Kenali Bentuk Kepala Bayi Normal dan Faktor Penyebab Jadi Tidak Rata


Bentuk kepala bayi normal mungkin tidak bisa langsung didapat si Kecil saat ia lahir. Bentuk kepalanya akan kembali normal dalam beberapa minggu.

(0)
02 Mar 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bentuk kepala bayi normal tidak langsung didapat saat bayi lahirBentuk kepala bayi normal adalah bulat merata
Panik melihat bentuk kepala bayi Anda setelah ia lahir? Tidak semua bayi langsung memiliki bentuk kepala bayi normal ketika lahir. Anda boleh saja merasa khawatir, tapi bentuk kepala bayi yang tidak rata tidak selamanya berkaitan dengan masalah medis.Mungkin saja bentuk kepala bayi Anda tidak rata, peyang, atau bahkan lonjong. Bentuk tersebut bisa bertahan sampai beberapa hari atau minggu setelah si Kecil lahir. Hal ini juga bisa terjadi lantaran si Kecil tidur dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama. Namun, kepala bayi normal akan terbentuk dengan sendirinya dalam beberapa waktu.

Seperti apa bentuk kepala bayi normal?

Bentuk kepala bayi normal adalah bulat merata. Tidak ada bagian yang lebih menonjol atau lebih ke dalam. Untuk mengetahuinya, Anda bisa melihat kepala bayi dari atas.Dari posisi ini, Anda dapat melihat bagian belakang dan samping kepala bayi sekaligus. Bagian kepala belakang akan terlihat tidak rata di salah satu sisinya. Di samping itu, bagian telinga bayi akan tidak simetris.

Penyebab bentuk kepala bayi tidak normal

Tengkorak dalam bayi terbentuk dari beberapa tulang lunak yang bisa saja berubah bentuk oleh beberapa faktor. Berikut beberapa penyebab bentuk kepala bayi jadi tidak rata:

1. Melahirkan normal

Melahirkan secara caesar memungkinkan kepala bayi punya bentuk yang lebih bulat. Hal yang berbeda terjadi  jika melahirkan secara normal yang mengharuskan bayi keluar dari tempat yang sempit. Bentuk tubuh si Kecil juga akan menyesuaikan dengan proses persalinan.Penggunaan alat bantu dalam proses melahirkan seperti menggunakan vakum ekstraktor juga bisa memengaruhi bentuk kepala bayi saat dilahirkan. Bukan hanya itu, durasi mengejan yang panjang kemungkinan akan membuat kepala bayi lonjong atau kerucut.

2. Melahirkan kembar

Biarpun ini sebenarnya sebuah anugerah, bayi-bayi kembar yang ada di dalam rahim akan membagi satu ruang bersama. Gerakan mereka pun semakin terbatas dan memungkinkan beberapa bagian tubuh akan saling bersentuhan. Bisa saja bayi kembar memiliki kepala yang tidak rata juga.

3. Cacat lahir 

Bentuk kepala bayi yang tidak normal bisa juga terjadi akibat cacat lahir atau craniosynostosis. Cacat lahir terjadi saat tulang di tengkorak bayi tertutup sebelum waktunya. Tengkorak bayi seharusnya mulai menutup sepenuhnya sekitar usia dua tahun.Kondisi ini sebenarnya merupakan masalah serius karena bisa berefek pada kondisi kesehatan bayi di masa depan. Namun, craniosynostosis merupakan kondisi yang sangat langka terjadi.

4. Posisi tidur

Bentuk kepala bayi normal juga dipengaruhi oleh posisi tidur
Tidur miring tidak disarankan terutama bila si Kecil belum berusia satu tahun
Faktor lain yang bisa menyebabkan bentuk kepala bayi tidak normal adalah posisi tidurnya. Studi dari American Academy of Pediatrics menyarankan agar bayi tidur dalam tempatnya sendiri dengan posisi telentang.Tidur miring tidak disarankan, khususnya untuk bayi di bawah satu tahun. Dalam beberapa bulan pertama, bayi mungkin akan memiliki area yang lebih pipih pada sisi kepalanya dan ini sangat umum terjadi. Kondisi ini dikenal dengan positional plagiocephaly.

Mengatasi kepala bayi tidak rata

Anda bisa membuat bentuk kepala bayi normal dengan cara mudah yang bisa dilakukan di rumah. Berikut cara mengatasi kepala bayi tidak rata agar menjadi bulat merata:

1. Mengatur posisi tidur bayi

Mengatur posisi tidur anak juga bisa memperbaiki bentuk kepalanya. Sebaiknya, letakkan bayi tidur dengan posisi telentang. Jangan gunakan bantal atau kain untuk menyangga kepala bayi saat tidur. Jika bayi tertidur dalam posisi menyamping, ubahlah arah tidurnya agar membuatnya seimbang.Jika bayi berada di kasur, cobalah memberikan mainan yang berbunyi untuk menarik perhatiannya. Cara ini digunakan supaya dia mau mengubah posisinya. Dalam beberapa waktu, biarkan si Kecil tengkurap untuk membantu menguatkan lehernya.Selain itu, jangan biarkan bayi terus-menerus berada di kasur atau kereta dorongnya. Usahakan menggendong bayi pada siang hari agar lehernya bisa beristirahat.

2. Terapi helm

Dokter akan menyarankan terapi helm untuk anak jika ditemukan kelainan pada kepala bayi setelah 4 bulan
Terapi helm digunakan untuk membentuk kepala bayi yang mengalami kelainan
Dokter akan menyarankan terapi helm untuk anak jika ditemukan kelainan pada kepala bayi setelah 4 bulan. Namun, harus dipastikan dulu tidak ada tanda-tanda craniosynostosis pada bayi. Lalu, dokter akan memberikan sebuah helm yang dibuat khusus untuk kepala bayi.Helm medis ini akan membantu mendorong dengan lembut bagian kepala bayi yang tidak rata agar bisa kembali ke bentuk semula. Selama melakukan terapi, si Kecil disarankan menggunakan helm ini selama 22 jam sehari selama 4 bulan.

3. Mengunjungi dokter spesialis anak

Jika memang ditemukan tanda-tanda kepala bayi peyang, sebaiknya Anda memeriksakannya dokter spesialis. Bentuk kepala yang tidak normal menandakan adanya kelainan pada kepala bayi. Hal ini tentunya sangat berbahaya untuk perkembangan otak bayi.Beri tahu dokter bahwa masih ada kelainan bentuk pada kepala bayi setelah berusia 2 minggu lebih. Bentuk kepala yang tidak rata ini mungkin akan berdampak pada bagian kepala lain, seperti dahi dan posisi mata.

Catatan dari SehatQ

Bentuk kepala bayi yang tidak rata merupakan hal yang normal terjadi. Kadang, perubahan itu terjadi saat proses persalinan normal. Bentuk kepala bayi pun akan kembali normal dalam beberapa minggu.Bentuk kepala bayi pun bisa saja tidak rata atau peyang karena kebiasaan tidur dalam posisi yang sama. Menggendong atau membiarkan bayi tengkurap bisa membantu membentuk kepala bayi menjadi lebih normal.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar bentuk kepala bayi normal, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play
tumbuh kembang bayimerawat bayikepala bayi
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/healthy-baby/art-20045964
Diakses pada 13 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/baby-head-shape
Diakses pada 13 Februari 2021
Nationwide Children. https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/700childrens/2016/12/babys-head-shape-should-you-be-concerned
Diakses pada 13 Februari 2021
American Academy of Pediatrics. https://www.aap.org/en-us/advocacy-and-policy/aap-health-initiatives/safe-sleep/Pages/Safe-Sleep-Recommendations.aspx
Diakses pada 13 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait