Tak Disadari, 5 Jenis Makanan Penyebab Tumor Payudara Ini Sering Dikonsumsi

(0)
Daging merah hingga makanan yang dibakar adalah beberapa jenis makanan penyebab tumor payudaraTumor payudara dapat bersifat ganas atau kanker apabila terjadi kerusakan DNA
Tumor payudara adalah massa atau benjolan. Sebagian besar benjolan payudara bersifat jinak dan tidak berpotensi kanker. Tumor payudara dapat bersifat ganas atau kanker apabila terjadi kerusakan DNA sehingga menyebabkan ada sel-sel payudara berkembang secara tidak normal dengan cepat.Penyebab kerusakan tersebut beragam, salah satunya dipicu oleh kebiasaan dan pola hidup yang tidak sehat. Bahkan, ada beberapa jenis makanan yang menyebabkan tumor ganas (kanker) payudara, lho.Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai makanan penyebab tumor payudara.

Makanan penyebab tumor payudara

Sebenarnya, tidak ada jenis makanan tertentu yang secara langsung dapat menyebabkan kanker. Akan tetapi, cara memasak dan penggunaan bahan-bahan makanan dapat menyebabkan Anda berisiko tinggi terkena penyakit mematikan ini.Ada berbagai jenis makanan yang mungkin menjadi penyebab berkembangnya sel kanker di payudara. Peluang Anda untuk terkena kanker payudara dari asupan makanan-makanan di bawah ini dapat meningkat apabila Anda memang sudah tergolong berisiko tinggi mengalami kanker.Berikut adalah beberapa jenis makanan yang diduga menjadi penyebab kanker payudara.

1. Daging merah

Salah satu jenis makanan penyebab tumor payudara adalah daging merah
Daging sapi, domba, dan kambing mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi
Daging merah adalah salah satu jenis makanan penyebab tumor payudara. Ya, daging merah, termasuk daging sapi, domba, kambing, dan babi, mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi dibandingkan jenis daging lainnya, seperti daging unggas atau ikan.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara daging merah dan peningkatan risiko kanker payudara. Terlebih jika Anda memasak daging merah pada suhu yang tinggi atau dibakar sehingga memicu proses pelepasan racun.Selain itu, terlalu sering mengonsumsi daging merah juga berkaitan erat dengan risiko kanker pankreas, kolorektal, dan perut. Maka dari itu, sebaiknya batasi menyantap daging merah dengan jumlah maksimal 1800 gram per minggunya.

2. Makanan yang mengandung lemak trans dan jenuh

Gorengan adalah salah satu makanan penyebab tumor payudara
Sering makan gorengan dapat memicu perkembangan sel kanker
Makanan yang mengandung lemak trans dan jenih perlu dihindari atau dibatasi lantaran kurang baik bagi tubuh. Terlalu banyak makan makanan yang mengandung dua lemak jahat ini dapat menyebabkan kanker payudara.Kandungan berupa lemak trans yang dapat menjadi penyebab kanker payudara biasanya terdapat pada makanan olahan dan kemasan, seperti biskuit dan camilan kemasan lainnya, hingga gorengan, kentang goreng, dan margarin.Selain kanker payudara, terlalu sering makan gorengan juga dapat memicu perkembangan sel-sel kanker lainnya, seperti kanker usus besar.

3. Makanan yang mengandung gula

Terlalu sering konsumsi gula dapat meningkatkan risiko terkena tumor payudara
Makanan manis dapat memengaruhi kerja insulin tubuh
Gula memang bukan jenis makanan penyebab tumor payudara secara langsung. Kendati demikian, terlalu sering mengonsumsi gula yang berasal dari aneka biskuit, es krim, madu, cokelat, dan lainnya, dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker payudara melalui peningkatan berat badan.Sebuah studi menyebutkan bahwa makanan manis yang mengandung gula tinggi memengaruhi kerja insulin tubuh sehingga berpotensi menyebabkan resistensi insulin.Resistensi insulin bisa membuat tubuh tidak dapat merespons insulin. Akibatnya, semakin banyak glukosa yang mengalir bebas dalam pembuluh darah.Kondisi tersebut yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak hormon estrogen dan androgen. Ketika produksi kedua hormon tersebut tidak dapat terkendali, maka risiko kanker payudara dapat meningkat.

4. Makanan kalengan

Makanan kalengan juga diduga kuat dapat menjadi faktor makanan penyebab tumor payudara. Beberapa jenis makanan kalengan, termasuk sayur-sayuran dan buah-buahan kalengan, pasta kaleng, dan sup kaleng.Menurut sebuah riset yang dipublikasikan dalam Environmental Research Journal, makanan kalengan umumnya dilapisi oleh bisphenol-A (BPA). BPA adalah salah satu bahan kimia yang telah terbukti dapat merusak DNA di dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko Anda terkena kanker payudara.Tak hanya itu, makanan kalengan biasanya cenderung mengandung banyak tambahan gula, garam, dan pengawet. Berbagai bahan tambahan tersebut tentu saja tak sehat bagi tubuh apabila dikonsumsi terlalu banyak.Sebagai solusinya, jika Anda berbelanja makanan kaleng, pastikan di bagian luar kaleng terdapat label “bebas BPA”. Kemudian, batasi konsumsi makanan kaleng Anda, minimal hanya satu kaleng untuk setiap minggu guna menghindari risiko kanker payudara.

5. Makanan yang dibakar

Makanan yang dibakar adalah salah satu jenis makanan penyebab tumor payudara
Terlalu sering makan makanan yang dibakar dapat memicu munculnya penyakit kanker 
Membakar atau memanggang daging merah di atas api tinggi dalam waktu yang lama dapat memicu terbentuknya senyawa yang dikenal dengan heterocyclic amines (HCAs) dan policyclic aromatic hydrocarbon (PAH).Kedua senyawa pada makanan tersebut tergolong sebagai zat karsinogen yang dapat menyebabkan berkembangnya sel kanker, termasuk kanker payudara.HCAs terbentuk dari asam amino, gula, dan kreatin di dalam otot sapi, ayam, atau kambing yang bereaksi terhadap panas bara api.Sedangkan, PAH terbentuk ketika lemak dan cairan dalam daging keluar dan menetes ke api pembakaran, yang menyebabkan timbulnya kobaran api dan asap. Asap yang mengandung PAH kemudian menempel pada daging.Selain ditemukan dalam makanan yang dibakar, PAH juga dapat berasal dari asap rokok dan asap knalpot mobil.Meski begitu, kedua senyawa dalam makanan tersebut tidak dapat langsung menjadi penyebab berkembangnya sel kanker payudara. Kedua senyawa tersebut bisa menjadi penyebab berkembangnya sel kanker, termasuk kanker payudara, bila sudah menyebabkan kerusakan pada DNA (mutagenik).Untuk dapat merusak DNA, HCA dan PAH harus terlebih dahulu diaktivasi oleh enzim tertentu dalam tubuh. Nah, agar daging dan makanan lain yang Anda makan tidak berpotensi menjadi penyebab kanker payudara, Anda bisa memasaknya dengan cara merebus atau mengukusnya.

6. Alkohol

Selain makanan yang telah disebutkan di atas, alkohol adalah salah satu jenis minuman yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya sel kanker payudara, kanker liver, dan kanker usus besar.Pasalnya, alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh sehingga menyebabkan kerusakan DNA.Oleh sebab itu, perempuan disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol lebih dari satu gelas tiap hari. Perempuan yang mengonsumsi tiga gelas alkohol tiap minggunya berisiko meningkatkan kanker payudara sebesar 15%.Namun, akan jauh lebih baik jika Anda menghentikan kebiasaan ini sama sekali demi kesehatan yang lebih baik.Kini, mulai sekarang coba batasi berbagai makanan penyebab tumor payudara dalam menu harian Anda guna mencegah risiko berkembangnya sel kanker payudara.
makanan tidak sehatkanker payudarapayudara
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316720.php#takeawayDiakses pada 17 Januari 2020Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/249141.php#typesDiakses pada 17 Januari 2020Healthline. https://www.healthline.com/health/cancer/difference-between-benign-and-malignant-tumors#malignant-tumorsDiakses pada 17 Januari 2020American Cancer Society. https://www.cancer.org/latest-news/how-your-diet-may-affect-your-risk-of-breast-cancer.htmlDiakses pada 17 Januari 2020Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/1997/09/970909054726.htmDiakses pada 17 Januari 2020National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/cooked-meats-fact-sheetDiakses pada 17 Januari 2020Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0013935116302407Diakses pada 17 Januari 2020Womenshealthmag. https://www.womenshealthmag.com/food/a19995421/foods-that-cause-cancer/Diakses pada 17 Januari 2020NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4829739/Diakses pada 17 Januari 2020NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1283300/Diakses pada 17 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait