan maupun iuran BPJS Kesehatan yang sudah dibayarakan secara online. Adapun cara mengecek iuran BPJS yang belum dan sudah dibayar, yaitu:
  • Melalui aplikasi Mobile JKN

Anda harus mengunduh aplikasi Mobile JKN di Play Store atau App Store. Selanjutnya, daftar atau login dengan mengisi form yang diminta. Jika sudah berhasil masuk, pilih menu "Premi." Kemudian, informasi mengenai besaran iuran yang harus dibayarkan akan muncul di layar gawai Anda.Sementara, jika Anda ingin mengecek iuran BPJS yang sudah dibayarkan, pilih menu "Catatan Pembayaran." Dalam menu tersebut, terdapat informasi mengenai banyaknya dan waktu pembayaran iuran BPJS Kesehatan yang telah Anda lakukan.
  • Melalui websites resmi BPJS Kesehatan

Bukan hanya melalui aplikasi, Anda juga bisa melakukan cek iuran BPJS melalui website resmi BPJS Kesehatan di laman https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/. Anda hanya perlu mengisi form yang terdapat di laman tersebut, seperti nomor kartu BPJS, tanggal lahir, dan angka validasi.Sementara, jika Anda ingin bertanya lebih lanjut seputar masalah kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bpjs kesehataniuran bpjs
Perpres 64 tahun 2020
https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs//unduh/index/1473
Diakses pada 13 Mei 2020
Kumparan
https://kumparan.com/kumparanbisnis/jokowi-naikkan-iuran-bpjs-kesehatan-mulai-1-juli-2020-kelas-i-jadi-rp-150-ribu-1tPClucwsmL/full
Diakes pada 13 Mei 2020
BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/pages/detail/2014/13
Diakses pada 29 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait