Mengenal 17 Penyebab Alis Rontok yang Mungkin Anda Alami

(0)
29 Jan 2020|Anita Djie
Penyebab alis rontok bisa jadi tanda penyakitSalah satu penyebab alis rontok adalah gangguan tiroid
Alis tidak hanya berperan untuk memberikan penampilan wajah yang menarik, tetapi juga mencegah keringat agar tidak masuk ke mata. Namun, sewaktu-waktu Anda mungkin sedang mengusap alis dan menyadari alis rontok.Alis rontok tentunya menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena bagian ini merupakan bagian rambut di tubuh yang jarang lepas. Sebenarnya, apa yang menyebabkan alis rontok?

Penyebab alis rontok

Bila alis rontok hanya terjadi sesekali saja mungkin tidak akan memicu perasaan was-was, tetapi bagaimana jika alis rontok sering dialami? Berikut adalah beberapa penyebab alis rontok yang mungkin Anda alami.

1. Terlalu sering mencabut alis

Siapa sangka, terlalu sering mencabut alis justru dapat mengganggu pertumbuhan rambut di daerah alis yang dicabut, Tidak hanya itu, alis rontok juga bisa disebabkan pemakaian riasan wajah dalam durasi yang lama.

2. Kekurangan nutrisi

Setiap hari tubuh memerlukan berbagai nutrisi untuk bisa menyokong pemeliharaan tubuh.  Kekurangan nutrisi berupa asam amino, mineral, lemak, karbohidrat, dan vitamin bisa menimbulkan alis rontok.

3. Stres

Terlihat sepele tetapi dapat memicu alis rontok. Stres dan kecemasan dapat mengurangi oksigen dalam folikel rambut dan mengganggu kadar hormon yang mampu menimbulkan kerontokan pada alis mata.

4. Kehamilan

Saat sedang hamil atau sesudah melahirkan, hormon dalam tubuh sang ibu akan menjadi tidak teratur dan dapat berdampak pada pertumbuhan rambut, seperti alis mata.

5. Faktor usia

Seiring bertambahnya usia, penipisan rambut akan terjadi, khususnya saat Anda telah memasuki usia 40 tahunan. Saat sudah berusia lanjut, hormon estrogen dan testosteron akan menurun.

6. Alopecia areata

Gangguan autoimun berupa alopecia areata dapat membuat tubuh Anda justru merasa bahwa organ-organ lainnya mengancam dan mulai menyerang organ tertentu, seperti alis mata.Alis rontok timbul akibat sistem imun tubuh yang malah menyerang folikel rambut dan akhirnya menghambat pertumbuhan rambut dan memicu alis rontok seutuhnya, sebagian, atau bahkan memunculkan bekas luka pada bagian alis.

7. Eksim atau dermatitis atopik

Salah satu gangguan yang dapat menjadi penyebab alis rontok adalah eksim atau peradangan pada kulit yang dicirikan dengan kemerahan di kulit, rasa gatal, iritasi, dan luka yang basah. Eksim mampu mengganggu pertumbuhan rambut dan memicu alis rontok

8. Dermatitis kontak

Alergi atau dermatitis kontak dapat menjadi pelaku alis rontok yang selama ini diabaikan.Anda bisa saja menyentuh atau tersentuh benda yang memicu reaksi alergi Anda yang menimbulkan rasa panas dan gatal di alis mata yang akhirnya membuat alis rontok.

9. Dermatitis seboroik

Berbeda dengan dermatitis kontak, dermatitis seboroik biasanya disebabkan oleh jamur atau karena kulit yang memiliki minyak berlebih. Umumnya, kondisi ini dapat mengakibatkan ketombe, termasuk di bagian alis, dan memicu kerontokan rambut.

10. Kurap

Masyarakat Indonesia sudah pasti mengenal kurap yang disebabkan oleh infeksi jamur dan memiliki ciri khas berupa ruam merah yang berbentuk cincin dan terasa gatal. Kurap dapat muncul di alsi dan menyebabkan pitak akibat alis yang rontok.

11. Gangguan tiroid

Masalah pada tiroid biasanya adalah penyebab utama dari alis rontok. Hal ini karena terjadi ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Misalnya, hormon tiroid yang berlebih (hipertiroid) atau yang kurang (hipotiroid).

12. Telogen effluvium

Kondisi telogen effluvium (TE) merupakan kondisi yang diindikasikan dengan kerontokan pada rambut yang abnormal dan biasanya diakibatkan oleh gangguan pada hormon atau perubahan tertentu dalam tubuh.

13. Psoriasis

Gangguan autoimun lainnya yang dapat menimbulkan alis rontok adalah psoriasis. Kondisi ini menyebabkan penumpukan jumlah sel kulit mati yang diindikasikan dengan kulit yang menebal, bersisik, memerah, dan ruam yang terasa sakit.Kondisi ini dapat menyumbat folikel rambut dan menghentikan pertumbuhannya, serta mengakibatkan alis rontok.

14. Kusta

Meskipun jarang terjadi, kusta atau penyakit Hansen yang dipicu oleh bakteri dapat memunculkan berbagai luka yang dapat menimbulkan alis rontok, kebas, dan anggota tubuh terasa lemas.

15. Kemoterapi

Bila Anda sedang menjalani kemoterapi, maka penyebab alis rontok yang dialami bisa dikarenakan efek dari kemoterapi yang membelah sel-sel di folikel rambut dan membuat rambut ataupun alis rontok parah.

16. Ectodermal dysplasias

Ectodermal dysplasias adalah kondisi genetik yang mempengaruhi pertumbuhan kuku, kulit, gigi, dan rambut, karenanya gangguan ini dapat menyebabkan kerontokan pada alis, bulu mata, dan rambut di bagian tubuh lainnya.

17. Sindrom Netherton

Satu lagi kondisi genetik yang dapat menimbulkan alis rontok, yaitu sindrom Netherton. Hampir serupa dengan ectodermal dysplasias, kondisi ini mempengaruhi sistem imun, kulit, dan rambut.Sindrom Netherton menyebabkan rambut rapuh dan mudah patah serta biasanya sudah muncul saat masih kecil.

Cara menumbuhkan kembali alis yang botak karena rontok

Menurut ahli, minyak kelapa ditemukan dapat mengurangi kekurangan protein yang luar biasa pada rambut yang rusak ataupun rambut yang butuh perawatan jika digunakan secara rutin.Gunakanlah serum dengan bahan dasar minyak kelapa atau bunga matahari sebagai produk perawatan alis, setiap sebelum tidur dan sebelum memulai aktivitas, untuk menumbuhkannya kembali setelah mengalami kerontokan.

Catatan dari SehatQ

Jangan ragu untuk mengunjungi dokter bila alis rontok yang dialami sudah terlalu parah dan menimbulkan kecemasan. Periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya dan penanganan yang tepat.
penyakitrambut rontokkesehatan kulit
Healthline. https://www.healthline.com/health/eyebrow-hair-loss
Diakses pada 29 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325416.php
Diakses pada 29 Januari 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12715094/
Diakses 17 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait