Jangan Memaksa Jabat Tangan saat Pandemi, Ganti dengan Metode Ini

(0)
02 Mar 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Jabat tangan di masa pandemi dapat diganti dengan gestur namasteNamaste bisa menggantikan jabat tangan di masa pandemi
Jabat tangan atau bersalaman kerap dilakukan saat berkenalan, menyapa seseorang, atau hendak berpamitan. Sayangnya, kebiasaan ini menjadi salah satu hal yang harus dihindari saat pandemi Covid-19.Meski telah berulang kali dijelaskan, masih banyak orang yang lupa atau abai terhadap bahaya jabat tangan, bahkan sampai sekarang saat pandemi menginjak tahun kedua. Padahal kebiasaan ini merupakan salah satu metode penyebaran Covid-19 yang efektif dari orang ke orang.

Mengapa tidak diperbolehkan jabat tangan?

Tidak hanya virus corona, virus lain yang menyerang pernapasan dapat ditularkan melalui jabat tangan. Ketika berjabat tangan dengan orang yang terinfeksi, virus bisa saja ikut terbawa ke tangan Anda.Jika setelahnya Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut, virus tersebut bisa masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan Anda terinfeksi. Hal ini lebih mungkin terjadi jika Anda tidak rajin mencuci tangan.
Berjabat tangan dengan orang yang terinfeksi bisa menularkan virus
Saat terinfeksi, Anda juga bisa menularkannya pada orang lain. Hal ini bisa diperparah jika Anda tidak mengalami gejala apa pun. Orang yang tidak memiliki gejala cenderung tidak menyadari dirinya telah terinfeksi sehingga potensinya untuk membahayakan orang lain semakin besar. Oleh sebab itu, selalu jaga jarak dan hindari kebiasaan berjabat tangan dengan orang lain untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Berbagai metode pengganti jabat tangan

Kebiasaan jabat tangan dapat Anda dengan melakukan hal-hal berikut yang esensinya kurang lebih sama.

1. Namaste

Gestur namaste bisa Anda lakukan untuk menyapa, mengucapkan terima kasih, berpamitan, dan semacamnya. Namaste dapat dilakukan dengan menyatukan kedua telapak tangan dengan ujung jari mengarah ke atas. Kemudian, bungkukan tubuh sedikit hingga tangan mendekat ke dada. 

2. Melambaikan tangan

Alih-alih melakukan jabat tangan, lambaikanlah tangan untuk menyapa atau berpamitan pada seseorang. Hal ini bisa membantu Anda menjaga hubungan yang baik dengan orang tersebut meski tanpa kontak langsung.

3. Menganggukan kepala

Anda juga bisa menganggukan kepala dan tersenyum pada orang yang ingin Anda sapa. Senyuman mungkin kurang terlihat karena memakai masker. Namun, masker membantu melindungi Anda dari paparan virus apalagi jika berada dalam lingkungan yang ramai.

4. Membungkukkan tubuh

Membungkukan tubuh juga menjadi salah satu hal metode yang cocok untuk mengganti kebiasaan jabat tangan. Anda bisa menggunakannya dengan siapa saja, tapi lebih cocok dengan orang yang lebih tua. 

5. Mengangkat alis dan tersenyum

Angkat alis dan tersenyum dapat membuat Anda masih bisa terlihat ramah. Kedua hal ini juga merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang mudah dilakukan. 

6. Seolah-olah memberi hormat

Anda juga bisa menyapa seseorang dengan gestur layaknya memberi hormat sebagai pengganti jabat tangan. Gestur ini dapat menunjukkan rasa hormat terhadap lawan bicara atau orang yang tengah Anda hadapi.

Cara mencegah paparan virus

Mencuci tangan secara rutin
Selain menghindari jabat tangan, ada beberapa cara mencegah penyebaran Covid-19 yang harus Anda lakukan. Pemerintah pun menggalakkan kampanye 3M yang terdiri dari:
  • Mencuci tangan

Pastikan tidak menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan. Cucilah tangan secara rutin, terutama setelah menyentuh permukaan yang telah dipegang oleh orang lain. Anda bisa mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa menggunakan hand sanitizer mengandung alkohol 70 persen.
  • Memakai masker

Masker merupakan barang yang wajib dipakai saat pandemi Covid-19, apalagi saat Anda bepergian keluar rumah. Penggunaan masker bisa menurunkan risiko penularan Covid-19. Masker bedah lebih efektif dalam menekan penyebaran virus. Jika tidak memungkinkan untuk menggunakan masker bedah, Anda bisa menggantinya dengan masker kain. Cucilah masker kain secara rutin agar terhindar dari kuman yang menempel.
  • Menjaga jarak

Terapkan physical distancing dengan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain. Untuk saat ini, Anda juga perlu menghindari berkumpul di kerumunan yang memungkinkan terjadinya penyebaran Covid-19Hindari berkerumun di ruangan yang tertutup, namun walaupun berada di ruangan terbuka juga harus menjaga jarak dan tetap menggunakan masker.Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut mengenai Covid-19, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
infeksi viruscoronavirus
WHO. https://www.who.int/images/default-source/health-topics/coronavirus/risk-communications/general-public/handshaking.png?sfvrsn=4aed53c5_2
Diakses pada 16 Februari 2021
CNN. https://edition.cnn.com/travel/article/handshake-alternatives-gestures-around-world-trnd/index.html
Diakses pada 16 Februari 2021
Kemkes. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-paru-kronik/page/2/sobat-sehat-lawan-covid-19-dengan-menerapkan-3m
Diakses pada 16 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait