9 Jurus Jadi Komuter Tanpa Stres di Jalan


Komuter adalah orang yang setiap hari harus melaju menuju tujuannya. Utamanya adalah pekerja yang harus berangkat dari rumah ke kantor, begitu pula saat pulang. Stres di jalan bagi seorang komuter ini juga bisa mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental.

0,0
22 Oct 2021|Azelia Trifiana
seorang gadis mendengarkan musik dari handphoneMendengarkan musik bisa mengurangi stres selama perjalanan
Terjebak kemacetan yang seakan tak berujung. Berdesakan menunggu bus menuju kantor. Berpacu dengan waktu untuk mengejar jadwal kereta selanjutnya. Rasanya tiga kalimat itu saja belum cukup menggambarkan perjuangan komuter setiap harinya.
Komuter adalah orang yang setiap hari harus melaju menuju tujuannya. Utamanya adalah pekerja yang harus berangkat dari rumah ke kantor, begitu pula saat pulang. Stres di jalan bagi seorang komuter ini juga bisa mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental.

Cara menghadapi stres di jalan

Tantangan seorang komuter setiap harinya bisa berbeda-beda. Dalam jangka panjang, tentu dampaknya terhadap kesehatan sangat buruk. Sayangnya, stres di jalan ini tidak hanya berlangsung selama perjalanan saja. Ini juga berdampak pada kehidupan saat berada di kantor atau sudah pulang ke rumah.Jadi, tak heran apabila diurutkan apa saja hal yang paling tidak disukai terkait pekerjaan, para pekerja akan menulis perjalanan dari dan ke kantor sebagai salah satunya.Lalu, apa saja cara menghadapi stres di jalan bagi komuter?

1. Sempatkan stretching

Ada gerakan-gerakan peregangan atau stretching sederhana yang bisa dilakukan meski sedang berada di perjalanan. Salah satunya adalah seated calf raise yang bisa dilakukan sembari duduk di bus atau kereta. Sesuai namanya, ini adalah gerakan mengangkat betis sembari duduk.Untuk melakukannya, posisikan kedua kaki selebar pinggang dan rata menginjak lantai. Lalu, naikkan kaki ke arah tumit sembari mengaktifkan otot betis. Jangan tanggung-tanggung ketika mengaktifkan otot, karena di situlah peregangannya.Tahan selama 8-10 detik, napas normal, lalu perlahan turunkan kembali kaki ke lantai. Ulangi 8-12 kali hingga otot terasa lelah. Ingin tantangan lebih? Letakkan tas atau bawaan lain di pangkuan Anda.

2. Gerakan untuk leher

Jika Anda seorang komuter yang harus mengendarai mobil dari dan ke kantor, ada cara sederhana untuk meredakan stres di jalan. Fokusnya adalah peregangan area leher. Saat berada di lampu merah, miringkan kepala ke pundak kanan untuk meregangkan otot leher bagian kiri. Tahan selama 10 detik.Saat berada di lampu merah selanjutnya, ulangi pada sisi selanjutnya. Selain itu, Anda juga bisa meregangkan leher dengan memegang setir pada posisi jam 10 dan 2, lalu lengkungkan punggung untuk melebarkan area di antara tulang pundak.Gerakan-gerakan semacam ini penting untuk menghindari tegang otot leher dan punggung.

3. Mulai hari dengan tertata

Kurangi stres di jalan dengan memastikan segala sesuatu di pagi hari sudah tertata. Anda bisa melakukannya dengan cara mempersiapkan menu sarapan sejak malam, menata bawaan untuk besok, memilih baju kerja, hingga sepatunya.Apa yang bisa dicicil sejak malam hari, lakukanlah. Dengan demikian, tidak akan ada terlalu banyak hal sepele dan kecil yang menyabotase pagi hari Anda.Begitu pula saat pulang dari kantor ke rumah. Sampaikan saja dengan gamblang bahwa Anda harus pulang on time setelah jam kerja berakhir. Lalu, bersiaplah pulang seperti membereskan bawaan atau membunyikan kunci mobil agar orang lain tidak mengajak ngobrol yang justru menghambat proses pulang.

4. Mendengarkan musik klasik

Ada jurnal pada tahun 2010 yang menemukan bahwa musik rileks dan musik klasik dapat mengurangi kecemasan secara signifikan. Bahkan, dalam penelitian itu, dampaknya lebih efektif pada pasien sebelum operasi ketimbang obat penenang.Hebatnya lagi, musik semacam ini juga dapat menjaga tekanan darah komuter terkendali. Anda bisa menyusun playlist khusus saat sedang di jalan berisi lagu-lagu klasik dan menenangkan.

5. Makan camilan

Tentu bukan camilan yang tak sehat, tapi pilih yang sehat seperti buah, sayuran, dan kacang-kacangan. Makan camilan sedikit saja dapat menjaga kadar gula darah Anda tidak menurun drastis. Ingat, ketika kadar gula darah drop, maka mood bisa berantakan.

6. Tidur berkualitas

tidur lelap
Tidur lelap
Salah satu amunisi menghadapi keesokan hari adalah dengan tidur berkualitas sepanjang malam. Bahkan, tidur ini sama pentingnya seperti makan dan minum. Jika kurang tidur, otak akan kelelahan dan tidak bisa berfungsi optimal keesokan harinya.Terlebih jika Anda masih harus menjadi komuter dari dan ke kantor, tentu tidak boleh merasa mengantuk. Ini bisa jadi hal yang membahayakan keselamatan Anda.

7. Mencium aroma menenangkan

Lavender atau aromaterapi lain yang menenangkan juga bisa jadi senjata pengusir stres di jalan. Bahkan, ini bisa mengurangi kecemasan ecara signifikan. Sebab, aromaterapi semacam ini dapat menyeimbangkan sistem saraf ketika stres di jalan.

8. Tidak melihat ponsel

Jika fokus teralihkan dengan melihat ponsel selama di perjalanan, risiko terjadinya kecelakaan cukup besar. Sebab, rentang waktu untuk memberikan reaksi akan menurun.Begitu pula saat menjadi penumpang transportasi publik. Tentu ada alasan mengapa banyak yang melarang penggunaan ponsel atau berbicara di telepon bagi penumpang. Sebab, ini dapat menjadi pemicu stres bagi orang lain.

9. Berangkat lebih awal

Tidak ingin stres di jalan? Kuncinya ada di manajemen waktu. Cobalah berangkat lebih awal sehingga kendali ada di tangan Anda. Tidak akan ada rasa stres karena sudah terlambat atau waktu mepet tiba di kantor. Sebab, ketidakpastian inilah yang menjadi pemicu utama stres di jalan.

Catatan dari SehatQ

Selain beberapa strategi di atas, coba ubah perspektif selama ini. Jika Anda merasa menjadi komuter adalah tambahan beban tersendiri sebagai konsekuensi menjadi pekerja, tentu stres akan terus terakumulasi.Sebaliknya, coba pikirkan bahwa waktu selama di jalan adalah ruang untuk me time melakukan aktivitas sederhana. Seperti mendengarkan podcast favorit, musik menenangkan, atau membaca buku. Mereka yang sudah punya aktivitas favorit tentu tidak merasa terlalu stres.Selain itu, perjalanan juga bisa menjadi transisi psikologis antara kantor dan rumah. Pada fase ini, Anda bisa meninggalkan stres pekerjaan dan bersiap untuk menikmati family time bersama keluarga tercinta di rumah. Hal ini juga berlaku, bahkan bagi yang tinggal sendirian. Saatnya bersiap untuk me time sendiri dan beristirahat optimal.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar stres pekerjaan termasuk saat di jalan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalstrespola hidup sehat
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/healthy-living-pictures/tricks-for-de-stressing-your-daily-commute.aspx
Diakses pada 9 Oktober 2021
Heart BMJ. https://heart.bmj.com/content/96/23/1868.abstract
Diakses pada 9 Oktober 2021
Universify of California Transportation Center. https://escholarship.org/uc/item/8344g0q2#page-4
Diakses pada 9 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait