Kegunaan Titanium Dioksida dalam Makanan dan Tabir Surya, Apakah Aman?


Titanium dioksida adalah zat aditif yang digunakan untuk meningkatkan kualitas warna putih pada produk industri. Titanium dioksida dianggap sebagai aditif yang aman digunakan.

0,0
02 Feb 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Titanium dioksida adalah aditif pigmen berbentuk bubuk halus yang dapat meningkatkan kualitas warna putih dan opasitas pada berbagai produk industri. Titanium dioksida dicampurkan dalam produk seperti krimer, permen, tabir surya, hingga pasta gigi. 
Variasi lain dari titanium dioksida juga dicampurkan dalam produk cat, plastik, kain, tekstil, keramik, dan kertas untuk meningkatkan kualitas warna putih. Namun memang, jenis titanium dioksida dalam produk non-makanan berbeda dengan variasinya dalam makanan. 

Kegunaan dan manfaat titanium dioksida dalam industri

Sebagai zat aditif pigmen, titanium dioksida memiliki kegunaan dan manfaat berikut ini:

1. Meningkatkan kualitas warna makanan

Titanium dioksida dalam jumlah kecil dapat dicampurkan dalam berbagai jenis makanan, seperti permen,permen karet, pastry, cokelat, krimer kopi, hingga dekorasi kue. Penggunaan titanium dioksida tersebut tak lain dan tak bukan yakni demi meningkatkan opasitas dan kualitas warna putihnya.

2. Mengawetkan produk

Tak hanya meningkatkan kualitas warna putih makanan, titanium dioksida juga dicampurkan pada kemasan makanan demi memperpanjang umur simpan suatu produk.Kemasan yang mengandung titanium dioksida terbukti dapat mengurangi produksi etilen pada buah-buahan – yang kemudian dapat menghambat proses pematangan buah dan memperpanjang umur simpan.Tak sampai di situ, kemasan yang dicampurkan titanium dioksida juga menghambat aktivitas bakteri dan mengurangi paparan sinar ultraviolet.

3. Meningkatkan kualitas warna produk perawatan dan kecantikan

Selain dicampurkan dalam makanan, titanium dioksida juga digunakan untuk meningkatkan kualitas warna produk perawatan dan kecantikan. Produk yang mengandung titanium dioksida termasuk lipstik, tabir surya, bedak, dan pasta gigi. 

4. Memberikan efek perlindungan dari sinar UV

Penggunaan titanium dioksida sangat populer dalam tabir surya. Pasalnya, zat ini memiliki efek yang kuat untuk menangkal sinar UV – sehingga menghambat pancaran UVA dan UVB ke kulit.Namun, titanium dioksida dilaporkan dapat merangsang produksi radikal bebas. Oleh sebab itulah, penggunaan zat ini akan diiringi dengan silika atau alumina untuk mencegah kerusakan sel tanpa menghilangkan efeknya untuk melindungi kulit dari sinar UV.

Amankah titanium dioksida yang tertelan dari makanan?

Hingga saat ini, Food and Drug Administration (FDA) mengkategorikan titanium dioksida sebagai bahan yang umumnya diakui aman atau GRAS (generally recognized as safe). Namun sayangnya, belum ada ambang konsumsi maksimal titanium dioksida dari makanan. Menurut studi pada hewan yang dihelat European Food Safety Authority, pemberian 2.250 miligram per berat badan tikus tidak menunjukkan efek negatif. Namun, hal ini tentu tidak bisa menjadi acuan tepat untuk titanium dioksida yang dikonsumsi manusia.

Pertimbangan bahaya titanium dioksida dalam makanan dan produk perawatan tubuh

Walau FDA sendiri mengkategorikan titanium dioksida sebagai aditif yang aman, ada sejumlah kekhawatiran bahwa bahan ini dapat memicu masalah tertentu bagi tubuh. Namun, riset-riset terkait masalah tersebut masih belum dapat dikonfirmasikan sehingga masih memerlukan hasil yang lebih konklusif.Beberapa masalah yang dikaitkan dengan penggunaan titanium dioksida namun masih memerlukan studi lebih lanjut, yaitu:
  • Risiko pertumbuhan kanker, termasuk dari menghirupnya
  • Stres oksidatif
  • Penumpukan zat pada organ tubuh dalam dosis tinggi
Walau risiko jangka panjang titanium dioksida masih belum jelas dan belum konklusif, zat ini dilaporkan dapat memicu efek samping berupa iritasi pada mata. Pastikan Anda berhati-hati dalam menggunakan tabir surya yang mengandung titanium dioksida agar tidak mengenai mata.Titanium dioksida juga dilaporkan memicu iritasi pada kulit. Selalu lakukan uji tempel (patch test) produk pada lengan sebelum nantinya dioleskan ke seluruh bagian kulit.

Membatasi konsumsi makanan kemasan

Karena efek jangka panjang titanium dioksida dalam makanan masih memerlukan studi lebih lanjut, Anda tetap bisa meminimalkan risikonya dengan mengurangi asupan makanan kemasan.Titanium dioksida dalam makanan umumnya terkandung dalam produk favorit anak-anak, seperti permen dan permen karet. Anda disarankan mengedukasi Si Kecil dan keluarga untuk mengurangi konsumsi permen, permen karet, krimer, maupun produk kemasan lainnya.

Catatan dari SehatQ

Titanium dioksida adalah zat aditif yang dicampurkan untuk meningkatkan kualitas warna putih pada produk makanan dan produk perawatan tubuh. Walau dikategorikan aman, mengurangi konsumsi makanan kemasan secara umum tetap dianjurkan.Apabila masih memiliki pertanyaan terkait titanium dioksida, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya.
perawatan kulitmakanan tidak sehatproduk kecantikanterbakar matahari
Chemical Safety Facts. https://www.chemicalsafetyfacts.org/titanium-dioxide
Diakses pada 20 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/titanium-dioxide-in-food
Diakses pada 19 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait